Pengalamanku Ikut UTUL 2 UGM

Halo teman-teman,, setelah kemarin aku menceritakan pengalamanku saat mengikuti UTUL UGM dan UM UNDIP, kali ini aku bakal nge-share lagi tentang pengalamanku mengikuti UTUL UGM yang kedua, tepatnya khusus untuk jenjang D3 Sekolah Vokasi UGM.

Penasaran kan ?? Penasaran ?? Pasti dong, secara jarang-jarang ada yang nge-share pengalaman ikuti UTUL 2 ini di internet (berdasarkan penjelajahan yang aku lakukan di internet selama kurang lebih sebulan. duh duh…

Udah ah, daripada aku mulai rada nggak jelas dan rada stress mending langsung ku ceritain aja ya.. ayo siapin posisi yang nyaman saat membaca cerita ini karena cerita ini betul-betul ekslusif dan hanya ada di blog Debby Zalina

(duh… sok banget sih kamu deb..deb..)

Oke, jadi,, begini,,, tanggal 1 Juli 2016, tepatnya ketika si dia datang ngelamar ….. eh … salah ding, maksudnya, ketika aku melihat pengumuman UTUL UGM dimana aku di minta maafi-in sama web UGM karena aku ga lolos seleksi, tanpa pikir panjang aku langsung ngedaftar UTUL 2 UGM untuk Sekolah Vokasinya. Aku pun mengisi data dan memilih program studi D3 Teknik Elektro (pilihan pertama) dan D3 Teknik Mesin (pilihan kedua) tanpa mikir lagi karena aku sudah mempersiapkan dari jauh hari ujian mandiri apa saja yang akan aku ikuti beserta program studinya bila aku nggak lolos SBMPTN.(ceritanya pas ngisi data registrasi itu aku sambil menyabarkan diri sendiri karena masih syok ga lolos SBMPTN dan UTUL hikz kalo kamu pernah ngerasain pasti tau deh gimana sedihnya aku.. s e d i h b a n g e t t t t t t t t t t t t

Oke.jadi singkat cerita setelah melakukan upload dokumen, pembayaran dan cetak kartu ini itu dan tetek bengek lainnya, akhirnya tanggal 16 Juli aku dan bapak pergi ke Yogya naik sepeda motor dari Klaten. Kami pergi jam setengah lima subuh, tepatnya setelah sholat subuh. Di perjalanan aku agak kedinginan dan baru sadar kalo lupa bawa jaket. Dan aku lebih merasa kayak orang bodoh pas ngeliat pengendara motor yang rata-rata make jaket.

Singkat cerita akhirnya aku sampe juga di Yogya pukul enam pagi lewat beberapa menit gitu (bukan lewat di hatinya, hmm), tepatnya di Sekolah Vokasi Ekonomika dan Bisnis UGM yang gedungnya MashaAllah cantik pisaaaannn euy..

Setelah cek ruangan, akhirnya aku pun nunggu di depan ruang ujian sambil main hape, sedikit baca-baca contoh soal utul tahun lalu, sedikit berdzikir, sedikit ngemil, pokoknya apa yang bisa di lakuin deh, sampai pada akhirnya…….

Pada waktu itu aku kan ke toilet tuh. Terus pas depan toilet, aku liat jam dan ternyata 10 menit lagi masuk ruang ujian.. nah disitu aku merenung dan menyadari sesuatu…..

AKU LUPA BAWA SKL

AKU LUPA BAWA SKL PEMIRSAAHH AKU LUPAAAAA AAAAAHHHHKKKK

SURAT KETERANGAN LULUS ITU LHOO!! AKU LUPA BAWAAAAAAAA TIDAAAAKKKK

Abisnya SKL pada UTUL pertama wajib dibawa, tapi pas UTUL kedua ini gaada tulisan wajib bawa SKL di kartu peserta ujiannya sehingga aku ga kepikiran bawa SKL.

Pas masuk ruang ujian, aku langsung ngelapor ke pengawasnya dengan wajah pucat pasi seputih salju di musim ceri (yaelah), bukan dibuat-buat biar pengawanya iba gitu, tapi emang aku orangnya suka cemas gitu…

Akhirnya aku disuruh ngelapor ke bagian sekretariat dan ketemu bapak (gabisa dibilang bapak sih, mungkin lebih tepatnya om karena kayaknya usianya masih 24 an gitu) yang stand-by disana. Setelah menjelaskan alasan kenapa aku gabawa SKL (karena di kartu peserta ga disuruh bawa *hehehe) akhirnya kami pun diperbolehkan kembali ke ruang ujian dan mengerjakan soal. Tapi aku rada denger gitu temannya si bapak bilang kalo masalah kami itu ditulis di berita acara aja.. wuaa aku rada deg-degan gitu, gimana kalo nanti namaku di tulis di berita acara dan akhirnya nilai ujianku ga di proses gara-gara ga bawa SKL ?

