Resolusi 31 Hari Kedepan

28

Assalamu’alaikum wr wb

Wah, udah bulan Agustus ajaa nih, hehehe.

Di bulan yang spesial ini, aku ingin memulai postingan blog ku dengan sesuatu yang sedikit bermanfaat yaitu “Resolusi 31 Hari Kedepan” ~ yeyy,,, berfaedah sekali ya…

Ya setidaknya sedikit lebih bagus deh ketimbang buat postingan puisi galau gara-gara chat di read doang atau galau gara-gara dibaik2in terus sampe baper dan insiden lainnya.

Okeydah. Sebelum aku menuliskan resolusi apa saja yang akan kujalani satu bulan kedepan, terlebih dahulu aku akan menyampaikan latar belakang, rumusan masalah serta tujuan dari dibuatnya postingan ini.

Yaps, Jadi, latar belakang dari dibuatnya postingan berisi Resolusiku satu bulan kedepan ini, tak lain dan tak bukan adalah untuk ….

pencitraan aja sih sebenernya..

eh ga ding

jadi, tujuanku membuat postingan ini adalah semata-mata untuk mengingatkan diriku pribadi khususnya tentang pentingnya mengorganisir segala sesuatu, baik sekecil apapun, apalagi sebesar apapun.

Yaaa kita tau sendiri kan Ali bin Abi Thalib pernah bilang, “Kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah dengan kejahatan yang terorganisir” sebagaimana yang kita tahu setan punya 1001 cara untuk menggoda manusia agar menjadi hamba yang lalai ~

Maka dari itu, dibuatlah resolusi ini, mungkin resolusi ini ga semuanya tercapai, (tapi moga aja tercapai semua dah) namun setidaknya udah ada catatan dalam sejarah bahwa seorang Debby pernah berusaha untuk memperbaiki dirinya menjadi pribadi lebih baik dengan membuat resolusi  (lebih baik melakukan walaupun hasilnya tidak maksimal daripada tidak sama sekali kan ya ? hehe). aa….to….the…siq…#asiq

Baiklah untuk tidak memperpanjang waktu, kuy langsung ke list resolusiku di bulan Agustus ini…. cekidoottttttt

  1. Berat badan turun 5 kg

Yak, setiap cewe pasti selalu punya masalah tentang berat badan, yang kurus pengen gendut, yang gendut pengen kurus. Begitu pula aku ~ mengingat berat badanku sangat2 tidak ideal ~ yah walaupun masih ideal buat ikut kontes miss Indonesia ~ aku pun memiliki tekad dan keinginan untuk menurunkan berat badanku sebanyak 5 kg di bulan ini. Bisa ? Bisa dongg ~

2. Khatam Al-Quran 2 kali

Yaps, karena Agustus adalah bulan yang cukup spesial, maka aku harus melakukan banyak ibadah dan meningkatkan amal yaumi. Maka dari itu, aku menargetkan untuk bulan ini dua kali khatam. Masa iya khatam Quran nya pas ramadhan doang ? Abis ramadhan ibadah juga harus meningkat dong :), minimal tetap. Gaboleh turun. Dan kebetulan aku baru bisa ngusahain khatam dua kali. Mudah2an bulan depan bisa nambah yaa jumlah khatamannya.

3. Ikut minimal 10 lomba

Sebagai seorang gabut-ers yang nyata, aku harus mulai menghilangkan kebiasaan membuang-buang waktu dan menggantinya dengan kegiatan yang bermanfaat dan positif. Salah satunya mengikuti lomba-lomba. Gatau dah menang apa kagak yang penting ikut aja. Toh kata pepatah “Tuhan tidak mengharuskan kita sukses, Tuhan hanya mengharapkan kita mencoba”. So… banyak-banyaklah mencoba.

Btw. Aku juga ngga tau mau ikutan lomba apa.

