Lakukan 7 Tips Efektif Ini Untuk Memulai Tahun Ajaran Baru

Sebentar lagi, kita akan memasuki tahun ajaran baru disekolah, bagaimana persiapanmu menghadapinya? Apakah dengan senang hati? Biasa aja? Rada males karena masih kebawa suasana libur? Atau malah memulai tahun ajaran baru di luar lingkungan sekolah alias nambah libur? Hehe.
Yang pasti, hendaknya dalam memulai sesuatu, mulailah dengan yang baik-baik. Bila kita dapat memulainya dengan baik, InsyaAllah kita juga dapat mengakhirinya dengan baik. Lantas, bagaimanakah cara agar kita dapat memulai tahun ajaran baru ini dengan baik? Yuk simak tips-tips berikut !
 1. Berdoa
Setiap melakukan suatu tindakan, pasti harus diawali dengan doa. Minimal baca basmallah. Sama seperti ketika kita memulai tahun ajaran baru. Alangkah lebih baiknya bila kita berdoa terlebih dahulu kepada Tuhan sekaligus meluruskan niat kita agar apa yang akan kita hadapi enam bulan kedepan dapat berjalan dengan lancar, agar hati kita tetap teguh dan fokus dengan sekolah tanpa terganggu hal-hal yang terkadang membuat kita lalai. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.
Alangkah lebih baik pula bila kebiasaan berdoa tidak hanya dilakukan ketika awal masuk sekolah saja tetapi setiap hari sebelum melangkahkan kaki keluar rumah untuk berangkat sekolah. Berdoalah dan pasanglah niat sungguh-sungguh untuk menuntut ilmu di hari itu.  Bila bersungguh-sungguh, niscaya Allah akan memudahkan jalan kita seperti hadis
“Barangsiapa menempuh suatu jalan yang padanya dia mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan dia menempuh jalan dari jalan-jalan (menuju) jannah, dan sesungguhnya para malaikat benar-benar akan meletakkan sayap-sayapnya untuk penuntut ilmu, dan sesungguhnya seorang penuntut ilmu akan dimintakan ampun untuknya oleh makhluk-makhluk Allah yang di langit dan yang di bumi, sampai ikan yang ada di tengah lautan pun memintakan ampun untuknya. Dan sesungguhnya keutamaan seorang yang berilmu atas seorang yang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan pada malam purnama atas seluruh bintang, dan sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidaklah mewariskan dinar ataupun dirham, akan tetapi mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengambilnya maka sungguh dia telah mengambil bagian yang sangat banyak.” (HR. Abu Dawud)
Sudah siapkah kamu menuntut ilmu di jalan-Nya ? J
           
 2.  Bersilaturahmi dengan sesama anggota sekolah
Biasanya awal tahun pelajaran masih kental dengan nuansa lebaran Idul Fitri bahkan biasanya diadakan acara halal bi halal, maka dari itu, alangkah baiknya bila sesampainya kita disekolah,kita saling bersalaman dengan teman-teman, saling bermaafan, menghubungkan kembali silaturahmi yang terpisah ketika liburan. Bukan hanya pada teman sebaya, namun juga kepada guru-guru, bude kantin, bahkan penjaga sekolah, hehe.
3.  Bawa cemilan

Oh iya, kalo masih ada cemilan kue di rumah, bawa aja ke sekolah, lalu makan bareng-bareng dengan teman sekelas, lumayan kan, sekalian bantu ngehabisin sisa kue di rumah *eh
            Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat mempererat rasa kekeluargaan antar anggota kelas dan dapat memberikan aura positif kepada sekeliling kita sehingga kita dapat memulain tahun ajaran baru dengan riang gembira.
            Riang gembira … ………(?)
Auk ah, Lanjut J

