Pameran Jurusan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya 2016

Assalamualaikum wr wb

Haloo teman-teman,,, apakabar semuanya…

Pasti pada kangen sama postinganku ya kaaan ???

*bicara sendirian *emang ada yang baca blog ini ? *gapapa yang penting nulis

Karena dengan menulis berarti kamu ada…..

Jiaaaa kenapa pembukaannya malah kayak gini ya ? wehehe

Baiklah teman-temanku yang baik dan budiman,,, kali ini aku ingin bercerita tentang kegiatanku di hari Jumat yang lalu. Jadi, pada hari itu sedang diadakan Pameran di depan Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Pameran ini diikuti oleh seluruh perwakilan jurusan yang ada di Fakultas Teknik UB.

Acara pameran ini dimulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 3 sore dan hari itu adalah hari terakhir pameran. Sebagai mahasiswa yang baik aku dan teman-teman pun ikut meramaikan acara ini…

Ya sebenernya emang diwajibkan sih hehe…

Tapi kalopun gadiwajibkan aku juga bakalan dateng kok.. :)))

*eaks *hehe

Teknik Arsitektur

p_20161111_100635

Standnya cantik bangettt. Entah kenapa aku salut banget sama orang-orang yang kuliah di jurusan arsitektur karena kayanya mereka terlatih banget membuat sesuatu menjadi lebih indah dan berarti *eaks. Pokoknya Aku sukaaa stand iniiiii … Keindahan stand aja di perhatiin,, apalagi keindahan masa depan kamu… *yaelah

Berikut adalah keindahan-keindahan yang kudapatkan di stand ini dimana keindahan tersebut tidak dapat kurangkaikan dengan kata-kata saking indahnya wehehe

p_20161111_100557

p_20161111_100545

p_20161111_100618

p_20161111_100641

p_20161111_093331

Kalo foto yang terakhir sih, emang ga diragukan lagi keindahannya hehehe *peace

Teknik Sipil

Aku suka juga sama stand nya… ada jembatan yang gantung-gantung gitu wehehe…

P_20161111_093105.jpg

Si Mas berdiri disana terus ih, padahal kan pengen foto pialanya 😦

p_20161111_093011

Ada buletinnya jugaaa,, keren kaaan !!

Pengen nanya-nanya tapi yang jaga stand mas-mas semua… ga berani deh hehehe

Teknik PWK

Waa stand nya asyikk banget… Disini aku belajar nyusun-nyusun maket. Hayooo pada tahu ngga maket itu apaa ?? Nih ku kasih fotonyaaa

p_20161111_093624

Jadi yang bulat itu pohon, yang kubus itu rumah, jadi kita bisa ngatur kira-kira mau menata bangunannya seperti apa baik dari jarak antar bangunan dan lain sebagainya. Aku excited banget di stand ini, saking excited-nya aku ga sengaja nyenggol maketnya dan pohon=pohon serta bangunan yang udah disusun rapi-rapi sama mbaknya berantakan lagi -_-

Hal lain yang membuatku excited di stand ini adalah karena jurusan ini berhasil memberikan dua buah medali emas pada PIMNAS beberapa waktu yang lalu, dimana PKM yang diajukan pada saat itu berhubungan dengan Kampung Kota. Berikut adalah prototype dari PKM yang menang saat PIMNAS kemarin.

 

Teknik Pengairan

p_20161111_095620

Di stand ini ada semcama aquarium yang menarik, namun aku gatau fungsinya buat apa. Pengen nanya sih sebenarnya, tapi pas itu standnya masih sepi sehingga aku hanya bisa melihat dari jauh saja hehehe

Teknik Mesin

 

Nah, stand yang ini terlihat lebih berisi daripada stand lainnya karena adanya sebuah rangka mobil mirip mobil balap (atau mobil tamia?) dan satu lagi prototype dari mobil Apatte yang dipakai di Kompetisi Mobil Listrik.

