Buat Muslimah, Lakukan 6 Cara Efektif Ini Agar Kamu Tidak Super Duper Baper

Baper bahasa yang lagi ngetren ya guys, anak muda jaman sekarang tentu pasti sudah tahu dan menggunakan bahasa gaul ini. Yup, baper artinya bawa perasaan atau bisa disebut juga sensitif.

Memang sich punya hati sensitif itu repot, ribet dan gak nyaman, secara semua yang terjadi dalam kehidupannya dimasukkan dalam hati.  Entah itu cuma karena pesan gak dibalas, di cuekin saat berpapasan atau ngajak ngomong gak di respon.

Bagi muslimah yang sensitif akan jadi pikiran seharian, wah gak kebayang rasanya seperti apa, yang pasti selain gak nyaman, tentu hubungan ke depan juga renggang, ah namanya juga perasaan doank, belum tentu juga kayak gitu.

Tapi namanya orang baper itu memang susah cueknya, pokoknya apa-apa di bawa ke dalam hati. Apalagi kalau urusan sama lelaki, waduh baper nya berhari-hari, malas makan dan malas mandi, haduh bau donk!

Buat kamu, muslimah yang sering baper, kamu memang tidak bisa berubah tapi ada 6 cara efektif agar baper kamu tidak jadi super duper baper.

1.Nikmati Setiap Sujud dan Tilawah Kamu

thayyiba.com

Jika kamu baper, tips yang pertama yang perlu kamu lakukan adalah bawa baper kamu pas saat kamu sujud, rasakan betul bahwa itu sedang menghadap ALLAH, rasakan betapa nikmatnya sujud bersimpuh pada ALLAH.

Perasaan kamu harus bener-bener kamu bawa, sampai menetes air mata. Begitupun saat kamu tilawah alquran, rasakan perasaan kamu ketika membaca ayat-ayat yang berisi siksa dan ingat pada dosa-dosa mu.

Jadi kamu akan merasakan betul nikmatnya baper beribadah, sehingga saat baper rurusan dunia akan terasa kecil dan mudah diatasi.

2.Kurangi Banyak Omongan

ayo-berjilbab.blogspot.com

Jika baper itu karena banyak perkataan yang dikeluarkan, banyak ngobrol atau banyak ngerumpi tidak jelas, mending kamu kurangi. Berkatalah seperlunya saja, berkata yang bermanfaat dan tidak menyinggung teman.

Banyak omongan itu juga berbanding lurus dengan dosa lho, semakin banyak yang kamu katakan, semakin banyak dosa yang kamu lakukan, hayoo ! diingat betul ya.

3.Kurangi Gaya dan Keinginan

serambiummah.tribunnews.com

Alasan baper berikutnya adalah karena kamu terlalu banyak gaya, sombong atau terlalu banyak keinginan. Jika kamu sering ganti gaya, tentu akan muncul omongan orang, prasangka orang dan tentunya kritikan orang .

Kurangi juga keinginan kamu yang banyak itu, jika tidak banyak yang kamu dapatkan tentu kamu akan baper bin stres, akhirnya merasa paling bodoh, paling norak, paling ketinggalan jaman, ujung-ujungnya kamu minder dan menyendiri , hilang dari pergaulan.

4.Sibukkan dengan Kebaikan

muslimdaily.net

Cara berikutnya jika kamu  masih saja baper, bingung mikir ini dan itu yang gak ada hasilnya, mending kamu buat agenda yang rutin dan jelas tentunya agenda kebaikan.

Disitu kamu bisa belajar fokus untuk mikir agenda itu, jadi kamu gak kepikiran dengan urusan yang lain. Atau kamu juga bisa nyalurin hobi terpendam kamu, entah nulis buat cerpen, puisi apalah pokoknya, yang penting hobi yang positif.

5.Buat Jadwal “Me Time”

blogher.com

“Me time”ini penting buat kamu lho, dengan banyaknya urusan dan pikiran sehingga buat kamu baper tidak karuan.

So kamu kudu buat me time, biar kamu fresh kembali, energi kamu terisi penuh sehingga siap dan semangat menghadapi kesibukan dan keruwetan hidup kamu.