4. Buat catatan kuliah

Yaaps, sebagai mahasiswa yang baik dan rajin menabung, tidak ada salahnya aku mulai mencicil untuk mempelajari mata kuliah yang akan dipelajari di semester depan. Betewe ada beberapa mata kuliah yang akan kupelajari antara lain sebagai berikut  :

  • Matematika Optimisasi
  • Penelitian Operasional I
  • Statistika Industri I
  • Kimia Industri
  • Akuntansi Biaya
  • Mekatroni
  • Ergonomi dan Pengukuran Kerja

Waaah banyak juga ya, untuk bulan Agustus ini aku rencanya pengen ngulas minimal pengantar atau bab2 awal dari semua mata kuliah ini.

#azeq #yakalideb

Rajin banget ya kayanya ? Gapapa deh kan rencana. Jadi harus se keren-keren dan setinggi-tinggi mungkin. Moga bisa dijalanin deh ~

5. Buat minimal 50 postingan blog

Sebagai blogger yang rajin dan suka menabung, juga karena resolusiku di tahun 2017 salah satunya adalah membuat ratusan postingan di blog untuk meramaikan blog ini. Aku pun harus mencicil untuk memperbanyak postingan blog mengingat tinggal 4 bulan lagi 2017 akan berakhir. 50 ? Bisa kok, InsyaAllah 🙂 Kebetulan untuk memotivasiku menulis blog dibulan ini, aku membuat list blogging challenge yang isinya daftar tema postingan apa aja yang bakal ku tulis. So… tetap pantengin blog Debby yaaaaak

6. Baca minimal 10 Buku dan membuat ulasannya

Agar libur ini lebih produktif, aku harus membaca banyak buku sebagai nutrisi tambahan bagi otakku. Bagaimanapun, aku harus membiasakan untuk rajin membaca sejak dini (dini ?… udah tua atuh ini mah), bila tidak, bagaimana aku bisa memotivasi anak-anakku kelak bila ibunya saja disaat muda dahulu males-malesan baca buku ?

ya. gitu dah intinya

7. Rutin minum teh hijau tiap hari

Sebenernya ini masuk dalam proker menurunkan berat badan, namun karena urgensi menurunkan berat badan di bulan ini sanga-sangat genting sehingga ada banyak resolusi yang berkaitan dgn penurunan ukt tersebut… eh.. berat badan maksudnya.

Doain aja ya gaes aku bisa kurus kaya Pevita Pearce

Mungkin segini dulu aja kali ya resolusinya. Ntar kalo kebanyakan resolusi malah bingung hehehe. Sekiaaaaaaannnn

Sampai jumpa di postingan Debby Berikutnya.

Advertisements

Aku Harus Semangat !!!

tumblr_static_tumblr_static_5567g08ealssgc0csgcokgwo0_640

Dua bulan di TI – UB cukup mengasyikkan. Namun aku masih bisa dikatakan belum begitu produktif dalam menjalani dunia perkuliahan. Kegiatanku sehari-hari masih berkutat pada mengerjakan tugas hasil tumpukan berminggu-minggu, perjalanan hanya kuhabiskan dengan jalur kuliah-warung-kos-kuliah-warung-kos dan berulang-ulang tanpa ada variasi. Aku ga pernah ikut kajian keagamaan dan aku benar-benar ga produktif di dua bulan pertama ini.