Karena aku lumayan suka dengan mesin, aku pun sok-sok pede tanya ini-itu dengan mas yang ada stand ini, mulai dari tim-tim kompetisi mobil yang ada di teknik mesin UB sendiri, perbedaan kategori KMHE, juara-juaranya siapa aja, sampai nanya tentang Kompetisi Mobil Listrik Indonesia yang akan datang, eh sayangnya masnya gatau tentang itu -_- Padahal aku suka mengikuti info-info kompetisi mobil hehe

Teknik Elektro

Yeay… yang ini standnya cukup unik. Ada nuansa gelap-gelap-negara api gitu #apasihdeb

p_20161111_094832

Teknik Industri

Kalo di stand ini beberapa barang yang dipamerkan sudah lumayan familiar.

p_20161111_095754

Teknik Kimia

Ini adalah salah satu stand yang sangat-sangat aku suka. Mas dan mbak yang ada di stand ini baik dan ramah bangetttt… beliau-beliau juga sabar banget dalam menjelaskan kepada kami apa saja yang dipamerkan di stand ini. Aku aja sampe dua kali datang ke stand ini. Pertama karena emang pengen mampir, kedua untuk mengantarkan temanku yang sudah kuhasut agar datang ke stand yang asyik ini.

Pertama, kami dikenalkan dengan mesin pengubah minyak jelantah menjadi minyak siap pakai dan aman dikonsumsi (sebenarnya nama aslinya lebih keren, namun aku lupa namanya apa)

p_20161111_095237

Terus ada juga eco-pen yaitu pena dengan tinta yang berasal dari rumput kering. Untuk pena ini dijual seharga 5000 lhooo. Pengen beli tapi lupaaaa :((

p_20161111_103238

Terus ada inovasi lain yaitu pasta gigi dari cangkang telur. Namanya Exceldent.

p_20161111_103253

p_20161111_095000

p_20161111_094928

 

Advertisements

Ketika Tidur Adalah Dosa

garfield_free_sleep

Pernah ngga ngerasa berdosa gara-gara tidur ?

Awalnya aku ngga pernah merasa berdosa tidur jam 9, apalagi kalo besoknya gaada tugas alias free…

Itulah yang kurasaka selama beberapa tahun terakhir jadi siswa.

Namun entah kenapa hari ini aku merasa berdosa karena tadi malam tidur jam 9 alias tidur cepet.

Jadi, ceritanya hari senin lalu aku begadang dan hanya tidur malam sekitar 3 jam. Sebelumnya aku sudah minum kopi sachet (*jangan ditiru) sebanyak dua bungkus dan sukses melek sampe tengah malam… padahal aku ngga kuat banget kalo ngga tidur sampe jam 12 , jangankan jam 12 deh, jam 9 aja mataku udah 1 watt.

Dikarenakan malamnya aku kurang tidur, keesokan malamnya aku ngerasa ngantuk banget sehingga akhirnya jam 9 aku udah terlelap tidur cantiq tanpa ngerjain tugas apapun dan untungnya gaada tugas untuk keesokan harinya. Hari itu, tepatnya hari selasa, adalah hari yang lumayan menguras tenaga, eh,, ga juga sih

Pertama, aku dihadapkan oleh segerombol tugas mandiri algoritma dan tugas kelompok yang harus dikumpulkan hari itu. Hatiku sukses dikeroyok oleh mereka. Bikin algoritma, flowchart, codes-codes, mulai dari codes program menghitung akar persamaan kuadrat, menghitung nilai rata-rata,,,,,

Hmmm

untung aja bukan mengukur hati kamu… *ehe

Sekali lagi, sebenernya ga begitu sulit, cuma karena ditunda-tunda terus, jadi rumit dan sulitt

Ini pelajaran bagiku untuk tidak menunda-nunda waktu. Baik dalam mengerjakan tugas, beribadah, maupun dalam menunaikan separuh agama

*lah *hehe-_- *efek udah tengah malam *sekarang jam setengah satu *ga ngantuk *kuat

Singkat cerita, Hari selasa aku pun tidur di malam harinya tanpa mengangsur tugas dan tarraaaaaa

keesokan harinya, tepatnya hari rabu, yaitu hari ini, aku jadi sibuk lagi :(((

Seharian di kampus 😦

Ngga, aku ngga sedih ato males karena seharian di kampus buat ngerjain tugas

aku juga ga sedih sedih amat harus disibukkan oleh tugas laporan ICL yang bikin hati berdebar tak karuan dan makin hari bikin makin cinta.

aku cuma sedih ketika aku terlalu sibuk dengan urusan kuliah sampai aku ngga menyisakan waktuku untuk mempersiapkan akhiratku seperti mengikuti kajian islami dan lain sebagainya.

