Contoh Tajuk Rencana

Persiapan Siswa Menghadapi Ujian Nasional Masih Minim

Walaupun Ujian Nasional (UN) hanya tinggal menghitung hari, tidak tampak kesibukan yang begitu berarti pada para pelajar SMA. Menurut survey yang kami lakukan, kebanyakan pelajar mengatakan bahwa persiapannya dalam menghadapai UN masih 50%. Tidak ada perasaan deg-degan ataupun kalut karena waktu UN yang sudah dekat. Mereka mengaku belajar membuatnya semakin pusing dan ia lebih memilih melakukan hal-hal lain seperti menjalankan hobi daripada belajar untuk persiapan UN.

Padahal, koperasi sekolah sudah melakukan berbagai persiapan menghadapi UN bagi para siswanya seperti menjual berbagai buku pemantapan, membagikan buku ‘Detik-detik UN’, dan mengadakan kelas pemantapan. Namun, hal tersebut tidak dapat dijadikan motivasi untuk belajar karena mereka merasa UN bukan penentu kelulusan sehingga mereka tak memiliki semangat untuk menghadapi ujian tahunan ini.

Selain itu, tidak tampak aktivitas yang dilakukan karena inisiatif siswa sendiri seperti belajar bersama dalam mengenai soal-soal Ujian Nasional. Mereka tidak menyadari soal Ujian Nasional lima tahun kebelakang bisa dijadikan acuan untuk soal yang akan datang ini. Hanya 5-10 orang yang memang sadar untuk membahas soal tersebut secara bersama sama.

Memang benar Ujian Nasional bukan penentu kelulusan lagi, tapi apakah sebegitu pasrahnya mereka? Seharusnya guru bisa lebih memotivasi siswanya untuk belajar karena kejenuhan siswa saat belajar pasti ada. Sekolah harus menciptakan lingkungan yang kondusif dan menyenangkan sehingga siswa bersemangat untuk belajar.

Dalam waktu yang semakin sempit ini persiapan siswa sudah selayaknya mencapai 50%. Disini guru sebagai pendidik berperan penting untuk mengingatkan siswa dan memperbaiki kebiasaan buruk mereka sehingga dimasa yang akan datang akan dihasilkan putra-putri harapan bangsa yang berakhlak dan berilmu tinggi.

 

Aaaa : Masalah

Aaaa : Analisis Masalah

Aaaa : Solusi

 

Tugas Membuat Tajuk Rencana

Disusun Oleh : Debby Zalina – Diana Mindy Alodia (XII MIA 4)

 

 

 

 

 

Bahasa Indonesia XII SMA : Contoh Teks Berita

Pembangunan Masjid SMAN 1 Batam Sudah Selesai 75%

SMANSA.CO, Batam – Bendahara Panitia Pembangunan Masjid, Nurfatma mengatakan bahwa pada bulan Oktober 2015, SMAN 1 Batam sudah melunasi sepertiga dari jumlah dana pembangunan masjid kepada kontraktor. “Beberapa waktu yang lalu, saya sudah menyetor uang pembangunan masjid kepada kontraktor sebesar Rp 505 juta” ujar Nurfatma saat ditemui di SMAN 1 Batam, Selasa (13/10).

“Untuk lantai satu kita membutuhkan dana sebesar Rp 986 juta, sedangkan untuk lantai dua kita membutuhkan dana sebesar Rp 800 juta dan untuk pembuatan kubah, kita memerlukan dana sebesar Rp 180 juta.” ujar Nurfatma, “Untuk sumber dana pembangunan itu sendiri, pada tahun 2012 kita sudah mengumpulkan dana sebesar Rp 47 juta, namun pada tahun selanjutnya pemungutan infak terhenti, barulah pada tahun 2014 sampai sekarang pemungutan infak kembali berjalan ditambah lagi dengan sumbangan yang diberikan oleh wali murid melalui proposal pembangunan masjid”

Pembangunan Masjid SMAN 1 Batam sudah dilaksanakan sejak satu tahun yang lalu. Saat ini, pembangunan Masjid SMAN 1 Batam ditunda untuk beberapa waktu. Salah satu faktornya adalah kurangnya dana sehingga kontraktor belum bisa menjalankan kerjasama dalam waktu dekat. Saat ini, lantai dasar masjid sudah dapat digunakan para siswa untuk melaksanakan ibadah. Namun, lantai dua masjid tersebut belum bisa digunakan lantaran belum dipasang marmer.

Pembangunan Masjid SMAN 1 Batam direncanakan akan dilanjutkan dengan finishing. Maka dari itu, panitia pembangunan Masjid SMAN 1 Batam menghimbau bagi para siswa untuk turut mendukung pembangunan masjid ini dengan memaksimalkan infak yang dikumpulkan setiap minggu. Dengan begitu, siswa-siswi SMAN 1 Batam dapat segera menggunakan fasilitas masjid dengan maksimal.

Hello guysss !!!

Kali ini aku bakal nge-share salah satu berita yang aku dan temanku (Fitrah) Produksi. Bisa dilihat diatas ya gayyysss !! Alhamdulillah pas kami memberikan berita tersebut untuk dinilai benar atau salahnya oleh Bu Komariah, guru bahasa Indonesia kami, beliau bilang berita kami udah bener dan ga perlu di ralat lagi gayysss !!! *pilingponi *sokcool *pasangwajahkalem biasa aja sih padahal ya ? hehehe