Karena itu, aku gak lagi fokus ngerjain soal ujiannya. Aku ngerasa ga ada artinya lagi ngerjain ujian karena mungkin nilaiku gabakal di proses (istilah lainnya, udah jelas banget kayaknya aku ga bakal lolos UTUL kedua ini). Sambil ngerjain soal (yang sebernarnya lebih mudah dibanding UTUL pertama) aku mengingat kembali gimana susahnya bapak yang melawan dinginnya udara subuh di Klaten demi mengantarkanku ke UGM untuk tes. Aku pengen nangis, tapi ga bisa (ya lagian ga lucu kan saat yang lain pada sibuk ngerjain ujian aku malah nangis kayak anak kecil). Akhirnya aku pun melakukan yang terbaik yang kubisa. Semua soal UTUL ku isi, walaupun ada yang gatau, aku isi sembarang aja, udah pokoknya keisi dah…

Setelah UTUL, aku hanya berharap semoga Allah memberikan padaku jalan Nya yang terbaik, walau mungkin bukan di UGM.

Ininya aku udah pasrah sepasrah-pasrahnya umat bahwa aku ga lolos UTUL kedua UGM ini karena aku gabawa SKL.

Pengumuman

Seminggu setelah UTUL, pengumuman pun datang juga. Pas jam 8 malam, aku udah mantengin web UM UGM walau aku udah yakin web UM UGM bakal minta maaf lagi sama aku karena ga lolos UTUL. Aku udah pasrah. Aku liat pengumuman semata-mata biar aku ga lagi resah dan bisa tidur nyenyak udah itu aja.

Aku pun mencoba login, setelah beberapa kali gagal akhirnya bisa login juga. Aku pun ngeklik tombol pengumuman dan membaca basmallah.

LOLOS UTUL II

Ketika ngeliat ada beberapa ikon warna warni, aku baru sadar kalo ternyata aku lolos UTUL. Aku langsung teriak “BAPAAAAAAKKKKKKK” sampe orang satu rumah pada bingung dan heboh, ada yang ngirain aku malah kesurupan. Bapakku pun datang dan juga ikut senang karena aku lolos. Di ujung kepasrahan dan keputusasaanku, aku bersyukur ternyata aku lolos. Aku pun membatin “ternyata gini ya rasa senang karena lolos UTUL UGM”

Padahal aku udah pasrah banget dan yakin ga lolos, ternyata Allah menghapus semua kecemasanku dan memberiku hadiah ini. Setelah merenung, aku miris juga mengingat ketika Pengumuman SBMPTN dan UTUL pertama dulu, aku optimis setidaknya ada salah satu yang lolos. Eh, gataunya dua duanya malah ga lolos. Ketika pengumuman UTUL kedua ini, aku udah pasrah dan yakin bakal ga lolos, eh gataunya malah lolos.

Disini aku belajar, bahwa ketika Tuhan berkata “Terjadilah,” maka Terjadi. Disini aku belajar bahwa terkadang yang kita perlu lakukan hanyalah berserah diri pada Allah dan siap menerima apapun hasil yang akan Ia berikan. Yang pasti, Allah memberikan kita apa yang kita butuhkan walaupun bukan yang kita inginkan.

Semoga bermanfaat !!!

Advertisements

Pengalamanku Ikut UTUL UGM 2016

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Hai teman-teman, kali ini aku akan berbagi pengalamanku dalam mengikuti Ujian Tulis UGM tahun 2016. Enjoy my post !

Sekilas tentang UTUL UGM

Ujian Tulis UGM (UTUL UGM) adalah salah satu jalur masuk yang dibuka oleh UGM, bisa dibilang UTUL ini adalah jalur mandiri-nya UGM. Mengapa aku mengikuti UTUL ini?