Tadi sore ada kajian di musholla teknik dan aku gabisa ikut 😦

Sedih..

Duh aku gabisa menggambarkan kesedihanku *ealah hehe

Intinya aku sedih udah itu aja.

Btw besok aku ada asistensi optimasi dan maju dosen PKM nih ….

Asistensi optimasi besok bakal bahas tentang Analisis SWOT dan contohnya

Sedangkan untuk maju dosen PKM kelompokku bakal konsultasi tentang bab 3 dan 4 PKM KC kami…

Jangan tanya apakah aku sudah mengerjakan tugas-tugas itu atau belum hehehehehehehe

Hehe

Hehe

Serunya Diklat Ikapema 2016 !

Halo teman-teman !!
Kali ini aku bakal menceritakan pengalamanku dua hari terakhir ketika mengikuti Diklat Ikapema Ke-13 Tahun 2016 !! Yeyeyeye…. pada Excited kan ?? Yakaannn ??!! Yakaannnn!!!!

Kontrol deb.

Plis.

Ehmmm..

Oke. Serius.

Jadi teman-teman, hari Sabtu sampai Minggu kemarin, aku bersama kurang lebih 60-an lebih mahasiswa Malang lainnya mengikuti Diklat Ikatan Pelajar Kepri Malang yang ke-13. Yaps, jadi, kami adalah para maba asal Kepri yang sekarang kuliah di Malang…Ada yang kuliah di UB, UM, UMM, ITN, dan perguruan tinggi keren lainnya di kota Malang.

Mempersiapkan Perlengkapan Diklat

Jadi, sebelum mengikuti diklat, aku dan kelompokku mempersiapkan apa-apa saja yang harus kami persiapkan untuk diklat yang diadakan pada tanggal 15-16 Oktober ini. Banyak yang harus kami persiapkan, mulai dari bawaan pribadi, bawaan kelompok, bawaan hati yang gundah ketika dia tak ada(?) dan lain sebagainya…

Berikut adalah list apa-apa saja yang harus dipersiapkan….

Screenshot_20160913-203940.jpg

Selain itu, aku dan kelompokku (called it kelompok abu-abu) mendapat tugas seni yaitu menari..

Hahaha… Me..Na..Ri…

Jujur aku ngga suka nariiii…AAAAAA..

Namun karena tugas tersebut diberi satu bulan sebelum diklat, aku pun yakin bisa melakukannya..Hasilnya ? wehehe boro-boro ah

Awalnya pengen nari Zapin, terus ganti Serampang 12, terus ganti yang lain, ganti ini, ganti itu, intinya tiap ketemu buat latihan pasti ujung-ujungnya ganti tarian lagi, gitu gitu aja wkwkwk

Sampai akhirnya kami pun menari PPAP yang baru kami sepakati beberapa jam sebelum acara pensi berlangsung.

Bener kata orang, Karena yang dadakan biasanya jadi

Kerajinan Tangan

Selain pensi, hal lain yang harus dipersiapkan adalah kerajinan tangan. Khusus kerajinan tangan kelompokku, 100% semuanya diurus oleh bang Dedi.Berikut adalah penampakan kerajinan tangan yang bang Dedi buat

I’m Ready For Diklat !

Mendekati H-7 Diklat, para peserta diminta untuk mengepost foto di IG menggunakan twibbon Diklat 2016 Ikapema. Selain H-7, saat H-1 kami juga diminta untuk mengepost foto satu kelompok.

