SBMPTN UGM atau UTUL UGM ?

ujian-masuk-ugm

Helo helo helo

Kebetulan, saat ngecek blog malem ini, aku menemukan sesuatu yang unik di search-term blogku, dimana ternyata ada yang nge-googling dengan kata kunci ‘Pilih UTUL atau SBMPTN UGM’

Hem…. kira-kira pilih yang mana yaaa ?? hehe

Pilih dia aja bisa ngga ??

Eh…. fokus…fokus…

Sebenarnya aku juga ngga bisa dibilang pakar dalam hal ini, namun aku hanya ingin berbagi pengalaman dan sharing-sharing dikit mengenai hal ini karena kebetulan tahun lalu aku mengikuti SBMPTN (dan memilih UGM sebagai tujuanku) dan UTUL UGM.

Maklum… UGM saat itu harga mati. Hehe…

Walau pada akhirnya yang ada dipikiranku bukan lagi ‘UGM harga mati’ melainkan ‘PTN harga mati’

If you know what i mean lah hehehehe

Oke. Kembali ke topik….

Jadi…. Pilih SBMPTN UGM atau UTUL UGM ?

Mana sih yang lebih mudah ? SBMPTN dan milih UGM, atau UTUL UGM ?

Gaada yang lebih mudah,, dua-duanya susaah hiks ๐Ÿ˜ฆ

Hehe gadeng, bercanda, dua-duanya bakal terasa mudah kok kalo kita rajin belajar ๐Ÿ™‚

Aku sharing pengalamanku tahun lalu yaa ๐Ÿ™‚

Jadi, tahun lalu itu pas SBMPTN pilihan pertamaku adalah Teknik Industri UGM, Teknik Industri UNS dan Biologi UGM. Sedangkan di UTUL UGM (UTUL 1), aku milih Teknik Industri, Farmasi, dan Biologi.

Bagiku waktu itu, Teknik Industri UGM harga mati, kalo emang gabisa di UGM, setidaknya Teknik Industri di PTN lain deeh (walau pada saat itu aku masih gamau memikirkan kemungkinan bakal ga lolos di TI UGM hehe) sehingga selain UTUL, aku juga ngikutin UM UNDIP, SM UNS, SPMK UB dan Mandiri ITS.

So, ketika kamu emang niat banget masuk TI UGM contohnya, kalo aku pribadi sih mikirnya aku harus mengikuti segala cara buat bisa dapetin TI UGM itu, baik itu lewat SBMPTN maupun UTUL, ga peduli katanya SBM lebih susah, jadi pas milih SBM yang prodinya kira2 lebih mudah aja, biar kalo lolos ada cadangan, atau sebaliknya, karena katanya UTUL lebih mudah, jadi ikut UTUL aja.

Ga ga ga .

Lagian kita gabisa menilai sesuatu hanya dengan modal “katanyaa…”, ” kata temennya”, kata temen temennya…” dan kawan-kawannya.

“kalo kata hatinya boleh ngga ?”

Holoh holoh ;(

Lagian, kita ngga tau kan seberapa besar tepatnya peluang kita ketika milih prodi A di univ B secara pastinya.

Loh, kan ada passing grade ??

Hehe, menurutku kita juga ngga bisa terlalu terpaku passing grade, karena nilai passing grade itu berasal dari data tahun sebelumnya dan belum tentu bisa relevan dengan tahun berikutnya mengingat minat tiap orang beda-beda, tipe soal juga beda dikit dari sebelumnya, dan banyak lagi faktor yang membuat adanya perbedaan minat seseorang terhadap suatu prodi di univ tertentu.

Contohnya, tahun lalu yang minat prodi A di univ X ada 1000-an orang dan passing gradenya adalah 90% (kurang tinggi ya? hehe, gapapa deh kan cuma contoh).

Nah, tahun berikutnya, pendaftar di prodi dan univ tersebut hanya sekitar 100-an karena banyak yang nyerah ketika ngeliat passing grade yang tinggi banget itu, alhasil ? bisa jadi passing gradenya turun, atau kemungkinan lainnya.

So… apa cara pasti agar lolos di prodi dan univ yang kita inginkan ?

Belajar. Belajar. Belajar..

Dan jangan lupa berdoa. beribadah. karena percuma ketika kita berusaha keras namun kita tidak mendekatkan diri pada sang pemutus takdir.

AzeQ. Serasa kayak lagi ngisi kajian wkwk.

Belajar..

Klise memang,. Tapi ya emang gitu. Jujur dulu2 aku tuh terlalu sibuk menganalisis ini itu entah itu peluangku masuk di prodi X, Y, Z di univ A, B, C, sampe-sampe jadi lupa belajar.

Engga lah, bukan lupa belajar, ya mungkin bisa dibilang kurang maksimal.

Kenapa ? Mungkin karena aku TAKUT kali yaa…. hehehehe…

Takut banget malah, serasa bila ngga dapet sesuai yang kuharapkan, aku lebih baik mati aja,,, hehe

Hehe, engga deh, ngga sealay itu, walau ada saat dimana pernah ngerasain yang kaya gitu.

Tapi Alhamdulillah Allah masih memberiku kesempatan untuk merasakan belajar di jurusan yang kuinginkan, walau bukan di Univ yang kuharapkan. Dan kondisiku ?

Alhamdulillah aku ngga stress lalu loncat bunuh diri dari lantai 7 Gbti kok hehehe ๐Ÿ™‚

Oh iya, aku cuma mau ngasih kata-kata. Mungkin lebih tepatnya curahan hati. Khususnya buat kamu yang lagi galau bingung milih jurusan dan Univ.

Ketika nantinya kamu lulus di jurusan dan Univ yang kamu harapkan, Selamat ya.ย  Jangan lupa bersyukur, bersyukur dan bersyukur. Banyak banget orang yang pengen seperti kamu namun ngga kesampean. Jangan terlalu berpuas diri juga, bisa jadi itu anugerah, bisa jadi juga itu sebuah cobaan, cobaan apakah kamu masih tetap memiliki tekad yang kuat ketika Tuhan telah mengabulkan permintaanmu. Itu bukan final, namun masih awal. Karena nantinya di akhirat kamu ga bakal ditanya dimana kamu lulus dan jurusan apa, namun yang ditanya adalah “seberapa banyak kamu memberikan manfaat pada orang lain ?”. Ketika kamu lagi males, bosan, atau sebagainya, ingatlah lagi pada awal dimana kamu berjuang mati-matian untuk mendapatkan apa yang kamu capai saat ini. Masih banyak yang belum beruntung seperti kita. So, janganlah merasa cukup bila itu terkait menunut ilmu, karena ilmu itu semakin dipelajari semakin haus lah kita karena menyadari bahwa banyak sekali ilmu yang belum kita ketahui.

Namun, bila kamu ngga lulus baik itu di Univ yang kamu inginkan maupun di jurusan yang kamu inginkan…. Ambil hikmah dari itu semua. Tuhan tidak memberikan apa yang kamu inginkan, namun Dia memberikan apa yang kamu butuhkan. Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu, boleh jadi pula kamu tidak menyukai sesuatu padahal itu baik bagimu. Selalu positif thinking dan besyukur. Sekali lagi, bersyukur, masih banyak yang malah ngga punya kesempatan buat kuliah, kenapa kita yang udah punya kesempatan malah menyianyiakannya begitu saja ?