6.Nikmati dan Ikhlaskan

duniajilbab.tumblr.com

Jika kamu masih saja baper terus-terusan, kamu mungkin memang tidak bisa merubah diri kamu, cara yang paling bagus adalah nikmati saja rasa baper tersebut. Jika butuh nangis, ya nangis saja, butuh pergi, ya pergi saja, tapi kembali lho.

Hati sensitif itu bagian dari rencana dan ketetapan dari ALLAH, itu merupakan hadiah dari ALLAH buat kita, jangan merasa itu sebuah kekurangan, justru disaat tertentu akan menjadi kelebihan kamu kok, percayalah.

So, di suatu waktu tertentu nikmati saja perasaan itu, biarkan mengalir indah, rasakan manis dan pahitnya, insyaALLAH asal kamu bertahan akan menjadikan kamu lebih kuat.

Semoga bermanfaat ya mus.. muslimah!

Sumber : http://www.tandapagar.com/cara-efektif-ini-agar-kamu-tidak-super-duper-baper/

Advertisements

Lucu rasanya

Lucu rasanya

ketika ku menikmati kesedihan ini  sendiri

bukan karena tak ingin berbagi dengan yang lain

namun karena sakit ini rasanya nikmat untuk dikonsumsi sendiri

.

Lucu rasanya

ketika berharap ada yang akan peka

namun rasanya makin makan hati sendiri

makin sakit hati sendiri

makin nikmat rasanya di diri

.

Lucu rasanya

ketika ada dua topeng di wajahmu

ku bingung menanggapi dengan apa

rasanya hanya ingin tertawa hahaha

Tentang Meluangkan dan yang Diluangkan

“Waktu adalah salah satu hal terindah yang bisa “diberikan” dari seorang manusia kepada manusia lainnya. Kau tahu mengapa? sebab ia rela memberikan sebagian jatah hidup “miliknya” yang tak kan pernah kembali “hanya” untuk mengurus manusia lainnya. Maka untuk siapapun yang selalu ada untukmu, menjawab segala ocehanmu, mendengarkan segala keluh kesahmu, dan bersabar dengan segala tingkah kekanakanmu, doakan agar ia memiliki waktu yang berkah. Berterimakasihlah atas pilihannya untuk selalu “ada” bagimu”
.
Aku pernah mengalami keadaan dimana aku membutuhkan bantuan, mencari seseorang, dua orang, tuk memberiku petunjuk akan hal yang kuhadapi. Ku mencari di sana sini, namun tak ku temui. Semuanya sibuk sendiri.
.
Dan Aku juga pernah mengalami keadaan, dimana seseorang, dua orang, banyak orang membutuhkanku. Entah karena mereka butuh bantuaku, atau pun hanya butuh sekeping keberadaannya aku saat itu. .
.
Terkadang kita berpikir, kemana orang-orang ? kemana mereka disaat aku membutuhkan ?
.
Namun terkadang ku juga berpikir, apakah aku ada di saat mereka membutuhkanku ?
.
Terkadang aku berpikir, mengapa mereka datang hanya di saat butuh bantuan? ketika ada apa-apa ?
.
Namun terkadang ku juga berpikir, sejauh mana kepekaanku untuk selalu ada untuk mereka, butuh atau tidaknya mereka.
.
Mungkin ini tentang sudut pandangku. Tentang bagaimana aku menyikapi akan hal-hal di sekitarku.
Menyikapi tentang sikap yang ku dapati,
Menyikapi tentang arti sebuah kehadiran,
Menyikapi tentang arti dari ada dan tidaknya aku,
atau mungkin tentang hal hal lain

Hunej

Awalnya ku kira jenuh itu sebuah hal yang mustahil

namun kini hal itu terasa wajar… sangatlah wajarr..