Dan Diklat pun Tibaaaaa

Pada tanggal 14 Oktober yang setara dengan dua gelas susu, eh salah, yang artinya sama dengan H-1 Diklat, aku baru nyadar kalo diklat udah deket banget -_-. Padahal baru aja kemarin nyeletuk santai kalo males mikirin diklat yang masih sebulanan lagi. Eh, tau tau udah datang aja dia. Jujur, kuliah membuat waktu terasa begitu cepat, bukaann, bukan karena terlalu sibuk dengan aktivitas di kampus, namun karena terlalu sibuk tidur-tiduran di kos sehingga pas bangun tau-tau hari udah berganti aja 😦

Pada hari itu, aku pun jadi sok sibuk. Mulai dari pulang pergi sardo dan pergi ke supermarket lainnya untuk mencari perlengkapan kelompok dan pribadi, sampai ke perpus malem-malem karena sadar batas peminjaman buku udah habis. Ga sampai disitu, setelah sampai di kos aku pun berubah jadi malaikat rajin bersih-bersih kamar sambil dengerin lagu muhasabah cinta semalam suntuk dan akhirnya baru tidur jam 1 malam.

Mungkin ‘excited’ banget ya karena besoknya mau diklat … hmm

Keesokan harinya, aku pun bersiap ini itu dan akhirnya pada pukul setengah tujuh lewat meluncur ke aspura bersama Zuzu dan teman baruku bernama Novia yang juga asal Kepri dan juga sama-sama Ilmu Pemerintahan bareng Zuzu.

Singkat cerita, kami pun naik angkot ke Tlogomas dan akhirnya sampai di Aspura setelah jalan kaki sedikit dari depan komplek. Setelah sampai di aspura, kami disambut beberapa teman salah satunya bang Dedi, ketua kelompokku. Lalu, bang Dedi bertanya dimana keberadaan barang kelompok yang sudah kubeli kemarin dan aku baru sadar bahwa barang kelompokku ketinggalan di kos, tepatnya di bawah kursi belajar

——_________——–

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Singkat cerita setelah teriak ga jelas ala orang frustasi, bang Dedi mengantarkanku pulang ke kosan untuk mengambil barang kelompok. Di sepanjang perjalanan aku meratapi akan ke-sembrono-anku dalam melakukan kegiatan.

Setelah mengambil barang kelompok, kami pun kembali ke aspura dan menunggu sampai sekitar jam 8 kurang sebelum akhirnya kami dikumpulkan untuk diabsen dan masuk ke dalam angkot yang sudah disewa untuk mengantarkan kami ke Dieng Atas…

Walau aku ga pernah tau Dieng Atas itu gimana, pasti kayanya bakal asyik deh hehe.

Sekitar pukul 10-an kami pun sampai di Dieng Atas, tepatnya di Padepokan Bi’rul Takziyah. Sesampainya disana, kami dibariskan perkelompok dan masuk ke Aula untuk mengikuti acara pembukaan. Setelah mengikuti acara pembukaan, kami mengambil tas dan masuk kedalam kamar yang sudah ditentukan acak oleh panitia.

Namun menurutku pengacakan kamar ini kurang efektif karena walaupun panitia mengacak dengan tujuan agar satu kamar gaada yang saling kenal, toh ada juga yang emang satu sekolah atau udah kenal dari dulu sekamar juga pada akhirnya.

Maka dari itu, hal ini mungkin bisa dijadikan catatan agar tahun depan (yang tak lain dan tak bukan adalah giliran kami-para peserta diklat- sebagai panitia diklat tahun depan) perihal pengacakan kamar ini dapat lebih diperhatikan, mungkin disusun dengan sistematis, tajam dan terpercaya (udah kayak berita aja ya wehehe).

Namun aku senang pada akhirnya sekamar dengan Gina yang dulunya ga begitu ku kenal. Gina ini adalah anak asrama putri, juga penari,, manteppss kaann…anaknya juga lucu dan dia selalu memanggilku dengan “Deboy” entah kenapa aku gatau juga wehehe.

Setelah masuk ke kamar, kami melakukan Ishoma. Jujur aku paling suka bagian makannya #eh. Walau kami ramai, panitia tetap memberi makanan yang menurutku lumayan enak dan bergizi untuk kami (terimakasih kakak panitia !!!) dan kurasa sebanding (atau bahkan lebih ?) dengan uang 30k yang kami bayar dengan fasilitas yang ada selama diklat ini.