Betewe sekia deh yaa sharingku pada malam hari ini. Sekali lagi ini hanya pemikiranku, ambil baiknya, dibuang buruknya yaaaa.

Maaf bila ada salah kata. Wassalamualaikum wr wb. ๐Ÿ™‚

 

 

 

Minggu Pertama Semester Dua >_<

Assalamu’alaikum wr wb

Halooo teman-teman, wah udah genap seminggu nih kuliah, kali ini aku ingin bercerita tentang minggu pertamaku kuliah di semester dua ini.

Kuliah semester dua ini dimulai pada tanggal 20 Februari 2016. For the first time, aku menjalani kuliah dengan sistem SKS yeayy…

Mata Kuliah apasajakah yang akan ku hadapi di semester ini ??? Jreng Jreng Jrengggggg

  1. Fisika (2 SKS + 1 SKS praktikum)

Untuk Fisika, aku kembali diajar oleh Pak Choiri dan Bu Dwii yeaayyyy asyikkk…Aku seneng bangettt..Beliau-beliau adalah dosen fisikaku disemeter lalu. Materi fisika yang akan kupelajari seperti Kalor, Termodinamika, Gelombang Bunyi, Hukum Coloumb, Medan Listrik, Potensial, Arus Hambatan dan Hukum Ohm, Daya Listrik, Medan Magnet, dan kawan-kawannya.

2. Pengantar Ekonomika (2 SKS)

Kalo matkul Pengantar Ekonomika dosennya adalah Pak Radit dan Pak Suluh. Untuk materi ini aku excited bangeettt, menurutku ilmu ekonomi adalah ilmu yang juga penting dipelajari oleh setiap orang, tidak hanya orang-orang yang kuliah di soshum saja, toh setiap aktivitas kita sehari-hari juga erat kaitannya dengan ilmu ekonomi.

Oh iya, untuk matkul ini, aku menggunakan banyak buku referensi, salah satunya buku ini :

 

Imut ya covernya hehehe… awalnya aku sempat salah mengira bahwa judulnya adalah Case Fair, eh ternyata judulnya “Teori-Teori Ekonomi” hehehe *yak *garingsih sebenernya

3. Biologi

Hari selasa aku belajar Biologi bersama Bu Dewi. Teknik ada biologi ?? Hoho iya dongss.. mantep kan ??. Biologi yang akan kupelajari ini lebih menjurus ke materi-materi yang mendukung di matkul ergonomi nanti. Lagi-lagi rasanya aku semangattt banget, kebetulan sebelumnya aku juga pernah berinteraksi dengan bu Dewi saat mengerjakan proposal PKM, beliau baik bangett, sabarr, dan ketika beliau menjelaskan rasanya paham gitu.

4. Statika Struktur

Selain Biologi, hari selasa aku juga belajar Statika Struktur bersama Pak Himawan. Beliau juga dosen Menggambar Teknik ku di semester lalu. Beliau ramah, murah senyum, kalo ngajar berwibawa bangettt.. aku sukaaa.. Statika struktur ini mirip-mirip matkul sipil (ato mungkin lebih tepatnya emang matkul teknik sipil ?).Namun untuk teknik industri dibatasi hanya mempelajari hal-hal statis ajaaa, yaitu hal-hal yang diam, bukan yang bergerak / dinamis.

5. Elemen Mesin

Hari Rabu aku belajar Elmes (singkatannya rada keren-keren gitu ya hihi, kayak nama merek apaa gitu). Dosennya adalah pak Oyong. Beliau santai dan lucuuuuu banget dikelas sehingga materi yang diajarkan lebih masuk ke otak, karena setiap mengingat materi yang beliau ajarkan bakal keinget juga dengan hal-hal lucu yang beliau sampaikan saat kelas.

6. Statistika Industri I

7. Aljabar Linier

8. Proses Manufaktur

Prosman sama pak Himawan laggiiiiiii yeayyyyy..

9. Bahasa Indonesia

10. Pendidikan Agama Islam

Untuk agama di kuliah ini, aku tidak

 

Semangat Semester Duaaaa !!

tumblr_static_tumblr_static_7qtu92fd3bc4koggsgkk4k8c8_640

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tepat tanggal 20 Februari ini, aku resmi memasuki semester kedua kuliah di Universitas Brawijayaaa.. Yeyyy !!

Hari yang spesial ini kuawali dengan makan dua bungkus mie instan rasa soto.

Sip.

Pinter.

Okey. Aku tidak akan menceritakan motivasiku makan mie instan dua bungkus ataupun hal lainnya. Kali ini aku ingin menceritakan tentang apa yang kupikirkan di semester dua ini. Tentunya sebelum sampai ke titik ini, aku harus melewati semester satu yang penuh tantangan dan hambatan.. (lah kok kayak ninja warrior -_-)

Seperti kebanyakan orang yang sedang menjalani sesuatu di awal-awal, pasti bawaannya semangaattt banget, sama halnya sepertiku yang sedang bersemangat sekali di awal semester ini. Namun aku berharap semangat ini tak hanya bertahan beberapa hari kedepan sebelum akhirnya sirna tak berbekas dan menjatuhkanku ke jurang kelam nan suram. Ih ngomong apasih aku hehe.

Hmmm baiklah.. mulai darimana yaa hehehe

Mungkin bisa dimulai dari banyak SKS yang kuambil di semester ini. Di semester genap ini, aku mengambil 21 sks setelah melewati serangkaian konsultasi mulai dari konsultasi ke Dosen PA, orangtua, temen-temen, temen-temen lagi, sampe konsultasi sama pohon di Gazebo FK. (Ah aneh, kenapa mesti pohon di Gazebo FK coba -_-) karena sebelumnya aku pengen ngambil 24 sks. Cerita tentang pergulatan hati mengenai 21 sks atau 24 sks ini mungkin akan kuceritakan lebih lanjut di postingan berikutnya hehehew.. tetap sering-sering nge stalk blogku yaak wkwk

Lalu, apa yang akan kulakukan di semester dua ini ?

Yang pastinya belajar. Meningkatkan IP, seperti wejangan dari dosen PA ku.

Yang kedua, aku kepikiran pengen ikut UKM atau organisasi atau semacamnya. Organisasi yang sudah terencana dalam benakku kali ini adalah Al-Hadiid, yaitu rohis-nya Fakultas Teknik UB. Entah kenapa rasanya aku sukaa ajaa ikut organisasi yang islami-islami gitu, harapannya biar aku bisa berkumpul bersama orang-orang yang kuharap dapat memberikan pengaruh baik padaku dan membimbingku ke jalan yang benar.

Lagian, rasanya asyik gitu ketika kita bisa menyibukkan diri kepada kegiatan-kegiatan yang insyaAllah membawa kita lebih dekat dengan Allah. Misalnya nih ya, kalo aku ikut Al-Hadiid, kemungkinan aku bakal lebih sering ke musholla teknik, dan mungkin bakal lebih sering sholat jamaah disana. Atau misalnya karena aku ikut Al-Hadiid, pastinya aku serasa punya dorongan lebih mengikuti kegiatan keislaman seperti kajian-kajian atau yang lainnya mengingat aku sebagai anggota juga bertanggung jawab pada berjalannya kegiatan yang diadakan disana. #azeekk

Yha setidaknya hal tersebut jauh lebih menguntungkan bagi diriku sendiri ketimbang bila aku gabut ga ikut kegiatan apa-apa. Yang ada aku malah bakal melakukan hal-hal nirfaedah seperti nongkrong-nongkrong makan roti di Indo***** Point (fyi, kebiasan burukku baru-baru ini adalah pergi ke Indopoint sendirian trus ngehabisin uang puluhan ribu -yang harusnya bisa buat beli makan seminggu- cuma buat beli sari roti plus susu kotak yang berpotensi menambah berat badanku berkilo-kilo banyaknya ._.- you know lah makanan di Indopoint harganya yaaa agak agak gimanaa gitu)

Yaps selain organisasi, aku juga ingin ikut UKM olahraga untuk mendukung salah satu resolusiku di tahun 2017 yaitu berat badan turun 20 kg. Mangstappp

Untuk olahraga apa yang pengen kuikuti, aku masih bingung. Aku pengen ikut memanah, pengen ikut badminton juga, pengen karate,,, huaaa semuanya pengen ._.