Ada dua asistensi yang sedang kujalani. Asistensi Optimasi dan Asistensi ICL. Di Asistensi Optimasi pun aku ga begitu aktif karena mungkin kemarin-kemarin aku kurang bersemangat entah apa alasannya. Namun akhir-akhir ini aku sadar bahwa Mas Mbak asisten sudah begitu baik menyediakan waktu luang di tengah-tengah kesibukan mereka hanya untuk membimbing kami dua kali seminggu. Padahal mbak mas asistenku juga sibuk di organisasi dan juga ada yang menjadi asisten laboratorium. Entah kenapa rasanya aku serasa jadi anak yang kurang bersyukur karena sudah diberi kemudahan dengan diberi bimbingan dari mas mbak asisten namun ga memanfaatkannya sebaik mungkin, contohnya ketika asistensi bisa dibilang aku paling pasif dan pendiam dalam menjawab pertanyaan. Jika aku jadi mas mbaknya, mungkin aku juga bakal kecewa karena sudah meluangkan waktuku namun ga di hargai. Aku juga pasti bakal seneng banget kalo jadi asisten dimana pesertanya pada aktif. Jadi, sepertinya mulai hari ini aku akan bertekad untuk lebih aktif di kegiatan asistensi optimasi, aku harus aktif karena itu juga demi kebaikanku, karena dengan aktif aku bisa belajar untuk berbicara di hadapan umum, belajar berbicara yang sesuai dengan etika dan belajar mengemukakan pendapat.

Di Asistensi ICL, aku juga bertekad untuk lebih aktif lagi karena sebentar lagi kelompokku akan maju dosen (ceritanya insyaf ._.). Lupakan potongan nilai 15% karena telat ngumpulin laporan, yang pasti kedepannya aku harus berusaha lebih keras lagi untuk mengejar ketertinggalan.

Di perkuliahan, aku bertekad untuk tidak menunda-nunda tugas lagi karena rasanya ga enak banget, lebih ga enak daripada dicuekin di grup line wehehehe.

Oke… sebenarnya aku mau curhat aja nih, malam ini ada banyak deadline diantaranya :

  • Proposal PKM
  • PR Alprog 1
  • PR Alprog 2
  • PR Alprog Kelompok
  • Program ICL
  • BAB 4 dan 5 ICL
  • PR asistensi Optimasi
  • Cuci baju satu minggu terakhir -_-

deadline-deadline diatas adalah  bukti nyata fenomena kemalasanku dua bulan ini.

Maka dari itu, aku bertekad pada malam ini, pukul 11.49 hari Senin 7 November 2016, aku akan bertekad untuk belajar lebih keras. Tidak mengawang-awang ga jelas mau ngapain, ngga bengong dan banyak tidur serta lebih rendah hati untuk membaca buku. Aku sadar bahwa aku gatau kapan aku bakal mati, umurku ga panjang dan aku gaada sama sekali memberikan manfaat bagi sekitarku. Maka dari itu dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku berdoa semoga bisa menyelesaikan deadline malam ini. Aamiin 🙂

Bismillah, karena di setiap kesulitan ada kemudahan.

Dan Allah memberiku masalah karena tahu aku bisa menyelesaikannya 🙂

Wassalamualaikum wr wb

 

 

 

Apa Cita-citaku ?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Pertama-tama kuucapkan puji dan syukur kepada Allah Swt yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepadaku sehingga aku memiliki kekuatan untuk menulis blog ini dan menjauhkanku dari godaan untuk bobo cantiQ seperti yang biasa kulakukan setiap malamnya.

Okelah sobat. Dimalam minggu yang agak dingin ini (karena tadi agak gerimis), aku akan mencurahkan sedikit isi hati dan pikiran yang ada di dalam raga ini, karena agak sesak juga dipendam sendirian, ntar bawaannya baper *apasihdebby*

Jadi, aku pengen curhat nih..

Dengerin ya..

Eh, nggak ding,, baca ya maksudnya.. Jangan buru-buru ngantuk

PLISSSS

Baca ya Baca . BACA

Okehh. Jadi gini (bingung mau mulai dari mana – gregetan)

Jadi begini…

Kalo kita nanya ke anak SD apa cita-citanya, pasti sebagian besar dari mereka bilang pengen jadi dokter kan ya?. Memang ada sih yang bilang pengen guru, polisi, atau lainnya. Namun menurut penelitian singkat yang kulakukan, pasti kebanyakan dari anak-anak SD bilangnya kalo mereka pengen jadi dokter, entah itu karena niat mereka sendiri dari lubuk hari mereka yang paling sunyi, atau karena doktrin dari lingkungannya yang seakan menumbuhkan mindset bahwa cita-cita yang bagus itu adalah menjadi dokter.