 

ku kira kecewa padamu adalah hal yang tak mungkin terlintas dibenakku

namun kini hal itu terasa biasa… sangat biasa

 

ku kira berada di jalan ini adalah mudah

namun banyak hal mengikis sedikit demi sedikit keyakinanku

 

ku kira ada nya kita membuat segalanya lebih baik

namun mungkin aku yang terlalu berharap lebih

 

lewat rintik hujan

ku kirimkan luapan lelahku

dari dasar hati yang paling dalam

 

lewat rintik hujan

ku teriakkan semua keluh kesahku

berharap rasa kecewa ini sirna

walau rasanya hanya khayalan belaka

 

mungkin menjauh adalah yang terbaik bagiku

mungkin menghindar dapat mengobati segala laraku

karena hakikatnya

terbiasa tak terlibat, akan menjadi lupa

dan semoga

itu cara terbaikku tuk melupakanmu

Itu Pasti Sedih

ketika kau berharap lebih

namun ternyata dikecewakan

itu pasti sedih

.

ketika kau berharap dia selalu ada untukmu

namun nyatanya dia selalu ada untuk yang lain

itu pasti sedih

.

ketika kau sedang bersemangatnya

namun tak ada respon, tak tertanggapkan

itu pasti sedih

.

ketika kau butuh seorang dua orang

namun mereka tak pernah ada

itu pasti sedih

.

ketika kau sedih sendiri

dan mereka malah menyalahimu

itu pasti sedih

.

ketika kau mencoba untuk meringankan

namun kau dianggap memberatkan

itu pasti  sedih

.

ketika kau mencoba memikir positif

namun fakta yang ada justru negatif

itu pasti sedih

Resolusi 1439 H

Assalamu’alaikum wr wb

Helo temen-temen blogku yang baik budiman, apakabar ?

huaa pasti udah pada rindu kan ya nungguin postinganku beberapa bulan terakhir??

Maapin yaak, jadwalku emang rada padat, maklum orang sibuQ

Ada konser

Tour 10 benua

nge MC dimana-mana

gala dinner dengan tokoh-tokoh ternama

ngisi acara disana sini…

dan…

CUKUP

oke cukup.

Maap yak alay. efek mau quiz statistika industri jadi kaya gini dah gua hehe.

.
Bismillah

okeee, di pagi hari yang cerah ini, aku ingin membuat Resolusi di tahun 1439 Hijriah ini …

A to the Ziq

Apa aja resolusinya ?? kuy cekidot

1 . Qurban 1 Kambing / sepertujuh sapi

Motivasi ini muncul ketika aku mengikuti kepanitiaan Bakti Sosial Idul Adha (BALADA) di Al Hadiid, dimana ngerasa gimana gitu ketika ngajakin orang buat Qurban, tapi aku sendiri sebagai panitia belum bisa qurban, cuma bisa ikut patungan sedekah doang. aku sadar, mungkin persiapanku juga yang kurang mateng dalam menghadapi hari raya Idul Adha, mungkin dari sana, aku bisa belajar untuk mempersiapkan hari raya Idul Adha di tahun selanjutnya dengan menabung uang sedikit demi sedikit agar nanti bisa kebeli 1 kambing buat makan sehari-hari, eh salah, buat di qurban-in maksudnya ya.

2 . Sebentar ya mikir dulu, kira2 apalagi yaw resolusinya

 

 

Buat Kamu Yang Sering Galau, Wajib Baca Ini

Habis lebaran gini, biasanya undangan berdatangan dari teman-teman. Syawal benar-benar seperti bulan ‘berbuka’ untuk mereka yang ‘berpuasa’. Iya, apalagi kalau bukan menikah.

Kadang ada sedih menyelisip di relung hati kita, “Giliranku kapan ya?”. Begitu jiwa ini sering bertanya dan entah kapan datang jawabannya. Si galau datang lagiii gak pergi-pergi.

Kalau sudah begini enaknya menyepi menyendiri. Baring-baring di kamar, pasang earphone, putar lagu sendu, dan.. yeay, hujan! Pas banget bikin suasana semakin romantis melankolis mengiris-iris.

Well, well, kalo sudah begini, siapa sebenarnya yang bikin si galau awet menemani? Gimana gak jadi galau terus-terusan kalau kitanya memang tak mau beranjak dari situasi tersebut? Jangan-jangan kita memang pribadi yang senang bergalau ria. Selamat deh ya, waktumu terbuang, perasaanmu super mellow meratapi diri, dan asli gak produktif abis.