Wassalam

 

Casan Laptop Baruu

Assalamualaikum wr wb

Haloo teman-temannn

Kali ini aku ingin bercerita tentang pengalamanku kemarin dalam rangka mencari cas laptop baru…..yang akhirnya membuatku bisa menulis blog sekarang.

Yeyyy yeyyy ulalaaa…. Alhamdulillah…

Jadi.. mungkin aku bakal menceritakan dulu asal mula rusaknya cas laptopku satu bulan yang lalu, yaitu ketika aku dan temanku Naila lagi ngerjain data kepulangan teman-teman satu angkatan saat liburan.

Saat itu aku lagi mindahin laptopku dari kos ke gama, biar bisa ngerjain bareng teman-teman yang lainnya. Namun ngenesnya pas udah nyampe gama cas laptopku ngga hidup :(.

Terus aku pulang lagi ke kosan karena aku mengira mungkin colokan listrik di gama yang lagi rusak

Eh pas udah nyampe kosan, ternyata cas laptopku yang memang bermasalah hiks hiks hiks ๐Ÿ˜ฆ

untung aja data yang kubuat bersama naila udah di copy ke flashdisk.

Dan sejak saat itu, hari-hari kujalani tanpa bermain laptop.

Separuh jiwaku terasa hilang.

Iya sih agak lebay tapi beneran…. tanpa laptop rasanyaa… aku hampa.

ato mungkin aku emang yang terlalu tergantung dengan laptop ya ๐Ÿ˜ฆ

Yak singkat kata aku bela-belain pergi ke Klaten, Jawa Tengah buat nyari cas laptoku…

Hehe ngga deng

Jadi pas liburan, aku pulang ke Klaten, dan ketika itu lagi ada Pasar Legen. Aku dan bapakku mencoba mencari cas-cas latop yang bekas dengan harapan bisa diperbaiki dan dipakai untuk mengecas laptopku nantinya.

Hehe kok miris ya.

Tapi singkat cerita akhirnya ngga jadi beli karena ngga tau kulaitas cas disana masih bagus atau ngga, aku dan bapakku ngga bisa ngecek karena letak pasar Legen itu di tengah lapangan yang tidak memungkinkan adanya sumber listrik yang disediakan untuk pada pedagangnya.

Yak singkat cerita aku baru mencari lagi ke malang

duh sumpah ini males ngelanjutin blognya ๐Ÿ˜ฆ

aku laper ๐Ÿ˜ฆ aku makan dulu ya ๐Ÿ˜ฆ

Bukan Pria Idaman

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

cinta-dalam-diam

Manusia idaman sejati adalah makhluk langka. Begitu banyak ujian dan rintangan untuk menjadi seorang idaman sejati. Kebalikannya, yang bukan idaman malah tersebar ke mana-mana. Inilah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini. Siapakah pria yang tidak pantas menjadi idaman dan tambatan hati? Apa saja ciri-ciri mereka? Mudah-mudahan -dengan izin Allah- kami dapat mengungkapkannya pada tulisan yang singkat ini.

Ciri Pertama: Akidahnya Amburadul

Di antara ciri pria semacam ini adalah ia punya prinsip bahwa jika cinta ditolak, maka dukun pun bertindak. Jika sukses dan lancar dalam bisnis, maka ia pun menggunakan jimat-jimat. Ingain buka usaha pun ia memakai pelarisan. Jika berencana nikah, harus menghitung hari baik terlebih dahulu. Yang jadi kegemarannya agar hidup lancar adalah mempercayai ramalan bintang agar semakin PD dalam melangkah.
Inilah ciri pria yang tidak pantas dijadikan idaman. Akidah yang ia miliki sudah jelas adalah akidah yang rusak.
Ibnul Qayyim mengatakan, โ€œBarangsiapa yang hendak meninggikan bangunannya, maka hendaklah dia mengokohkan pondasinya dan memberikan perhatian penuh terhadapnya. Sesungguhnya kadar tinggi bangunan yang bisa dia bangun adalah sebanding dengan kekuatan pondasi yang dia buat. Amalan manusia adalah ibarat bangunan dan pondasinya adalah iman.โ€ (Al Fawaid)
Berarti jika aqidah dan iman seseorang rusak -padahal itu adalah pokok atau pondasi-, maka bangunan di atasnya pun akan ikut rusak. Perhatikanlah hal ini!

Ciri Kedua: Menyia-nyiakan Shalat

Tidak shalat jamaโ€™ah di masjid juga menjadi ciri pria bukan idaman. Padahal shalat jamaโ€™ah bagi pria adalah suatu kewajiban sebagaimana disebutkan dalam al Qurโ€™an dan berbagai hadits. Berikut di antaranya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, seorang lelaki buta datang kepada Rasulullah shallallahu โ€™alaihi wa sallam dan berkata,

ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูู‰ ู‚ูŽุงุฆูุฏูŒ ูŠูŽู‚ููˆุฏูู†ูู‰ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู. ููŽุณูŽุฃูŽู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฑูŽุฎู‘ูุตูŽ ู„ูŽู‡ู ููŽูŠูุตูŽู„ู‘ูู‰ูŽ ููู‰ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ู ููŽุฑูŽุฎู‘ูŽุตูŽ ู„ูŽู‡ู ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ูˆูŽู„ู‘ูŽู‰ ุฏูŽุนูŽุงู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ู‡ูŽู„ู’ ุชูŽุณู’ู…ูŽุนู ุงู„ู†ู‘ูุฏูŽุงุกูŽ ุจูุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ยป. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู†ูŽุนูŽู…ู’. ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ููŽุฃูŽุฌูุจู’ ยป.

โ€Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi saya untuk mendatangi masjid.โ€ Maka ia meminta keringanan kepada Rasulullah untuk tidak shalat berjamaโ€™ah dan agar diperbolehkan shalat di rumahnya. Kemudian Rasulullah memberikan keringanan kepadanya. Namun ketika lelaki itu hendak beranjak, Rasulullah memanggilnya lagi dan bertanya, โ€œApakah kamu mendengar adzan?โ€ Ia menjawab, โ€Yaโ€. Rasulullah bersabda, โ€Penuhilah seruan (adzan) itu.โ€ (HR. Muslim). Orang buta ini tidak dibolehkan shalat di rumah apabila dia mendengar adzan. Hal ini menunjukkan bahwa memenuhi panggilan adzan adalah dengan menghadiri shalat jamaโ€™ah. Hal ini ditegaskan kembali dalam hadits Ibnu Ummi Maktum. Dia berkata,

ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉูŽ ูƒูŽุซููŠุฑูŽุฉู ุงู„ู’ู‡ูŽูˆูŽุงู…ู‘ู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูุจูŽุงุนู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ยซ ุฃูŽุชูŽุณู’ู…ูŽุนู ุญูŽู‰ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุญูŽู‰ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ููŽู„ุงูŽุญู ููŽุญูŽู‰ู‘ูŽ ู‡ูŽู„ุงูŽ ยป.