Setelah Ishoma, kami dibariskan perkelompok dan kelompok kami, Abu-abu, mendapat pos nomor berapa gitu aku juga lupa dan setelah kami datang ke pos tersebut kami melakukan sharing singkat bersama kakak panitia. Kami membahas seputar bagaimana caranya menjadi pengurus harian ikapema, apa saja proker dari Ikapema dan apakah mahasiswa di luar asrama juga bisa menjadi pengurus harinnya yang biasanya disebut juga PH. Setelah sharing singkat, kami pun diberi materi sampai sekitar jam 5-an. Banyak banget materi yang kudapat sampai-sampai aku lupa apa aja wkwkwk…

Ga ding,hehehe

Materi yang kami dapat antara lain adalah materi tentang Kesekretariatan Umum oleh Kak Yeni (Sekretaris umum Ikapema) yang isinya tentang apa saja yang dilakukan oleh seorang sekretaris, lalu ada materi tentang “Mengapa Harus Ikapema?” yang disampaikan oleh Bang Zaid (Ketua Ikapema) dimana bisa dibilang lebih ke diskusi dibanding materi, kata beliau sih biar para pesertanya ga ngantuk hehe, lalu ada materi tentang “Teknik Persidangan” oleh kak Astriviana dan disambung dengan simulasi sidang tentang ‘Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Tempat Pakir’ dimana aku dapat kelompok yang berpihak pada tukang parkir. Oh iya hampir lupa, ada juga pengenalan tentang jajaran pengurus Ikapema yang disampaikan oleh bang Sautju yang lucu dan selalu ceria.

Setelah sidang, kami  latihan sebentar untuk Pensi dan disaat itulah kami baru menemukan ide tentang apa yang akan kami tampilkan nantinya yaitu tarian PPAP. Setelah latihan, kami pun Ishoma dan diberi waktu istirahat sampe bada Isya sebelum akhirnya kami berkumpul di taman padepokan. Di taman padepokan, kami mengikuti pensi dan menampilkan apa yang sudah ditugaskan dari sebulan lalu. Hue he he.

Ada beragam penampilan dari kelompok lain seperti musikalisasi puisi, pantun, gurindam, drama dan yang paling susah menurutku yaitu tak lain dan tak bukan adalah Tari … hikzzzz..

Pengalamanku Ikut UTUL UGM 2016

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Hai teman-teman, kali ini aku akan berbagi pengalamanku dalam mengikuti Ujian Tulis UGM tahun 2016. Enjoy my post !

Sekilas tentang UTUL UGM

Ujian Tulis UGM (UTUL UGM) adalah salah satu jalur masuk yang dibuka oleh UGM, bisa dibilang UTUL ini adalah jalur mandiri-nya UGM. Mengapa aku mengikuti UTUL ini?

Pertama, karena aku memang pengen banget masuk UGM. Kedua, karena UTUL UGM tidak memungut uang pangkal. Ini sangat membantu sekali bagi para siswa sepertiku yang nggak bisa ikut bidikmisi karena nggak miskin-miskin amat, namun juga keberatan kalo ikut jalur mandiri dengan uang pangkal berpuluh-puluh juta karena keluargaku juga nggak kaya-kaya amat. Ketiga, karena dilihat dari soal-soal sebelumnya, soal UTUL UGM menurutku sedikit lebih mudah di banding SBMPTN dan SIMAK UI. Keempat, karena pelaksanaan UTUL ini berdekatan dengan SBMPTN sehingga mau tak mau juga harus ikut untuk ‘cari aman’ bila SBMPTN tidak lolos, toh kita ga bakal tahu soal SBMPTN macam apa yang akan keluar tiap tahunnya. Contoh kecil saja SBMPTN 2016 yang baru saja aku ikuti, jujur soalnya super duper lebih susaah dibanding soal-soal SBMPTN sebelumnya. Teks-teks soalnya (bukan hanya bahasa Indonesia, namun semua pelajaran) panjang banget dua kali lipat daripada soal SBMPTN 2015, TPA nya lebih rumit.

Udah ah, nggak mau bahas lagi, bikin sedih aja, melebihi sedihnya ditinggal si dia #eh.