Pertama, karena aku memang pengen banget masuk UGM. Kedua, karena UTUL UGM tidak memungut uang pangkal. Ini sangat membantu sekali bagi para siswa sepertiku yang nggak bisa ikut bidikmisi karena nggak miskin-miskin amat, namun juga keberatan kalo ikut jalur mandiri dengan uang pangkal berpuluh-puluh juta karena keluargaku juga nggak kaya-kaya amat. Ketiga, karena dilihat dari soal-soal sebelumnya, soal UTUL UGM menurutku sedikit lebih mudah di banding SBMPTN dan SIMAK UI. Keempat, karena pelaksanaan UTUL ini berdekatan dengan SBMPTN sehingga mau tak mau juga harus ikut untuk ‘cari aman’ bila SBMPTN tidak lolos, toh kita ga bakal tahu soal SBMPTN macam apa yang akan keluar tiap tahunnya. Contoh kecil saja SBMPTN 2016 yang baru saja aku ikuti, jujur soalnya super duper lebih susaah dibanding soal-soal SBMPTN sebelumnya. Teks-teks soalnya (bukan hanya bahasa Indonesia, namun semua pelajaran) panjang banget dua kali lipat daripada soal SBMPTN 2015, TPA nya lebih rumit.

Udah ah, nggak mau bahas lagi, bikin sedih aja, melebihi sedihnya ditinggal si dia #eh.

Oke Lanjuutt !!!

Pendaftaran

Pendaftaran UTUL tahun ini dibuka tanggal 3 Mei – 24 Mei 2016. Aku mendaftar tanggal 14 Mei pukul 05:58 WIB, tepatnya tiga hari setelah pengumuman SNMPTN dimana aku dinyatakan tidak lolos *senyumkalem. Banyak tahap yang kulalui di pendaftaran UTUL ini, diantaranya :

  • Pemilihan Lokasi Ujian
  • Pengisian Data
  • Upload dokumen
  • Pemilihan Program Studi
  • Penguncian Data
  • Pembayaran Pendaftaran
  • Cetak Bukti Peserta
  • Cetak Kartu Ujian

Aku memilih lokasi Yogyakarta karena jauh hari sebelum pegumuman SNMPTN, bapakku sudah memesan tiket ke Solo (biar dapet yang murah ceritanya). Di UTUL ini, aku memilih program studi sebagai berikut :

Pilihan 1 : Teknik Industri

Pilihan 2 : Kimia

Pilihan 3 : Biologi

Pilihan pertama karena memang tujuanku. Pilihan kedua karena kuotanya banyak (hehe). Pilihan ketiga karena memang plan B ku Biologi dan kebetulan kuotanya juga banyak (huehehe).

Sebagai tambahan, sebenarnya aku pengen jadi Dosen nih temen-temen, dan disiplin ilmu yang kurasa benar-benar sreg dengan hatiku ya cuma Teknik Industri dan Biologi, hehe.

Nih penampakan kartu Bukti Peserta-ku :

bukti

 

Walau ada kegiatan ‘Cetak Bukti Peserta’ ini, namun pas ujian berlangsung tenyata bukti peserta ini nggak di kasih lihat ke pengawas, melainkan Kartu Ujian berikut ini :

karttttYah,,,intinya kedua kartu ini aku bawa aja sih buat jaga-jaga, tak lupa pula ku print rangkap dua, yaa siapa tahu aja ntar butuh ya kan hehe. Pokoknya sedia payung sebelum hujan oke !

Ujian Tulis

UTUL UGM berlangsung pada tanggal 5 Juni 2016, bersamaan dengan SIMAK UI. Aku yang awalnya sedang berada di Semarang karena mengikuti tes UNDIP (sebenarnya bisa aja aku tes UM UNDIP dan UTUL UGM barengan di Yogya kalo aja ga salah milih lokasi ujian dan udah terlanjur dibayar -_-) akhirnya berangkat ke Yogya naik Joglosemar pukul setengah tiga sore dan sampai di Yogya pukul tujuh malam. Aku menginap di rumah Om Astho yang super duper baik menjemputku dan bapakku dari pemberhentian Joglosemar dan mampir lewat Sekolah Vokasi Teknik Mesin UGM di Jalan Yacaranda untuk sekedar survei lokasi.

Keesokan harinya, aku keluar rumah (rumah Om Astho lebih tepatnya) pukul enam pagi untuk mengantisipasi kemacetan dan ternyata benar aja,pas udah sampai di wilayah UGM, jalan-jalan pada rameeee banget dan maceettt bukan mayeeenn..