โ€œWahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œApakah kamu mendengar seruan adzan hayya โ€˜alash sholah, hayya โ€˜alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebutโ€.โ€ (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Lihatlah laki-laki tersebut memiliki beberapa udzur: [1] dia adalah seorang yang buta, [2] dia tidak punya teman sebagai penunjuk jalan untuk menemani, [3] banyak sekali tanaman, dan [4] banyak binatang buas. Namun karena dia mendengar adzan, dia tetap diwajibkan menghadiri shalat jamaโ€™ah. Walaupun punya berbagai macam udzur semacam ini, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tetap memerintahkan dia untuk memenuhi panggilan adzan yaitu melaksanakan shalat jamaโ€™ah di masjid. Bagaimana dengan orang yang dalam keadaan tidak ada udzur sama sekali, masih diberi kenikmatan penglihatan dan sebagainya?!
Imam Asy Syafiโ€™i sendiri mengatakan, โ€œAdapun shalat jamaโ€™ah, aku tidaklah memberi keringanan bagi seorang pun untuk meninggalkannya kecuali bila ada udzur.โ€ (Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 107)
Jika pria yang menyia-nyiakan shalat berjamaโ€™ah di masjid saja bukan merupakan pria idaman, lantas bagaimana lagi dengan pria yang tidak menjalankan shalat berjamaโ€™ah sendirian maupun secara berjamaโ€™ah?!
Seorang ulama besar, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, dalam kitabnya Ash Sholah wa Hukmu Tarikiha, hal. 7, mengatakan, โ€Kaum muslimin tidaklah berselisih pendapat (sepakat) bahwa meninggalkan shalat wajib (shalat lima waktu) dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, zina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.โ€

Ciri Ketiga: Sering Melotot Sana Sini

Inilah ciri berikutnya, yaitu pria yang sulit menundukkan pandangan ketika melihat wanita. Inilah ciri bukan pria idaman. Karena Allah Taโ€™ala berfirman,

ู‚ูู„ู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูŠูŽุบูุถู‘ููˆุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุญู’ููŽุธููˆุง ููุฑููˆุฌูŽู‡ูู…ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุฒู’ูƒูŽู‰ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฎูŽุจููŠุฑูŒ ุจูู…ูŽุง ูŠูŽุตู’ู†ูŽุนููˆู†ูŽ

โ€œKatakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: โ€œHendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuatโ€.โ€ (QS. An Nur: 30)

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kepada para pria yang beriman untuk menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan yaitu wanita yang bukan mahrom. Namun jika ia tidak sengaja memandang wanita yang bukan mahrom, maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya.
Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan,

ุณูŽุฃูŽู„ู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุนูŽู†ู’ ู†ูŽุธูŽุฑู ุงู„ู’ููุฌูŽุงุกูŽุฉู ููŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูู‰ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุตู’ุฑูููŽ ุจูŽุตูŽุฑูู‰.

โ€œAku bertanya kepada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.โ€ (HR. Muslim no. 5770)
Boleh jadi laki-laki tersebut jika telah menjadi suami malah memandang lawan jenisnya sana-sini ketika istrinya tidak melihat. Kondisi seperti ini pun telah ditegur dalam firman Allah,

ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุฎูŽุงุฆูู†ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ูŠูู†ู ูˆูŽู…ูŽุง ุชูุฎู’ูููŠ ุงู„ุตู‘ูุฏููˆุฑู

โ€œDia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.โ€ (QS. Ghofir: 19)
Ibnu โ€˜Abbas ketika membicarakan ayat di atas, beliau mengatakan bahwa yang disebutkan dalam ayat tersebut adalah seorang yang bertamu ke suatu rumah. Di rumah tersebut ada wanita yang berparas cantik. Jika tuan rumah yang menyambutnya memalingkan pandangan, maka orang tersebut melirik wanita tadi. Jika tuan rumah tadi memperhatikannya, ia pun pura-pura menundukkan pandangan. Dan jika tuan rumah sekali lagi berpaling, ia pun melirik wanita tadi yang berada di dalam rumah. Jika tuan rumah sekali lagi memperhatikannya, maka ia pun pura-pura menundukkan pandangannya. Maka sungguh Allah telah mengetahui isi hati orang tersebut yang akan bertindak kurang ajar. Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya (12/181-182).
Ibnu โ€˜Abbas mengatakan, โ€œAllah itu mengetahui setiap mata yang memandang apakan ia ingin khianat ataukah tidak.โ€ Demikian pula yang dikatakan oleh Mujahid dan Qotadah. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 12/182, Darul Qurthubah)

Ciri Keempat: Senangnya Berdua-duaan

Inilah sikap pria yang tidak baik yang sering mengajak pasangannya yang belum halal baginya untuk berdua-duaan (baca: berkhalwat). Berdua-duaan (khokwat) di sini bisa pula bentuknya tanpa hadir dalam satu tempat, namun lewat pesan singkat (sms), lewat kata-kata mesra via FB dan lainnya. Seperti ini pun termasuk semi kholwat yang juga terlarang.
Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู„ุงูŽ ูŠูŽุฎู’ู„ููˆูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุจูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู…ูŽุนูŽ ุฐูู‰ ู…ูŽุญู’ุฑูŽู…ู

โ€œJanganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.โ€ (HR. Bukhari, no. 5233)
Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฃูŽู„ุงูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฎู’ู„ููˆูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุจูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ู„ุงูŽ ุชูŽุญูู„ู‘ู ู„ูŽู‡ู ุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุซูŽุงู„ูุซูŽู‡ูู…ูŽุง ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุŒ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู…ูŽุญู’ุฑูŽู…ู

โ€œJanganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.โ€ (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi)

Ciri Kelima: Tangan Suka Usil

Ini juga bukan ciri pria idaman. Tangannya suka usil menyalami wanita yang tidak halal baginya. Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pun ketika berbaiat dan kondisi lainnya tidak pernah menyentuh tangan wanita yang tidak halal baginya.
Dari Abdulloh bin โ€˜Amr, โ€Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah berjabat tangan dengan wanita ketika berbaiat.โ€ (HR. Ahmad dishohihkan oleh Syaikh Salim dalam Al Manahi As Syariโ€™ah)
Dari Umaimah bintu Ruqoiqoh dia berkata, โ€Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œSesungguhnya aku tidak pernah menjabat tangan para wanita, hanyalah perkataanku untuk seratus orang wanita seperti perkataanku untuk satu orang wanita.โ€ (HR. Tirmidzi, Nasai, Malik dishohihkan oleh Syaikh Salim Al Hilaliy)
Zina tangan adalah dengan menyentuh lawan jenis yang bukan mahrom sehingga ini menunjukkan haramnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu , Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ู†ูŽุตููŠุจูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฒู‘ูู†ูŽู‰ ู…ูุฏู’ุฑููƒูŒ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ุงูŽ ู…ูŽุญูŽุงู„ูŽุฉูŽ ููŽุงู„ู’ุนูŽูŠู’ู†ูŽุงู†ู ุฒูู†ูŽุงู‡ูู…ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุธูŽุฑู ูˆูŽุงู„ุฃูุฐูู†ูŽุงู†ู ุฒูู†ูŽุงู‡ูู…ูŽุง ุงู„ุงูุณู’ุชูู…ูŽุงุนู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูุณูŽุงู†ู ุฒูู†ูŽุงู‡ู ุงู„ู’ูƒูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽุฏู ุฒูู†ูŽุงู‡ูŽุง ุงู„ู’ุจูŽุทู’ุดู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูุฌู’ู„ู ุฒูู†ูŽุงู‡ูŽุง ุงู„ู’ุฎูุทูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจู ูŠูŽู‡ู’ูˆูŽู‰ ูˆูŽูŠูŽุชูŽู…ูŽู†ู‘ูŽู‰ ูˆูŽูŠูุตูŽุฏู‘ูู‚ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ููŽุฑู’ุฌู ูˆูŽูŠููƒูŽุฐู‘ูุจูู‡ู