Kalo penelitianku ini kurang akurat.. yaudah maklumi aja dan anggap penelitianku ini memang benar-benar sebuah fakta umum dan teruji secara klinis. Habis,, disini kan aku yang lagi cerita, jadi suka-suka daku mau nulis apa ya, hehe :3

Okeh jadi ceritanya, dulu,,, saat aku duduk dibangku SD, aku pernah bercita-cita jadi dokter..

CITA-CITA PERTAMA : DOKTER

Okeh, untuk bagian ini, sejujurnya aku juga bingung darimana asalmula keinginanku ini. Dulu sekali, ketika masih duduk dikelas satu dan dua, sepertinya mamakku pernah bilang,

“Kalo nanti ditanya orang cita-citanya apa, bilang aja mau jadi dokter ya”

Dan sejak saat itulah cita-cita dokter melekat di diriku,

“Debby mau jadi apa?”

“Dokter mak”

“Debby benaran mau jadi dokter atau Cuma ikut kata-kata mamak aja?”

“Memang benaran mau jadi Dokter”
Begitulah jawabanku ketika sekitar 2-3 tahun kemudian mamakku bertanya tentang cita-citaku. Bahkan saat itu aku pun tak terlalu berpikir tentang masa depan, bakal jadi apa dan lain sebagainya. Yha, maklum, masa-masa SD kan masa-masanya main petak umpet, main ‘Cip’ siapa kena ‘Jadek’, main ‘Tam-tam Buku’ dan lain sebagainya.

Bahkan, saat bapakku mendaftarkanku ke SMP, aku seperti ga ada yang istimewa aku bersikap seperti air, mengikuti arus. Begitulah kurangnya pemahamanku terhadap masa depan. Yang ada di otakku saat itu adalah “Oh, udah lulus SD ya? Terus sekarang lanjut SMP ya? Oh ya udah lah. Mungkin memang gitu peraturannya”

Maklum,masih otak-otak anak SD

CITA-CITA KEDUA : GURU

Okeh, cita-cita keduaku adalah guru.Cita-citaku menjadi dokter seakan pudar. Aku ragu apakah bisa jadi dokter, bukan, bukan karena tidak percaya diri, namun aku tidak berminat masuk jadi dokter, kuliah 6 tahun, banyak praktek ini itu, bahkan aku aja takut lihat darah, takut jadi catat, luka dikit aja aku udah khawatir tuh luka dijahit atau ngga (maklum, pengalaman kelas 6 SD, kakiku luka besar dan dijahit karena kena Cutter, dan itupun aku sendiri yang megang Cutternya karena saat itu lagi mau mutusin tali layangan yang nyangkut di sepeda)

Cita-cita ini mulai muncul sejak aku duduk di bangku SMP dan bertahan sampai aku duduk di kelas 2 SMA. Saat melihat guru-guru menjelaskan pelajaran, rasanya pengen aja jadi seperti mereka, mengajar, berbagi ilmu, dikenal oleh banyak anak didiknya, mengatur kelas, memeriksa tugas siswa, bercengkrama, memotivasi mereka, dan lain sebagainya. Terlebih lagi menurut buku-buku yang kubaca, yang isinya seputar mencari jati diri, aku sepertinya memang cocok jadi pengajar, karena aku suka bicara dan menjelaskan sesuatu. Ya, aku suka bila semua perhatian (dalam kelas) tertuju padaku.

Intinya aku suka dengan pekerjaan ini, pekerjaan yang menurutku merupakan perwujudan cita-cita negara secara langsung, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan seperti ‘mereka’ yang hanya mengatasnamakan pendidikan dalam kampanyenya namun tak pernah terlibat secara langsung dalam pendidikan itu sendiri. Maju tidaknya sebuah negara kan bergantung pada SDM nya, kalo kualitas SDM nya masih rendah, bagaimana bisa maju? aku pernah membaca bahwa aspek penting yang harus dilakukan di Indonesia adalah memajukan pendidikannya, bukan memajukan ekonominya. Bila kualitas SDM sudah maksimal, pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat karena masyarakatnya sudah memilliki pola pikir tersendiri untuk memajukan bangsanya.

