MyIDEA : Rencanaku Dalam Menjalankan Bisnis ‘Usaha Ami’

Nenek memiliki sebuah usaha kue yang telah dirintisnya sekitar sejak tahun 1998 disaat aku baru lahir. Usaha kue nenek berkembang lumayan pesat sehingga cukup terkenal di wilayah kabupaten Karimun. Nenek juga sering mengikuti pelatihan dan studi banding ke berbagai wilayah, bahkan sampai ke Jakarta dan Singapura.

Namun, kenapa setelah belasan tahun lamanya, perkembangan usaha kue nenek sepertinya begitu-begitu saja ya ?

Malah aku merasa semakin lama usaha kue nenek semakin menurun. Selain itu, menurutku nenek kurang memberi inovasi dalam produknya, ataupun produk yang dihasilkan kurang memuaskan konsumen sehingga pelanggan usaha kue nenek makin sedikit. Ditambah lagi, rumah nenek yang dahulunya sekaligus dijadikan ‘markas’ usaha kuenya kini telah dikosongkan dan nenek pindah ke rumah mamak yang terletak di belakang SD 1. Pelanggan kue nenek dapat saja mengira bahwa nenek tidak berjualan kue lagi, walaupun sebenarnya nenek masih memasok kue yang disetornya ke toko-toko langganannya. Namun, bukan tidak mungkin suatu saat nanti usaha kue nenek dapat mengalami kebangkrutan mengingat masih banyak pengusaha kue lainnya di tanjung batu.

Sangat disayangkan bila menyaksikan Usaha kue nenek yang sudah beliau jalankan belasan tahun lamanya hilang begitu saja. Padahal, melihat kondisi Tanjung Batu yang sebenarnya gitu-gitu aja, aku melihat peluang bahwa usaha kue nenek sebenarnya punya potensi besar untuk melebarkan sayapnya. Apalagi nenek sudah memiliki banyak pengalaman dalam bidang ini. Melihat hal itu, entah kenapa hatiku tergerak untuk melanjutkan usaha kue nenek. Namun, aku kan masih sekolah. Bagaimana bisa?

Ya, bisa aja sih sebenarnya. Maka dari itu, kali ini aku ingin memulai usahaku untuk mengembangkan bisnis keluarga ini. Bukan dengan materi ataupun pasokan bahan kue – karena untuk beli peralatan sekolah pun aku harus mikir-mikir dulu. Jadi, kali ini aku ingin memulainya dengan sebuah ide. Kupikir ini adalah awal yang bagus, setiap tindakan akan lebih cepat tercapai bila memiliki ide yang dapat dijadikan fokus dan membuat proses pencapaian sesuatu lebih terarah. Baiklah, berikut adalah ide-ideku dalam membangun usaha kue nenek.

  1. Punya Ruko tersendiri
  • Hal pertama yang akan kulakukan dalam mengembangkan usaha kue nenek adalah dengan menyewa atau membeli sebuah ruko dengan letak strategis. Selain agar masyarakat lebih mudah mengingat letak usaha kue ini, hal ini juga bertujuan agar urusan usaha kue tidak bergabung dengan urusan rumah seperti dahulu. Jujur agak pusing rasanya ketika tengah membuat kue ada cucu cucu nenek yang lalu lalang. Terus kalo ada pelanggan kue yang datang, malah disambut dengan kondisi rumah yang kayak kapal pecah karena ulah budak-budak bertuah. Hal ini dapat mengubah image usaha kue nenek di mata pelanggan. Dengan adanya ruko, setidaknya ketika pelanggan datang, kita bisa menyambutnya dengan pemandangan indah interior dalam ruangan, juga dengan pajangan kue-kue siap saji yang telah dibuat. Itu baru namanya benar-benar usaha kue ! Jadi, nenek ga perlu ngantar kue ke toko-toko lagi. (untuk pelabuhan, mungkin akan sewa stand kecil gitu)
    *untuk desain interior rukonya akan kujabarkan nanti,
  1. Meningkatkan Image Usaha Kue Nenek

Masyarakat Indonesia pada umumnya adalah tipe-tipe konsumen yang membeli suatu barang karena melihat dari bungkusnya, bukan isinya. Karena kebetulan untuk soal rasa, kue nenek tidak punya masalah, hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah meningkatkan image dari produk yang dijual nenek. Hal pertama yang akan kulakukan adalah memasang baliho besar di depan ruko dan di beberapa tempat tertentu yang sering dilalui warga. Hal ini dapat membuat kesan ‘mewah’ pada produk kue nenek sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Hal-hal yang disampaikan dalam baliho antara lain seperti diskon khusus pembelian kue, info produk kue terbaru dan sesekali isinya mengandung humor ataupun pesan moral seperti yang biasanya dilaukan CSR perusahaan Mc Dermott. Setelah memasang baliho, hal selanjutnya yang akan kulakukan adalah memperbaiki kemasan kue nenek. Kemasan kue nenek sebenarnya nggak buruk-buruk amat, malah sebenarnya sudah bagus, namun harus lebih ditingkatkan, seperti membeli kemasan kue yang eksklusif, bukan kemasan yang bisa dibeli di toko-toko plastik. Hal ini juga untuk menambah kesan ‘mewah’, ‘memproduksi dari hati’, ‘kepuasan anda target kami’ dan kesan baik lainnya. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah imitasi dari pedagang kue lain karena konsumen akan tahu mana kue usaha ami yang asli dan kue usaha ami yang abal-abal.