Oke Lanjuutt !!!

Pendaftaran

Pendaftaran UTUL tahun ini dibuka tanggal 3 Mei – 24 Mei 2016. Aku mendaftar tanggal 14 Mei pukul 05:58 WIB, tepatnya tiga hari setelah pengumuman SNMPTN dimana aku dinyatakan tidak lolos *senyumkalem. Banyak tahap yang kulalui di pendaftaran UTUL ini, diantaranya :

  • Pemilihan Lokasi Ujian
  • Pengisian Data
  • Upload dokumen
  • Pemilihan Program Studi
  • Penguncian Data
  • Pembayaran Pendaftaran
  • Cetak Bukti Peserta
  • Cetak Kartu Ujian

Aku memilih lokasi Yogyakarta karena jauh hari sebelum pegumuman SNMPTN, bapakku sudah memesan tiket ke Solo (biar dapet yang murah ceritanya). Di UTUL ini, aku memilih program studi sebagai berikut :

Pilihan 1 : Teknik Industri

Pilihan 2 : Kimia

Pilihan 3 : Biologi

Pilihan pertama karena memang tujuanku. Pilihan kedua karena kuotanya banyak (hehe). Pilihan ketiga karena memang plan B ku Biologi dan kebetulan kuotanya juga banyak (huehehe).

Sebagai tambahan, sebenarnya aku pengen jadi Dosen nih temen-temen, dan disiplin ilmu yang kurasa benar-benar sreg dengan hatiku ya cuma Teknik Industri dan Biologi, hehe.

Nih penampakan kartu Bukti Peserta-ku :

bukti

 

Walau ada kegiatan ‘Cetak Bukti Peserta’ ini, namun pas ujian berlangsung tenyata bukti peserta ini nggak di kasih lihat ke pengawas, melainkan Kartu Ujian berikut ini :

karttttYah,,,intinya kedua kartu ini aku bawa aja sih buat jaga-jaga, tak lupa pula ku print rangkap dua, yaa siapa tahu aja ntar butuh ya kan hehe. Pokoknya sedia payung sebelum hujan oke !

Ujian Tulis

UTUL UGM berlangsung pada tanggal 5 Juni 2016, bersamaan dengan SIMAK UI. Aku yang awalnya sedang berada di Semarang karena mengikuti tes UNDIP (sebenarnya bisa aja aku tes UM UNDIP dan UTUL UGM barengan di Yogya kalo aja ga salah milih lokasi ujian dan udah terlanjur dibayar -_-) akhirnya berangkat ke Yogya naik Joglosemar pukul setengah tiga sore dan sampai di Yogya pukul tujuh malam. Aku menginap di rumah Om Astho yang super duper baik menjemputku dan bapakku dari pemberhentian Joglosemar dan mampir lewat Sekolah Vokasi Teknik Mesin UGM di Jalan Yacaranda untuk sekedar survei lokasi.

Keesokan harinya, aku keluar rumah (rumah Om Astho lebih tepatnya) pukul enam pagi untuk mengantisipasi kemacetan dan ternyata benar aja,pas udah sampai di wilayah UGM, jalan-jalan pada rameeee banget dan maceettt bukan mayeeenn..

Sesampai di SV Teknik Mesin, aku segera mencari ruang ujian karena kemarin aku hanya lewat di depannya saja dan tidak sempat mencari ruang ujian karena hari sudah malam. Awalnya ku kira ‘prosesi’ mencari ruang ujian ini bakal lama banget karena pengalaman sebelumnya saat UM UNDIP, aku kebingungan mencari ruangan ujian karena alamat di web yang kurang sinkron dengan lapangannya. Namun, tenyata panitia UTUL UGM sudah mempersiapkan acara ini dengan sangat apik, di dinding dan di setiap kelokan ditempel petunjuk ruangan sehingga peserta dapat dengan mudah mencari ruang ujiannya.Bila di UNDIP aku butuh waktu hampir setengah jam cuma buat nyari ruang ujian, di UGM nggak sampe satu menit aku udah ketemu ruang ujiannya 🙂

Dan ujian pun berlangsung dari jam tujuh sampai jam setengah tiga sore. Sesi pertama aku mengerjakan soal TKD Saintek dimana aku hanya bisa menjawab 35 soal dari 75 soal TKD Saintek yang ada. Setidaknya lebih lumayan dibanding SBMPTN dah walaupun nggak bisa dibilang mudah juga.