Maka dari itu aku ingin menjadi guru, setidaknya apa yang akan kulakukan ketika menjadi guru nanti dapat memberikan sumbangsih sepersekian persen bagi peningkatan kualitas SDM Indonesia kedepannya, *efek belajar lintas minat ekonomi*. Selain itu, alasanku ingin menjadi guru karena adanya sebuah hadist yang mengatakan bahwa ilmu yang bermanfat adalah salah satu amalan yang tidak terputus walaupun seorang hamba Allah sudah meninggal. Aku suka menganalogikan hadis ini dengan sebuah kondisi, dimana dapat kita bayangkan berapa banyak pahala yang didapatkan oleh sebuah guru yang mengajar sekitar 30 otak dalam sebuah kelas, namun itu baru satu kelas, jika guru tersebut mengajar beberapa kelas, otomatis pahalanya nambah toh? Kan lumayan juga, mendapat banyak pahal untuk menyaingi bahkan mungkin melebihi dosa-dosa diriku ini yang tingginya kayak gunung Everest. Terlebih ketika ilmu yang didapat oleh otak-otak itu disebarkan lagi kepada yang lainnya, nambah pahala lagi dong ya ? *kayak bisnis MLM deh jadinya*

Namun, saat duduk di kelas 3, aku baru sadar bahwa aku hanya memikirkan ‘enak’-nya dari pekerjaan guru, aku ngga memikirkan bahwa banyak resiko juga ketika menjadi seorang guru, dimana kita tidak boleh salah dalam memberikan ilmu, bertanggungjawab atas paham tidaknya pelajaran kita di otak para siswa kita karena sukses atau tidaknya seorang guru dapat dilihat dari siswanya. Aku pernah menjelaskan presentasi di depan kelas, pernah juga mengajari temanku beberapa soal MTK dan akibarnya suaraku berubah jadi serak karena ngejelasin panjang lebar.

Adapun sesuatu yang membuatku mikir-mikir lagi untuk menjadi guru.

Aku baru sadar bahwa aku adalah anak pertama, tumpuan harapan keluarga, panutan bagi adik-adikku yang masih kecil. Aku harus lebih banyak bekerja keras untuk menghidupi keluargaku mengingat ketika 4 tahun lagi, bila aku telah lulus kuliah, dapat diperkirakan bahwa bapak dan mamak takkan kuat untuk bekerja, otomatis aku sebagai anak sulung juga harus bekerja lebih keras untuk menghidupi keluarga agar adik-adikku dapat menjadi orang yang terpelajar, minimal S1 deh. Aku tidak mengatakan bahwa gaji guru kecil, gaji guru besar kok, namun dengan menjadi guru, aku merasa peluang kerjaku jadi sempit. Aku nggak memupuskan cita-cita guruku ini, aku tetap ingin jadi guru, tapi yang bebas, seperti Dosen misalnya. Dengan menjadi dosen otomatis aku juga sedang memacu diriku sendiri untuk tetap menomorsatukan pendidikan selain mencari uang.

Dan Akhirnya bingung sendiri deh akunya…. huhuhu 🙂

Nikmat Waktu Luang

“Ada dua kenikmatan yang dilalaikan oleh kebanyakan  orang,

yaitu kesehatan dan waktu kosong.”

(Bukhari)

            Bicara tentang nikmat yang Allah berikan kepada kita, bagaikan menghitung butiran air di dalam lautan, banyak sekali. Setiap nafas yang kita hembuskan, setiap detik, menit dan jam yang kita lewati, setiap peristiwa yang kita alami, sesungguhnya dipenuhi dengan kenikmatan-kenikmatan yang ia berikan. Terkadang manusia tak sadar akan hal itu.