4. Catat Pengalaman Liburanmu 

             Lho? Pengalaman liburan ? Buat apa?
Buat jaga-jaga aja sih, soalnya terkadang setiap awal tahun ajaran, pasti ada saja tugas menulis pengalaman liburan *pengalaman. Kalo pake bahasa Indonesia mungkin masih bisa ngikutin walaupun kadang bingung juga mau nulis apa karena saking gregetnya karena waktu yang tidak cukup. Kalo disuruh pake bahasa inggris? Bahasa jepang? Arab? Spanyol? *eh kelewat..
             Setidaknya, bila kita sudah memulainya terlebih dahulu, mungkin kita tidak akan tertekan apabila tiba-tiba diberi tugas menceritakan pengalaman liburan, terlebih bila harus dikumpul dan dipresentasikan hari itu juga. Syukur syukur kalau kamu termasuk tipe orang yang terbiasa dan tenang walaupun diterjang badai dan gelombang dahsyat akibat cuaca ekstrem yang mengakibatkan bakteri berkembang biak dengan cepat, namun kalo ada teman-teman kita yang belum terbiasa?
Terkadang bikinnya sambil ngurut dada dan kepala karena syok.
 (yha. Sya. Jga. Sprti. Ithu)
 5. Guru Baru !
Biasanya, bila berganti tahun ajaran baru, berganti pula guru-gurunya. Eitss, mentang-mentang udah nggak ada kepentingan lagi dengan guru yang sebelumnya mengajar kita, jangan di lupain gitu aja ya hehe.
Semua guru yang ada di sekolah kan harus kita hormati J
Nah, karena baru kenalan dengan guru-guru yang dulunya belum mengajar kita, alangkah lebih baik apabila kita mencatat data diri beliau seperti nomor telepon, nomor rumah, nomor baju, nomor sepatu *eh
Setidaknya….
Jangan sampai udah sebulan gurunya ngajar tapi masih lupa nama gurunya siapa. Kelewat jauh thu
 Jangan sampai kita nggak tahu kalo guru kita ternyata tinggal bersebelahan dengan kompleks perumahan kita.
Data diri tersebut mungkin akan diperlukan kedepannya, seperti ketika kita mau bersilaturahmi saat lebaran, menelpon ketika ada hal penting dan lain sebagainya
 Atau mungkin ketika kita sekedar ingin mengirim hadiah, boleh juga tuh
          Selain data diri, catat juga hal-hal yang disukai atau yang tidak disukai oleh guru-guru kita. karena belum tentu karakter setiap guru sama, sebagai contoh, guru A selain mengutamakan isi juga mengutamakan estetika dalam membuat tugas, di jilid serapi mungkin , namun ada pula guru yang suka praktis, ga perlu pake jilid ribuan rangkap yang penting isinya. Itu contoh..
Catat juga jumlah buku yang di perlukan, sampulnya warna apa, buku referensi yang diperlukan, metode belajar yang digunakan.
Semuanya deh.
6. Oh iya, walaupun baru masuk minggu pertama tahun ajaran, belum tentu satu minggu pertama kita bakal ‘free’ di sekolah, biasanya ada juga sebagian sekolah yang sudah mulai belajar. Maka dari itu, alangkah lebih baik apabila kita sudah stand by buku kosong di dalam tas agar ketika guru akan memulai pelajaran, tidak ada alasan
“Nggak bawa buku bu… kirain belum belajar.. di koperasi belum jual buku bu.. “ dan seabrek alasan imut lainnya.
Toh,nggak ada ruginya kan memulai pelajaran sesegera mungkin (apalagi yang udah kelas 3) karena biasanya pasti ada aja materi pelajaran yang tertinggal di ujung semester nantinya.
Nah, tak ada salahnya pula bila kita memulai dahulu pelajaran yang akan kita pelajari di sekolah sembari mengulang pelajaran yang sudah lewat. Ingat pepatah ‘Alah Bisa Karena Biasa”. Setidaknya, hal tersebut mungkin dapat membuat kita lebih mengerti pelajaran yang akan diajarkan ketimbang tidak belajar sama sekali.
Apalagi sudah hampir sebulan lebih liburnya, yakin ingatan yang dulu-dulu itu masih nempel?
7. Tuliskan Resolusi Kecil dan Resolusi Besar-mu untuk Tahun Ajaran kali ini
Segala sesuatu yang kita lakukan pasti akan lebih terarah bila memiliik tujuan. Sama halnya ketika kita memasuki tahun ajaran baru. Bagaimana kamu ingin melewatinya? apa dengan santai? ikuti saja seperti air yang mengalir? atau dengan target-target yang ingin kamu capai sehingga kamu bisa memaksimalkan kemampuanmu di sekolah?
Nah, resolusi tersebut bisa beragam, seperti
Resolusi Kecil : Mencicipi minimal dua buah soal latihan di setiap mata pelajaran (resolusi harian)
Resolusi Besar : Nilai ulangan di atas 90 (resolusi mingguan)
Itu salah satu contohnya, kamu bisa membuat sendiri resolusi yang ingin kamu laksanakan. Tidak perlu muluk-muluk, yang penting memungkinkan untuk dicapai. Setidaknya, dengan membuat resolusi, pencapaianmu lebih terarah dan terkendali dibanding tidak membuat resolusi sama sekali hehe.
Intinya , Mari kita mulai apa yang ada di depan kita dengan baik. Mulai dari hal kecil maupun hal besar sekalipun. Kalo kata Mario teguh sih, gimana bisa menyelesaikan hal-hal besar bila hal-hal kecil saja tidak bisa diatasi ?

 

Semoga Bermanfaat