Sesi kedua aku mengerjakan TKD Umum dan aku mengerjakan semua soal Bahasa Indonesia dan Inggris, kecuali pada Matematika Dasar, aku hanya bisa menjawab 12 soal dari 20 soal. Ketika LJK dikumpulkan, aku jadi kurang pede karena saat ku lihat panitia mengumpulkan LJK peserta yang lain, rata-rata LJK mereka pada penuh hiks hiks hiks :(.

Setidaknya aku sudah melakukan sebisaku.

Setelah TKD Umum, aku mengerjakan soal TKPA dan Alhamdulillah TPA nya nggak bikin serangan jantung kayak TKPA nya SBMPTN dan Alhamdulillah aku mengisi semuanya. Dan kurasa peserta lain sepertinya juga bisa mengerjakan soal TKPA nya dengan baik.

Saranku bagi teman-teman yang bakal ikut UTUL, jaga stamina ya, jangan sampai ngantuk, tidur yang cukup sehari sebelumnya dan jangan begadang. UTUL ini lumayan lama lho, setelah ngerjain TKD Saintek, kita bakal dikasih waktu istirahat 15 menit, setelah itu kita bakal ngerjain TKD Umum dan TPA tanpa jeda istirahat, mungkin agak terasa capek, mungkin juga kerasa ngantuk (apalagi diruanganku AC nya lumayan adem dingin gitu).

Beberapa orang mungkin pernah ngerasain seperti yang aku rasain kemarin, dimana ketika pertengahan waktu, aku ngerasa otakku buntu, aku baru bisa jawab bahasa Indonesia, namun Madas dan Inggrisnya aku belum jawab, dan yang kurasakan saat itu, antara lelah, bingung, nyerah, semacam frustasi gitu deh. Aku ngerasa ‘kok aku lama banget ya ngerjain soalnya ? otakku kenapa nih?’ . Aku merasa aku bakal gagal dan ga bisa jawab semuanya. Pokoknya ngerasa nyerah gitu deh, apalagi mengingat sebelumnya pas Saintek aku jawab dikit banget.

Terus aku diam sebentar. Pejamin mata. Kubayangkan wajah orang-orang yang mungkin bakal kecewa jika aku gagal. Bapak, Mamak, Nenek, Kakek, dan semua keluarga besar deh pokoknya. Aku berpikir, toh aku harus menyelesaikan ini semua. Ini lah tes yang ku tunggu tunggu dari dulu. Cuma ini jalan satu-satunya agar aku bisa masuk Teknik Industri UGM. Terus aku teringat kembali, sehari sebelumnya ketika aku masih di Semarang. Aku ingat ketika itu teman bapakku datang dan dia membawa istri serta anaknya. Anaknya kuliah di UGM jurusan Teknik Sipil. Anaknya dulu juga ga keterima SNMPTN sama sepertiku dan akhirnya dia ikut ujian di Undip, UGM, dan Politeknik Negeri Semarang. And Finally, dia lolos di Teknik Sipil UGM. Aku berpikir, kok aku mau sih kalah sama dia ?

Dan akhirnya aku ngerjain soal lagi deh, aku ngerasa seperti ada suntikan semangat, Madas yang awalnya ga tau mau aku isi pake apa akhirnya keiisi juga 12 nomor dan rasanya Alhamdulillah deh, soalnya aku ga pintar-pintar banget di MTK.. Serius deh. Nilai UN MTK ku cuma 50 berapa gitu.

UTUL hari itu di awali dengan doa yang dipimpin oleh pengawas ujian, dan kututup dengan sholat Dzuhur musholla dan berdoa semoga Allah memberikan yang terbaik bagiku.

Pengumuman

Pengumuman UTUL UGM baru akan keluar hasilnya tanggal 1 Juli nanti. Doakan aku semoga mendapat hasil yang terbaik ya teman-teman 🙂