Hai teman, pernahkah kau sadari kenikmatan yang Allah berikan itu antara lain adalah kesehatan dan waktu luang?. Ya, saya yakin kita semua pasti menyadari akan hal itu. Ya, hanya sadar, termasuk pun saya.

Kesehatan. Bicara tentang kesehatan, pernahkan kau mengidap suatu penyakit, lalu engkau mengaduh dan berdoa kepada Tuhanmu agar disembuhkan oleh penyakit tersebut?. Ya, saya rasa hampir semua dari kita pernah melakukannya. Namun, pernahkah kita berdoa meminta kesehatan untuk diri kita sendiri di saat diri kita tak terkena suatu penyakit apa pun?. Mungkin hanya sebagian saja dari kita yang memohon kepada Allah atas hal tersebut. Intinya, kita hanya berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah hanya ketika kita tertimpa suatu musibah, namun melupakannya saat kita di limpahkan banyak kenikmatan yang justru mengalir dari tangan rezeki-Nya.

Waktu luang. Bicara tentang waktu luang, mari kita renungkan sejenak, kita kemanakan waktu luang yang ada dalam hidup kita selama ini? Apakah waktu tersebut kita gunakan untuk berjalan-jalan di mall, berkeliling ke lantai atas sampai lantai bawah, ‘cuci matalihat ini itu, atau kita habiskan waktu tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah, berdzikir, berdoa, dan melakukan segala kegiatan yang bertujuan mendekatkan hati dan pikiran kita kepadanya. Renungkanlah teman, hidup kita hanya sekali di dunia ini. Maka akan lebih baik bagi kita untuk mempergunakan hidup yang singkat ini sebaik-baiknya untuk bekal diakhirat nanti J

Kata Mereka Tentang Aku

Berikut adalah kenangan satu yang lalu, ketika lagi nge-trend nya virus ‘Describe’ di AskFm.. Wkwkwk

Edward Candy (teman sekelas di X MIA 2)

describe, impersonate dan fi saya yow :D‎  debby zalina

fi: ngatur mirip ibu kos…. hahaha.
debby itu idealis, rapi banget orangnya, pinter juga. anak debat bahasa indonesia, pmr juga. rajin banget bersihin kelas sendirian, suka marahin anak ely kalau pada buat kesalahan haha.

“woy piketlah”
“woy ibu ati datang” (atau guru yang lain).

 Khairunnisa (teman sekelas di X MIA 2)

describe, impersonate dan fi saya yow :D‎  debby zalina

–          I never have any first impression to someone.

–          Des:
Debby.
Dilligent. Super dilligent. (PLEASE CAN I BE YOU.) Smartie. Weird ( well all of elyers are super weird) overall you are nice but pls you have to socialize more okay deb:)
She has a cool blog. (Pls continue writing!!!!!)

–          Imp
“Ibu..ibu”
“Tidak..tidak”
*belajargeo*
*bengong*
*belajar*

–          Miss ya!

 Monica Aprillia (teman sekelas di X MIA 2)

monicaak, describe impersonate dan fi debby ya (belajar main askfm) hehe :D‎  debby zalina

Fi: “ini anak kok kayaknya alim banget ya” “siapa sih dia, kok kayanya aku gapernah liat pas mos?”
D; debby ini one of ely, berjilbab, alim, sering ngingetin solat, baik kok, ex chairmate nya titin, punya blog, debbyzalina.com, she bought the domain, how cool! pinter doong, anak bu ati bgt, kalo ada presentasi, bisa dijamin dia bakal angkat tangan entah itu nanggepin atau malah nanya
Imp: “nama saya debby saya dari kelompok….”
“Nyanyi cindai lah sin”
“Is aku lah we, kan aku duluan”
*angkat tangan*
*angkat tangan*
*angkat tangan*
*baca buku*
*baca buku*
*baca buku*
*baca buku*