โ€œSetiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.โ€ (HR. Muslim no. 6925)

Ciri Keenam: Tanpa Arah yang Jelas

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ูƒูŽููŽู‰ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุฅูุซู’ู…ู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ุจูุณูŽ ุนูŽู…ู‘ูŽู†ู’ ูŠูŽู…ู’ู„ููƒู ู‚ููˆุชูŽู‡ู

โ€œSeseorang dianggap telah berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.โ€ (HR. Muslim no. 996)
Berarti kriteria pria idaman adalah ia bertanggungjawab terhadap istrinya dalam hal nafkah.
Sehingga seorang pria harus memiliki jalan hidup yang jelas dan tidak boleh ia hidup tanpa arah yang sampai menyia-nyiakan tanggungannya. Sejak dini atau pun sejak muda, ia sudah memikirkan bagaimana kelak ia bisa menafkahi istri dan anak-anaknya. Di antara bentuk persiapannya adalah dengan belajar yang giat sehingga kelak bisa dapat kerja yang mapan atau bisa berwirausaha mandiri.
Begitu pula hendaknya ia tidak melupakan istrinya untuk diajari agama. Karena untuk urusan dunia mesti kita urus, apalagi yang sangkut pautnya dengan agama yang merupakan kebutuhan ketika menjalani hidup di dunia dan akhirat. Sehingga sejak dini pun, seorang pria sudah mulai membekali dirinya dengan ilmu agama yang cukup untuk dapat mendidik istri dan keluarganya.
Sehingga dari sini, seorang pria yang kurang memperhatikan agama dan urusan menafkahi istrinya patut dijauhi karena ia sebenarnya bukan pria idaman yang baik.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa sebagai petunjuk bagi para wanita muslimah yang ingin memilih laki-laki yang pas untuk dirinya. Dan juga bisa menjadi koreksi untuk pria agar selalu introspeksi diri. Nasehat ini pun bisa bermanfaat bagi setiap orang yang sudah berkeluarga agar menjauhi sifat-sifat keliru di atas. Semoga Allah memudahkannya.

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Rumaysho.com
Diselesaikan di Sleman, 21 Muharram 1431 H.

 

9 Kiat Agar Tidak Terjerumus Dalam Kelamnya Zina

siluet-ikhwan-akhwat

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

Senin, 03 Mei 2010 09:00 oleh Muhammad Abduh Tuasikal

Segala puji yang terbaik hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Kita sudah ketahui bersama bagaimanakah kehidupan pemuda lajang saat ini. Pergaulan bebas bukanlah suatu yang asing lagi di tengah-tengah mereka. Tidak memiliki kekasih dianggap tabu di tengah-tengah mereka. Hubungan yang melampaui batas layaknya suami istri pun seringkali terjadi. Bahkan ada yang sampai putus sekolah gara-gara masalah ini. Sungguh, inilah tanda semakin dekatnya hancur dunia.

Dalam tulisan kali ini, kami akan berusaha memberikan tips-tips mudah kepada segenap pemuda dan kaum muslimin secara umum agarย  mereka bisa menjauhkan diri dari bahaya yang satu ini yaitu zina. Semoga Allah beri kepahaman.

Pertama: Ketahuilah Bahaya Zina

Allah Taโ€™ala dalam beberapa ayat telah menerangkan bahaya zina dan menganggapnya sebagai perbuatan amat buruk. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู‚ู’ุฑูŽุจููˆุง ุงู„ุฒู‘ูู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ููŽุงุญูุดูŽุฉู‹ ูˆูŽุณูŽุงุกูŽ ุณูŽุจููŠู„ู‹ุง

โ€œDan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.โ€ (QS. Al Isroโ€™: 32)

Dalam ayat lainnya, Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู„ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุนููˆู†ูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู„ูŽู‡ู‹ุง ุขูŽุฎูŽุฑูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽู‚ู’ุชูู„ููˆู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณูŽ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฒู’ู†ููˆู†ูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูŠูŽู„ู’ู‚ูŽ ุฃูŽุซูŽุงู…ู‹ุง

โ€œDan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).โ€ (QS. Al Furqon: 68). Artinya, orang yang melakukan salah satu dosa yang disebutkan dalam ayat ini akan mendapatkan siksa dari perbuatan dosa yang ia lakukan.

Ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, โ€œWahai Rasulullah, dosa apa yang paling besar di sisi Allah?โ€ Beliau bersabda, โ€œEngkau menjadikan bagi Allah tandingan, padahal Dia-lah yang menciptakanmu.โ€ Kemudian ia bertanya lagi, โ€œTerus apa lagi?โ€ Beliau bersabda, โ€œEngkau membunuh anakmu yang dia makan bersamamu.โ€ Kemudian ia bertanya lagi, โ€œTerus apa lagi?โ€ Beliau bersabda,

ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูุฒูŽุงู†ูู‰ูŽ ุจูุญูŽู„ููŠู„ูŽุฉู ุฌูŽุงุฑููƒูŽ

โ€œKemudian engkau berzina dengan istri tetanggamu.โ€ Kemudian akhirnya Allah turunkan surat Al Furqon ayat 68 di atas.[1] Di sini menunjukkan besarnya dosa zina, apalagi berzina dengan istri tetangga.

Dalam hadits lainnya, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูุฐูŽุง ุฒูŽู†ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุงู„ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูƒูŽุงู„ุธู‘ูู„ู‘ูŽุฉู ููŽุฅูุฐูŽุง ุงู†ู’ู‚ูŽุทูŽุนูŽ ุฑูŽุฌูŽุนูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุฅููŠู…ูŽุงู†ู

โ€œJika seseorang itu berzina, maka iman itu keluar dari dirinya seakan-akan dirinya sedang diliputi oleh gumpalan awan (di atas kepalanya). Jika dia lepas dari zina, maka iman itu akan kembali padanya.โ€[2]

Inilah besarnya bahaya zina. Oleh karenanya, syariat Islam yang mulia dan begitu sempurna sampai menutup berbagai pintu agar setiap orang tidak terjerumus ke dalamnya. Jika seseorang mengetahui bahaya zina dan akibatnya, seharusnya setiap orang semakin takut pada Allah agar tidak terjerumus dalam perbuatan tersebut. Rasa takut pada Allah dan siksaan-Nya yang nanti akan membuat seseorang tidak terjerumus di dalamnya.