  1. Mendirikan Toko Bahan & Peralatan Kue, Kursus Buat Kue dan Toko Buku Kue

Oke, jadi tadi kan ceritanya udah beli ruko tuh. Sebenarnya untuk toko kue itu sendiri 1 lantai udah cukup, sedangkan ruko pada umumnya punya dua lantai, nah jadi, sambil menyelam minum air, aku juga ingin membangun toko bahan dan peralatan kue. Untuk toko kue dan toko peralatan kue ini sebenarnya tidak perlu dipisah, namun disatuin aja karena kue juga ga bisa lepas dari alat-alat kue. Dan kedua usaha ini akan di pusatkan di lantai 1. Jadi gini, dilantai 1, kita bagi jadi dua daerah / stand. Daerah pertama tempat memamerkan produk-produk kue, nah, disudut lain, disisipin satu stand yang namanya “Alat Kue Ami” yang menampilkan berbagai alat kue (tidak dalam jumlah besar, cukup 1 buah aja per produk). Terus disampingnya ditulis “Lantai Dua : toko peralatan dan bahan kue”. Untuk mempromosikan toko perlatan ini juga dapat dilakukan dengan menampilkannya di baliho. Jadi pokoknya ketika konsumen masuk, atmosfer kue dan peralatannya langsung merasuki si konsumen itu. sehingga seakan-akan ia sedang masuk kedalam surga kue. (tambahan sound effect dan TV yang menayangkan berbagai produk kue nenek). Di depan ruko dibangun patung kue ataupun orang boneka, boleh juga backdrop untuk menarik konsumen berkunjung- walau sekedar untuk foto bareng orang boneka atau dengan latar backdrop usaha ami.

Selain itu, aku juga ingin membuka kursus membuat kue – kan dikeluargaku banyak yang bisa buat kue, SDM tersebut perlu dimanfaatkan, setidaknya kita berbagi ilmu kepada orang lain pahalanya besar, apalagi jika orang tersebut juga dapat mengembangkan usaha kuenya menjadi besar, kan kita kelimpahan pahala juga. Untuk masalah rahasia perusahaan dan ilmu mungkin perlu dirundingkan lagi dengan lebih terperinci agar rahasia perusahaan tetap terjaga.

Dan aku dapat ide lagi nih, dilantai satu juga ada satu rak khusus buku-buku kue, boleh dibaca, boleh juga dibeli, jadi ceritanya usaha Ami juga jual buku-buku khusus kue. Setidaknya ini menunjukkan komitmen Usaha Ami untuk mengedukasi masyarakat tanjung batu dengan kue #ceileh

  1. Memperluas Jaringan

Hal ini dilakukan dengan memperluas promosi dengan media sosial. Setidaknya hal tersebut juga memungkinkan adanya konsumen yang berasal dari luar daerah. Selain medsos, usaha ami juga buat blog sendiri.

  1. Adain Event Bermanfaat

Event juga dapat dijadikan ajang promosi bagi perusahaan, event-event yang akan aku lakukan antara lain :

  • Jalan Sehat bersama Usaha Ami hadiah motor (tunggu udah kaya dulu)
  • Senam Sehat bersama Usaha Ami (setiap minggu di depan ruko/dibalai pemuda-sekalian menghidupkan balai pemuda). Ntar sekalian jual kue murah disana.
  • Lomba Inovasi Kue (untungnya, kita bisa menemukan inovasi kue baru)
  • Kursus Kue Singkat
  • Seminar Kue bersama pakar kue
  • Kue Gratis untuk yang berulang tahun
  • Program pengumpulan Stamp dan tukar hadiah
  • Takjil Gratis
  1. Menambah Fasilitas
  • Layanan Antar kue
  • Jual kue dengan mobil keliling
  • Diskon khusus Member
  • Diskon khusus hari besar, pelajar
  • katalog kue per dua bulan
  1. Fokus Usaha

Karena setiap usaha juga harus punya fokus, Usaha Ami juga harus punya fokus dalam menjalankan bisnisnya. Jadi fokus Usaha Ami lebih ditekankan pada makanan khas kepri dan oleh-oleh khas kepri. Namun juga tetap memproduksi berbagai macam kue. Selain itu, usaha ami bukan hanya menjual kue-kue mahal. Usaha ami juga bakal menjual kue-kue murah untuk sarapan tiap paginya yang harganya 1000 rupiah. Kue-kue ini akan dijual di depan ruko.

  1. Program CSR
  • Beasiswa Ami
  • Kunjungan ke panti asuhan
  • Perpustakaan keliling
  • Bantuan dana pendidikan TPQ ke Surau-surau / sumbangan buku dan Quran
  • Sumbangan buku untuk pelajar
  1. Inovasi Usaha Lainnya
  • Kedai Kopi Ami & Usaha Catering (gabung dengan Ruko Usaha Ami)

‘Kedai Kopi dan Toko Kue USAHA AMI’

  • Bengkel Sepeda (memasyarakatkan Go Green dan Go Wes di tg batu)
  • Bimbel Debby, Toko Buku Debby dan Perpustakaan Debby

Untuk yang satu ini kayaknya aku harus punya satu ruko lagi yang bernama ‘Gedung Edukasi’. Untuk Bimbel lebih di pusatkan pada bimbel B,Inggris #KARIMUNSiapHadapiMEA

  • Bangun SMK Debby : namanya SMK Melayu >> Dan debby pun merealisasikan impian debby jadi pendidik
  • Buat Objek Wisata seperti kebun binatang, resort, Museum Kepri, Water Boom Tg Batu, Revitalisasi pasar bawah,
  • ==================================================================
  • .. Diatas itu adalah ide-ide dodol yang kutulis tanggal 3 Januari lalu, awalnya sih aku pengen buat essai untuk dilombakan di event ITB Journey To Riau, namun aku jadi ‘buntu’ dah malah nulis hal-hal aneh diatas wkwkwk… Sekedar berbagi saja…Dan aku berharap semoga aku punya kesempatan untuk mewujudkan ide ide dodolku itu… Aamiin… 🙂