Trus gimana donk biar kita berubah, gak sering-sering galau negatif macam ini? Yok deh simak dulu tipsnya.

  1. Berhenti Mendengarkan Lagu Galau

“Hanya kepedihan / Yang s’lalu datang menertawakanku

Engkau belahan jiwa / Tega menari indah di atas tangisanku…”

Buat kamu yang masih suka dengerin lagu-lagu galau, berlirik cengeng, bernada sendu mendayu-dayu, aduuuuh… berhentiii, berhenti!

Lagu kayak gitu cuma bikin jiwa kamu lemah, hati kamu makin gundah, dan airmata bertambah-tambah. Hati-hati dengan apa yang kita dengar. Terlebih lagi mendengarkan lagu yang melibatkan emosi mendalam, sudah pasti akan tertanam di alam bawah sadar. Percayakah kamu bahwa perasaan dapat menarik hal-hal sejenis terjadi? Jika kita bahagia, maka kita akan menarik kebahagiaan di sekeliling kita. Begitu pula halnya jika kita sedih melulu, segala kemalangan biasanya senang mendekat padamu.

Mulai sekarang berhentilah melemahkan diri. Stop dengerin lagu-lagu cengeng ya!

  1. Hindari Sering Bergaul Dengan Orang Galau

Energi itu tular-menular. Maka pastikan sekelilingmu penuh dengan energi positif. Deket-deket orang yang sering galau biasanya jadi nular lho. Makanya kalau temenmu banyakan yang suka galau, hati-hati deh. Bisa dipastikan kamu akan mirip-mirip seperti mereka juga.

Lalu gimana kalau kita memang sering jadi tempat curhat? Kan ketumpahan galau mulu..

Gampang, kuncinya kita selalu fokus pada solusi. Sehingga setiap curhatan menemukan penyelesaiannya, gak cuma langganan dicurhatin doang. Bosen kan dicurhatin itu lagi-itu lagi setiap hari?

  1. Ikut Banyak Kegiatan Positif

Yang bikin setiap masalah kepikiran terus dan bikin kita menggalau biasanya karena kita banyak waktu luang. Coba aja, begitu kita senggang, kita akan sering kepikiran si dia. Putusin gak ya.. tapi kangen.. tapi takut bermaksiat sama Allah.. en de blab la bla. Wah, peluang banget buat syetan memainkan panah-panah beracunnya dalam pikiran kita.

So daripada kamu buka gerbang hati buat bergalau ria, buruan cari kesibukan yang positif. Ikutlah ekskul, kepanitiaan di kampus, komunitas remaja masjid, organisasi, les dan sebagainya. Insyaa Allah kalau kita sibuk dengan kebaikan, hati gak akan mudah galau.

  1. Rajin Datang Pengajian Rutin

Yang ini sudah pasti jadi nutrisi hati. Iman terjaga, taqwa dipelihara. Kok bisa?

Iya donk, sebab dengan datang pengajian rutin, ruhiyah kita akan ter-charge terus. Kita diingatkan berulang kali tentang akhirat. Tentang dunia yang cuma sementara. Tentang hal-hal yang jauh lebih penting daripada mikirin si dia. Hidup ini singkat, Dear. Dan iman itu naik dan turun. Makanya kita perlu lingkungan kondusif yang menjaga agar iman itu meningkat. Jika kamu belum temukan kelompok pengajian rutin, carilah. Temukan guru atau kakak pembimbing yang bisa menjadi tempat kita bertanya, curhat, juga saudara-saudara seiman yang saling mengingatkan.

Okay, coba diterapin ya. Mudah-mudahan penyakit galau negatif itu cepat hilang dari pribadi kita. Galaulah yang positif. Galau mikirin ummat yang  sedang tertimpa masalah, galau soal membalas kasih orangtua, dan semua yang bernilai manfaat. Siap? Yuk!

picture : https://id.pinterest.com/pin/103301385174833550/

 

Sumber :

https://www.elmina.id/buat-kamu-yang-sering-galau-wajib-baca-ini/