Kedua: Rajin Menundukkan Pandangan

Seringnya melihat lawan jenis dengan pandangan penuh syahwat, inilah panah setan yang paling mudah mengantarkan pada maksiat yang lebih parah. Allah Taโ€™ala berfirman,

ู‚ูู„ู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูŠูŽุบูุถู‘ููˆุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุญู’ููŽุธููˆุง ููุฑููˆุฌูŽู‡ูู…ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุฒู’ูƒูŽู‰ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฎูŽุจููŠุฑูŒ ุจูู…ูŽุง ูŠูŽุตู’ู†ูŽุนููˆู†ูŽ (ูฃู ) ูˆูŽู‚ูู„ู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูŠูŽุบู’ุถูุถู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽูŠูŽุญู’ููŽุธู’ู†ูŽ ููุฑููˆุฌูŽู‡ูู†ู‘ูŽ

โ€œKatakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: โ€œHendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuatโ€. Katakanlah kepada wanita yang beriman: โ€œHendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.โ€ (QS. An Nur: 30-31)

Allah Taโ€™ala juga menerangkan bahwa setiap insan akan ditanya apa saja yang telah ia lihat, sebagaimana terdapat dalam firman Allah,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ู’ุนูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุตูŽุฑูŽ ูˆูŽุงู„ู’ููุคูŽุงุฏูŽ ูƒูู„ู‘ู ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ุง

โ€œSesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.โ€ (QS. Al Isroโ€™: 36)

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pun melarang duduk-duduk di tengah jalan karena duduk semacam ini dapat mengantarkan pada pandangan yang haram.

Dari Abu Saโ€™id Al Khudriy radhiyallahu โ€˜anhuma, dari Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ยซ ุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู’ุฌูู„ููˆุณูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุทู‘ูุฑูู‚ูŽุงุชู ยป . ููŽู‚ูŽุงู„ููˆุง ู…ูŽุง ู„ูŽู†ูŽุง ุจูุฏู‘ูŒ ุŒ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู‡ูู‰ูŽ ู…ูŽุฌูŽุงู„ูุณูู†ูŽุง ู†ูŽุชูŽุญูŽุฏู‘ูŽุซู ูููŠู‡ูŽุง . ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุจูŽูŠู’ุชูู…ู’ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฌูŽุงู„ูุณูŽ ููŽุฃูŽุนู’ุทููˆุง ุงู„ุทู‘ูŽุฑููŠู‚ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽู‡ูŽุง ยป ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูˆูŽู…ูŽุง ุญูŽู‚ู‘ู ุงู„ุทู‘ูŽุฑููŠู‚ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุบูŽุถู‘ู ุงู„ู’ุจูŽุตูŽุฑู ุŒ ูˆูŽูƒูŽูู‘ู ุงู„ุฃูŽุฐูŽู‰ ุŒ ูˆูŽุฑูŽุฏู‘ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽู…ู’ุฑูŒ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ุŒ ูˆูŽู†ูŽู‡ู’ู‰ูŒ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ยป

โ€œJanganlah kalian duduk-duduk di pinggir jalanโ€. Mereka bertanya, โ€œItu kebiasaan kami yang sudah biasa kami lakukan karena itu menjadi majelis tempat kami bercengkramaโ€. Beliau bersabda, โ€œJika kalian tidak mau meninggalkan majelis seperti itu maka tunaikanlah hak jalan tersebutโ€. Mereka bertanya, โ€œApa hak jalan itu?โ€ Beliau menjawab, โ€œMenundukkan pandangan, menyingkirkan gangguan di jalan, menjawab salam dan amar maโ€™ruf nahi munkarโ€. (HR. Bukhari no. 2465)

Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu โ€˜anhu, dia berkata,

ุณูŽุฃูŽู„ู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุนูŽู†ู’ ู†ูŽุธูŽุฑู ุงู„ู’ููุฌูŽุงุกูŽุฉู ููŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ูู‰ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุตู’ุฑูููŽ ุจูŽุตูŽุฑูู‰.

โ€œAku bertanya kepada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.โ€ (HR. Muslim no. 2159)

Ketiga: Menjauhi Campur Baur (Ikhtilath) yang Diharamkan

Di antara dalil yang menunjukkan haramnya ikhtilath (campur baur antara laki-laki dan perempuan) adalah hadits-hadits berikut.

Dari โ€˜Uqbah bin โ€˜Amir radhiyallahu โ€˜anhu bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ยซ ุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ุฏู‘ูุฎููˆู„ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู ยป . ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽููŽุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชูŽ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ูˆูŽ . ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ูˆู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู ยป

โ€œJanganlah kalian masuk ke dalam tempat kaum wanita.โ€ Lalu seorang laki-laki dari Anshar berkata, โ€œWahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda mengenai ipar?โ€ beliau menjawab: โ€œIpar adalah maut.โ€ (HR. Bukhari no. 5232 dan Muslim no. 2172)

Dari Ibnu โ€˜Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma, ia berkata, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ยซ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฎู’ู„ููˆูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุจูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู…ูŽุนูŽ ุฐูู‰ ู…ูŽุญู’ุฑูŽู…ู ยป . ููŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุชูู‰ ุฎูŽุฑูŽุฌูŽุชู’ ุญูŽุงุฌู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุงูƒู’ุชูุชูุจู’ุชู ููู‰ ุบูŽุฒู’ูˆูŽุฉู ูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุง . ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุงุฑู’ุฌูุนู’ ููŽุญูุฌู‘ูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุชููƒูŽ ยป

โ€œJanganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali dengan ditemani mahromnya.โ€ Lalu seorang laki-laki bangkit seraya berkata, โ€œWahai Rasulullah, isteriku berangkat hendak menunaikan haji sementara aku diwajibkan untuk mengikuti perang ini dan ini.โ€ Beliau bersabda, โ€œKalau begitu, kembali dan tunaikanlah haji bersama isterimu.โ€ (HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341)

Dari โ€˜Umar bin Al Khottob, ia berkhutbah di hadapan manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus), lalu ia membawakan sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

ู„ุงูŽ ูŠูŽุฎู’ู„ููˆูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุจูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ุซูŽุงู„ูุซูู‡ูู…ูŽุง

โ€œJanganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiap yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.โ€ (HR. Ahmad 1/18. Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, para perowinya tsiqoh sesuai syarat Bukhari-Muslim)

Dari Jabir bin โ€˜Abdillah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฃูŽู„ุงูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽุจููŠุชูŽู†ู‘ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ุซูŽูŠู‘ูุจู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู†ูŽุงูƒูุญู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุฐูŽุง ู…ูŽุญู’ุฑูŽู…ู

โ€Ketahuilah! Seorang laki-laki bukan muhrim tidak boleh bermalam di rumah perempuan janda, kecuali jika dia telah menikah, atau ada muhrimnya.โ€ (HR. Muslim no. 2171)

Keempat: Wanita Hendaklah Meninggalkan Tabarruj

Inilah yang diperintahkan bagi wanita muslimah. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู‚ูŽุฑู’ู†ูŽ ูููŠ ุจููŠููˆุชููƒูู†ู‘ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุจูŽุฑู‘ูŽุฌู’ู†ูŽ ุชูŽุจูŽุฑู‘ูุฌูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุฃููˆู„ูŽู‰