  1. Asih Widiastuti (teman sekelas di 9A – SMPN 4 Batam)

describe, impersonate dan fi oma yow :D‎  debby zalina

fi: pendiam banget krna belum kenal kalik
describe: oma ku yang tercinta, suka kwetiaauuu, kyknya tiap malam minggu ngapelin oom kwetiau terusxDv,
sering konser *ngakak*, jadwalnya selalu sibuk soalnya ngaku artis, hahaha.
kalo lg ngobrol psti ttg uang jajan.
tp oma baik banget, pake bangeeet nget, rumahnya d daerah simpang kara, anak tanah meah, xpat sama smansa, punya adek 1 cewek 2 cowok, saudaranya nama depannya “D” semua-_-
seru banget, slalu bikin ngakak, hijab, sering banget jd temen kerja klompok pas smp, anak olimp mtk wktu smp, trus juga anggota “EG’s” yang kita buat wktu lg belajar logaritma pas smp sama pak leo disaat yg lain pada libur, lopelopeee<3 :*
imp :
“hai eg apa kabar?”
“adduuh maklumlah, orang sibuukk” *smbil ketawa trus tangannya nepuk dada
*lempar piring* *lempar kulkas* *lempar bantal* #semua dilemparin-_-
“eh eeehh, bukan gitu maksudnya”
“eh eeh sorry lah yang tadi”
“tadi oma pas berangkat sekolah nengok plat orang blakangnya eg”
“ah sudah, lupakan lupakan”

ah bakalan banyak banget ntar, btw pegel nih tangan penuh perjuangan. wkwkwk
*janganlupaongkostulisnyayaaa* hahaha:p

Gema Akbar Pratama (teman sekelas di 9A-SMPN 4 Batam)

gem , describe, impersonate dan if aku gem (belajar main askfm) hehe:D‎  debby zalina

subhanallah debby, permintaannya 😀
desc = baik, sholehah, pinter, kritis, sopan, ramah, temen sekelas di moosixa, 😀
impersonate = lupa aku deb ko pernah ngomong apa aja 😀
fi gak tuh? fi nya ramah, sholehah 😀

  1. Firda Rezkia (teman sekelas di X MIA 2)
  •          describe, impersonate dan fi saya yoo 😀debby zalina

haiii debbyyyyy
fi: “ehh ini kan debby yg pas di go ituu, rajin bgt bersihbersihnyaa” hehee:p
d: dr awal ngeliatnya dia rajin gituu, trus kayaknya suka banget sama kebersihan, your curiosity is very high ada aja yang pengen ditanya pengen tahu bgt, part of elysium dong dia dibidang seksi kebersihaan, satu kelas di lintas minat geo sama akuu, anak kir pmr sama debat bahasa indo juga nihh debby, dikelas kamis sering kewalahan kalo dapet pertanyaan dr debby…dulu tuhh aku sering ngeliat debby suka mungut sampah gituu aku kadang jd gaenak gitulaa rajin bgt peduli sama lingkungan gtuuu heheee, apalagi yaah hmm pinter jugaa, baikk, pokoknya cuma ada 1 debby lah yang aku pernah liat eaaaaaa hahaha
i: “ayo masuk ibu udah datang..”
“ayo ayo bayar infaq jumat”
“ayo inii bayar infaq masjid”
“alhamdulillah temanteman infaq kita ada….”
“saya mau bertanya yang pertama…yang kedua…yang ketiga…”
sudah segitu saja debbyyy:3

KANTUNG PLASTIK BAYAR ?? ATURAN SIAPA ?!! (Cerita di Endobalet)

Ceritanya,,, kemarin malam, pulang dari les, aku dan mama pergi ke sebuah mini market yang akhir-akhir ini kelahirannya bertebaran di seantero kota bagaikan jamur divisi basidiomycotina yang berciri-ciri hifa bersekat, mempunyai basidiokarp, dan badan buah berbentuk seperti payung.

Sebut saja namanya ‘Endobalet’ (bukan nama sebenarnya) .