Sesampai di SV Teknik Mesin, aku segera mencari ruang ujian karena kemarin aku hanya lewat di depannya saja dan tidak sempat mencari ruang ujian karena hari sudah malam. Awalnya ku kira ‘prosesi’ mencari ruang ujian ini bakal lama banget karena pengalaman sebelumnya saat UM UNDIP, aku kebingungan mencari ruangan ujian karena alamat di web yang kurang sinkron dengan lapangannya. Namun, tenyata panitia UTUL UGM sudah mempersiapkan acara ini dengan sangat apik, di dinding dan di setiap kelokan ditempel petunjuk ruangan sehingga peserta dapat dengan mudah mencari ruang ujiannya.Bila di UNDIP aku butuh waktu hampir setengah jam cuma buat nyari ruang ujian, di UGM nggak sampe satu menit aku udah ketemu ruang ujiannya 🙂

Dan ujian pun berlangsung dari jam tujuh sampai jam setengah tiga sore. Sesi pertama aku mengerjakan soal TKD Saintek dimana aku hanya bisa menjawab 35 soal dari 75 soal TKD Saintek yang ada. Setidaknya lebih lumayan dibanding SBMPTN dah walaupun nggak bisa dibilang mudah juga.

Sesi kedua aku mengerjakan TKD Umum dan aku mengerjakan semua soal Bahasa Indonesia dan Inggris, kecuali pada Matematika Dasar, aku hanya bisa menjawab 12 soal dari 20 soal. Ketika LJK dikumpulkan, aku jadi kurang pede karena saat ku lihat panitia mengumpulkan LJK peserta yang lain, rata-rata LJK mereka pada penuh hiks hiks hiks :(.

Setidaknya aku sudah melakukan sebisaku.

Setelah TKD Umum, aku mengerjakan soal TKPA dan Alhamdulillah TPA nya nggak bikin serangan jantung kayak TKPA nya SBMPTN dan Alhamdulillah aku mengisi semuanya. Dan kurasa peserta lain sepertinya juga bisa mengerjakan soal TKPA nya dengan baik.

Saranku bagi teman-teman yang bakal ikut UTUL, jaga stamina ya, jangan sampai ngantuk, tidur yang cukup sehari sebelumnya dan jangan begadang. UTUL ini lumayan lama lho, setelah ngerjain TKD Saintek, kita bakal dikasih waktu istirahat 15 menit, setelah itu kita bakal ngerjain TKD Umum dan TPA tanpa jeda istirahat, mungkin agak terasa capek, mungkin juga kerasa ngantuk (apalagi diruanganku AC nya lumayan adem dingin gitu).

Beberapa orang mungkin pernah ngerasain seperti yang aku rasain kemarin, dimana ketika pertengahan waktu, aku ngerasa otakku buntu, aku baru bisa jawab bahasa Indonesia, namun Madas dan Inggrisnya aku belum jawab, dan yang kurasakan saat itu, antara lelah, bingung, nyerah, semacam frustasi gitu deh. Aku ngerasa ‘kok aku lama banget ya ngerjain soalnya ? otakku kenapa nih?’ . Aku merasa aku bakal gagal dan ga bisa jawab semuanya. Pokoknya ngerasa nyerah gitu deh, apalagi mengingat sebelumnya pas Saintek aku jawab dikit banget.

Terus aku diam sebentar. Pejamin mata. Kubayangkan wajah orang-orang yang mungkin bakal kecewa jika aku gagal. Bapak, Mamak, Nenek, Kakek, dan semua keluarga besar deh pokoknya. Aku berpikir, toh aku harus menyelesaikan ini semua. Ini lah tes yang ku tunggu tunggu dari dulu. Cuma ini jalan satu-satunya agar aku bisa masuk Teknik Industri UGM. Terus aku teringat kembali, sehari sebelumnya ketika aku masih di Semarang. Aku ingat ketika itu teman bapakku datang dan dia membawa istri serta anaknya. Anaknya kuliah di UGM jurusan Teknik Sipil. Anaknya dulu juga ga keterima SNMPTN sama sepertiku dan akhirnya dia ikut ujian di Undip, UGM, dan Politeknik Negeri Semarang. And Finally, dia lolos di Teknik Sipil UGM. Aku berpikir, kok aku mau sih kalah sama dia ?

Dan akhirnya aku ngerjain soal lagi deh, aku ngerasa seperti ada suntikan semangat, Madas yang awalnya ga tau mau aku isi pake apa akhirnya keiisi juga 12 nomor dan rasanya Alhamdulillah deh, soalnya aku ga pintar-pintar banget di MTK.. Serius deh. Nilai UN MTK ku cuma 50 berapa gitu.

UTUL hari itu di awali dengan doa yang dipimpin oleh pengawas ujian, dan kututup dengan sholat Dzuhur musholla dan berdoa semoga Allah memberikan yang terbaik bagiku.

Pengumuman

Pengumuman UTUL UGM baru akan keluar hasilnya tanggal 1 Juli nanti. Doakan aku semoga mendapat hasil yang terbaik ya teman-teman 🙂