โ€œDan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.โ€ (QS. Al Ahzab : 33). Abu โ€˜Ubaidah mengatakan, โ€œTabarruj adalah menampakkan kecantikan dirinya.โ€ Az Zujaj mengatakan, โ€œTabarruj adalah menampakkan perhiasaan dan setiap hal yang dapat mendorong syahwat (godaan) bagi kaum pria.โ€[3]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุตูู†ู’ููŽุงู†ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽุฑูŽู‡ูู…ูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู…ูŒ ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ุณููŠูŽุงุทูŒ ูƒูŽุฃูŽุฐู’ู†ูŽุงุจู ุงู„ู’ุจูŽู‚ูŽุฑู ูŠูŽุถู’ุฑูุจููˆู†ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ูˆูŽู†ูุณูŽุงุกูŒ ูƒูŽุงุณููŠูŽุงุชูŒ ุนูŽุงุฑููŠูŽุงุชูŒ ู…ูู…ููŠู„ุงูŽุชูŒ ู…ูŽุงุฆูู„ุงูŽุชูŒ ุฑูุกููˆุณูู‡ูู†ู‘ูŽ ูƒูŽุฃูŽุณู’ู†ูู…ูŽุฉู ุงู„ู’ุจูุฎู’ุชู ุงู„ู’ู…ูŽุงุฆูู„ูŽุฉู ู„ุงูŽ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูŽุฌูุฏู’ู†ูŽ ุฑููŠุญูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฑููŠุญูŽู‡ูŽุง ู„ูŽูŠููˆุฌูŽุฏู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุณููŠุฑูŽุฉู ูƒูŽุฐูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฐูŽุง

โ€œAda dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mengajak orang lain untuk tidak taat, dirinya sendiri jauh dari ketaatan, kepalanya seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.โ€ (HR. Muslim no. 2128)

Kelima: Berhijab Sempurna di Hadapan Pria

Sebagaimana Allah Taโ€™ala firmankan,

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุณูŽุฃูŽู„ู’ุชูู…ููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูŽุชูŽุงุนู‹ุง ููŽุงุณู’ุฃูŽู„ููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ูˆูŽุฑูŽุงุกู ุญูุฌูŽุงุจู ุฐูŽู„ููƒูู…ู’ ุฃูŽุทู’ู‡ูŽุฑู ู„ูู‚ูู„ููˆุจููƒูู…ู’ ูˆูŽู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู†ู‘ูŽ

โ€œApabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.โ€ (QS. Al Ahzab: 53)

Konteks pembicaraan dalam ayat ini adalah khusus untuk istri Nabi. Namun illah dalam ayat tersebut dimaksudkan umum sehingga hukumnya pun berlaku umum pada yang lainnya. Illah yang dimaksud adalah,

ุฐูŽู„ููƒูู…ู’ ุฃูŽุทู’ู‡ูŽุฑู ู„ูู‚ูู„ููˆุจููƒูู…ู’ ูˆูŽู‚ูู„ููˆุจูู‡ูู†ู‘ูŽ

โ€œCara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati merekaโ€.

Juga kalau kita perhatikan kelanjutan ayat, maka hijab tersebut berlaku bagi wanita mukmin lainnya. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ู‚ูู„ู’ ู„ุฃุฒู’ูˆูŽุงุฌููƒูŽ ูˆูŽุจูŽู†ูŽุงุชููƒูŽ ูˆูŽู†ูุณูŽุงุกู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูŠูุฏู’ู†ููŠู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุฌูŽู„ุงุจููŠุจูู‡ูู†ู‘ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุฏู’ู†ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุนู’ุฑูŽูู’ู†ูŽ ููŽู„ุง ูŠูุคู’ุฐูŽูŠู’ู†ูŽ

โ€œHai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: โ€œHendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh merekaโ€. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu.โ€ (QS. Al Ahzab: 59)

Ditambah lagi dengan sabda Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dari โ€˜Abdullah bin Masโ€™ud,

ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุนูŽูˆู’ุฑูŽุฉูŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ุฎูŽุฑูŽุฌูŽุชู ุงุณู’ุชูŽุดู’ุฑูŽููŽู‡ูŽุง ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู

โ€œWanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki.โ€ (HR. Tirmidzi no. 1173. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Keenam: Wanita Hendaklah Betah Tinggal Di Rumah

Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู‚ูŽุฑู’ู†ูŽ ูููŠ ุจููŠููˆุชููƒูู†ู‘ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุจูŽุฑู‘ูŽุฌู’ู†ูŽ ุชูŽุจูŽุฑู‘ูุฌูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุฃููˆู„ูŽู‰

โ€œDan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahuluโ€ (QS Al Ahzab: 33).

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam juga bersabda, โ€œWanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki.โ€ (HR. Tirmidzi no. 1173, shahih)

Dalam ajaran Islam pun, shalat wanita lebih baik di rumah. Dari โ€˜Abdullah bin Masโ€™ud, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ููู‰ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุง ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ูŽุง ููู‰ ุญูุฌู’ุฑูŽุชูู‡ูŽุง ูˆูŽุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ูŽุง ููู‰ ู…ูŽุฎู’ุฏูŽุนูู‡ูŽุง ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ูŽุง ููู‰ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุง

โ€œShalat seorang wanita di rumahnya lebih utama baginya daripada shalatnya di kamarnya, dan shalat seorang wanita di rumahnya yang kecil lebih utama baginya daripada dirumahnya.โ€ (HR. Abu Daud no. 570. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari Ummu Salamah, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏู ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู ู‚ูŽุนู’ุฑู ุจููŠููˆุชูู‡ูู†ู‘ูŽ

โ€œSebaik-baik masjid bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka.โ€ (HR. Ahmad 6/297. Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguatnya)

Ketujuh: Hendaklah Wanita Menjalani Berbagai Adab Ketika Keluar Rumah

Di antara adab yang mesti diperhatikan oleh wanita adalah:

Pertama: Tidak memakai harum-haruman ketika keluar rumah.

Dari Abu Musa Al Asyโ€™ari, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฃูŽูŠู‘ูู…ูŽุง ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ุงุณู’ุชูŽุนู’ุทูŽุฑูŽุชู’ ุซูู…ู‘ูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ู„ููŠูŽุฌูุฏููˆุง ุฑููŠุญูŽู‡ูŽุง ููŽู‡ูู‰ูŽ ุฒูŽุงู†ููŠูŽุฉูŒ

โ€œApabila seorang wanita memakai wewangian, lalu keluar menjumpai orang-orang hingga mereka mencium wanginya, maka wanita itu adalah wanita pezina.โ€ (HR. Ahmad 4/413. Syaikh Syuโ€™aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid)

Kedua: Hendaklah wanita benar-benar menutup aurat dengan sempurna ketika memasuki rumah yang terdapat kaum laki-laki

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Wakiโ€™ dari Sufyan dari Manshur dari Salim bin Abu Al Jaโ€™d dari Abu Al Malih Al Hudzali bahwa para wanita dari penduduk Himsha pernah meminta izin untuk menemui โ€˜Asiyah, maka dia berkata; โ€œMungkin kalian adalah para wanita yang suka masuk ke pemandian umum, saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda,

ุฃูŽูŠู‘ูู…ูŽุง ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ูˆูŽุถูŽุนูŽุชู’ ุซููŠูŽุงุจูŽู‡ูŽุง ููู‰ ุบูŽูŠู’ุฑู ุจูŽูŠู’ุชู ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ููŽู‚ูŽุฏู’ ู‡ูŽุชูŽูƒูŽุชู’ ุณูุชู’ุฑูŽ ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู

โ€œWanita mana pun yang meletakkan pakaiannya di selain rumah suaminya, maka ia telah menghancurkan tirai antara dia dan Allah.โ€ (HR. Ibnu Majah no. 3750. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Ketiga: Hendaklah wanita berhias diri dengan sifat malu

Allah Taโ€™ala berfirman mengenai para wanita yang mendatangi Nabi Musa โ€˜alaihis salam,

ููŽุฌูŽุงุกูŽุชู’ู‡ู ุฅูุญู’ุฏูŽุงู‡ูู…ูŽุง ุชูŽู…ู’ุดููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงุณู’ุชูุญู’ูŠูŽุงุกู

โ€œKemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan.โ€ (QS. Al Qoshshosh: 25)

Keempat: Tidak bercampur baur dengan para pria

Allah Taโ€™ala menceritakan mengenai dua wanita yang mendatangi Musa,

ูˆูŽูˆูŽุฌูŽุฏูŽ ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ูู‡ูู…ู ุงู…ู’ุฑูŽุฃุชูŽูŠู’ู†ู ุชูŽุฐููˆุฏูŽุงู†ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุง ุฎูŽุทู’ุจููƒูู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชูŽุง ู„ุง ู†ูŽุณู’ู‚ููŠ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูุตู’ุฏูุฑูŽ ุงู„ุฑูู‘ุนูŽุงุกู ูˆูŽุฃูŽุจููˆู†ูŽุง ุดูŽูŠู’ุฎูŒ ูƒูŽุจููŠุฑูŒ

โ€œDan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: โ€œApakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?โ€ Kedua wanita itu menjawab, โ€œKami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak Kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnyaโ€. (QS. Al Qoshshosh: 23)

Kedelapan: Menghindari Jabat Tangan dengan Lawan Jenis (Yang Bukan Mahrom)

Dari Maโ€™qil bin Yasar, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู„ุฃูŽู†ู’ ูŠูุทู’ุนูŽู†ูŽ ูููŠ ุฑูŽุฃู’ุณู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุจูู…ูุฎู’ูŠูŽุทู ู…ูู†ู’ ุญูŽุฏููŠุฏู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู…ูŽุณู‘ูŽ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู‹ ู„ุง ุชูŽุญูู„ู‘ู ู„ูŽู‡ู

โ€œLebih baik kepala salah seorang di antara kalian ditusuk dengan jarum dari besi daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.โ€ (HR. Thobroni. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat As Silsilah Ash Shohihah 226)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ู†ูŽุตููŠุจูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฒู‘ูู†ูŽู‰ ู…ูุฏู’ุฑููƒูŒ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ุงูŽ ู…ูŽุญูŽุงู„ูŽุฉูŽ ููŽุงู„ู’ุนูŽูŠู’ู†ูŽุงู†ู ุฒูู†ูŽุงู‡ูู…ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุธูŽุฑู ูˆูŽุงู„ุฃูุฐูู†ูŽุงู†ู ุฒูู†ูŽุงู‡ูู…ูŽุง ุงู„ุงูุณู’ุชูู…ูŽุงุนู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูุณูŽุงู†ู ุฒูู†ูŽุงู‡ู ุงู„ู’ูƒูŽู„ุงูŽู…ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽุฏู ุฒูู†ูŽุงู‡ูŽุง ุงู„ู’ุจูŽุทู’ุดู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูุฌู’ู„ู ุฒูู†ูŽุงู‡ูŽุง ุงู„ู’ุฎูุทูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจู ูŠูŽู‡ู’ูˆูŽู‰ ูˆูŽูŠูŽุชูŽู…ูŽู†ู‘ูŽู‰ ูˆูŽูŠูุตูŽุฏู‘ูู‚ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ููŽุฑู’ุฌู ูˆูŽูŠููƒูŽุฐู‘ูุจูู‡ู

โ€œSetiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.โ€ (HR. Muslim no. 6925). Jika kita melihat pada hadits ini, menyentuh lawan jenis -yang bukan istri atau bukan mahrom- diistilahkan dengan berzina. Hal ini berarti menyentuh lawan jenis adalah perbuatan yang haram karena berdasarkan kaedah ushul: โ€œapabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram.โ€[1]

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pun mencontohkan tidak menyalami wanita โ€“non mahrom- dalam kondisi yang seharusnya beliau dituntut bersalaman sekalipun semacam baiat.

Telah menceritakan kepadaku Malik dari Muhammad bin Al Munkadir dari Umaimah binti Ruqaiqah berkata; โ€œAku menemui Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam ketika para wanita membaiatnya untuk Islam. Kami mengatakan; โ€˜Wahai Rasulullah, kami membaiatmu untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kami, tidak mendatangi kejahatan yang telah kami lakukan antara kedua tangan dan kaki kami, dan tidak bermaksiat terhadap anda dalam kebaikan.โ€ Kemudian Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam menambahkan: โ€œSemampu dan sekuat kalian.โ€ Umaimah berkata, โ€œKami menyahutnya, โ€œAllah dan Rasul-Nya lebih kami sayangi daripada diri kami. Wahai Rasulullah, kemarilah, kami akan membaiatmu.โ€ Lalu Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda,

ุฅูู†ู‘ููŠ ู„ูŽุง ุฃูุตูŽุงููุญู ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ ู„ูู…ูุงุฆูŽุฉู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ูƒูŽู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ ู„ูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ู…ูุซู’ู„ู ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ ู„ูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู

โ€œSesungguhnya aku tidak akan bersalaman dengan wanita. Perkataanku terhadap seratus wanita adalah seperti perkataanku terhadap seorang wanita, atau seperti perkataanku untuk satu wanita.โ€ (HR. Malik 2/982. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Kesembilan: Hendaknya Wanita Meninggalkan Tutur Kata yang Mendayu-dayu

Allah Taโ€™ala berfirman,

ููŽู„ุง ุชูŽุฎู’ุถูŽุนู’ู†ูŽ ุจูุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ู ููŽูŠูŽุทู’ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูููŠ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ู…ูŽุฑูŽุถูŒ ูˆูŽู‚ูู„ู’ู†ูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ุง ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู‹ุง

โ€œMaka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.โ€ (QS. Al Ahzab: 32) Yang dimaksudkan โ€œjanganlah kamu tunduk dalam berbicaraโ€, As Sudi mengatakan, โ€œJanganlah wanita mendayu-dayukan kata-katanya ketika bercakap-cakap dengan kaum pria.โ€[2]

Inilah beberapa jalan yang jika dijalankan dengan baik akan menjauhkan kita dari pebuatan zina yang keji. Hanya Allah yang memberi taufik bagi siapa saja yang mau merenungkan hal ini.[3]

Selesai disusun atas nikmat Allah di Panggang-GK, 19 Jumadil Awwal 1431 H (03/05/2010)

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber :

http://rumaysho.com/belajar-islam/muslimah/3025-9-kiat-agar-tidak-terjerumus-dalam-kelamnya-zina-seri-1.html

[1] HR. Bukhari no. 7532 dan Muslim no. 86.

[2] HR. Abu Daud no. 4690 dan Tirmidzi no. 2625. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

[3] Lihat Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi, 5/133, Mawqiโ€™ Al Islam.

NB

Saya suka sekali postingan ini sehingga saya memposting ulang di blog saya. ๐Ÿ™‚