Maksud dan tujuanku datang ke ‘Endobalet’ tak lebih dan tak kurang hanya untuk membeli obat sakit kepala karena hari itu kepalaku ‘nyut-nyutan’, mungkin karena cuaca yang lumayan panas, ditambah lagi karena beberapa jam sebelumnya aku melahap soal-soal limit yang sebenarnya gak begitu susah asal kita tahu konsepnya, tapi cukup menguras hati dan pikiran.

Oke kembali ke topik. Jadi ceritanya aku dan mama sedang menimbang obat sakit kepala apa yang akan dibeli ketika tiba-tiba terdengar sebuah suara lemah-mengiba-dan-mengiris-serta-menyayat-hati disampingku.

“Kak … Minta uang kak…”

Eh Ayam !!

Hampir aja aku melompat saking kagetnya ketika melihat seorang anak kecil berpakaian lusuh berdiri di sampingku dan mengadahkan tangannya. Tangan kiri nya megang ranting kering pohon. Itu ranting buat apa ya?. Mama pun beristighfar ketika melihat anak itu. Aku heran darimana datang nih anak?

Aku berpikir keras dan akhirnya nggak yakin kalo nih anak tersesat kehilangan ibunya di minimarket yang luasnya tak seberapa ini.

Mama pun berjalan ke kasir, hendak memberitahukan pada petugas Endobalet atas kedatangan anak ini (ternyata nih anak juga ngajak temannya. Ya rabbi -_-). Ga boleh dibiarin. Lagian ini juga akan menganggu kenyamanan pelanggan dalam berbelanja. Gak lucu kan citra Endobalet jadi jelek nantinya.

“Mas…”

Kalimat mama terhenti karena ternyata di kasir sedang ada pembicaraan antara oom kasir dan seorang pelanggan. Sebut saja namanya Ibu X.

“Lho darimana ini peraturan kayak ginian ?”

“Ini bu” ujar oom kasir, sambil menunjukkan sebuah poster bergambar kantung plastik, “Ini memang peraturan dari pemerintah kalo pake plastik bayar 200”

Oh.. masalah ini toh..

“Iya tapi sejak kapan ? kok gaada dibilangin??”

“Ini sudah ada tulisannya bu. Peraturan dari pemerintahnya memang kayak gitu”

Kulihat wajah oom kasir agak kusut.. seakan-akan dia mau bilang ‘Plis bu jangan salahin saya. Dari sononya emang peraturannya kayak gitu. Saya mah cuma nurut. Saya disini cari rezeki bu. Bukan cari yang lain-lain’

“Iya bu. Peraturannya memang sudah seperti itu. Sudah lama kok disampaikan. Kira-kira dua bulan yang lalu, tujuannya untuk mengurangi penggunaan kantung plastik” ujar mama yang kebetulan berdiri di samping ibu X, ikut memberikan pemahaman.

Wajah oom kasir terlihat agak cerah karena mendapat dukungan. “Iya bu memang peraturan pemerintah”

Sejenak aku berpikir. Lelah juga ya jadi oom kasir, ini baru satu orang, gimana yang lainnya.

Tapi si Ibu X seperti nggak mau terlihat kalah.

“Ya tapi masa ada aturannya saya nge-bawa kayak gini” ujar ibu X pada oom kasir sambil menunjukkan tangannya yang terasa nggak cukup membawa beberapa bungkus mie dan barang lainnya. Nih ibu kayaknya pengen ngajak oom kasir berantem deh..

Lapangan, mana lapangan ?

“Iya bu, maka dari itu disarankan untuk membawa tas belanja sendiri” sambil kembali menunjukkan poster di sampingnya.

Mama tersenyum padaku sambil geleng-geleng kepala dan berlalu, aku mengikuti beliau ke tempat produk sabun cuci muka. Terlihat banyak pasang mata yang mencuri pandang sedikit keributan di tempat kasir.

Aku nggak menyalahkan apa yang dilakukan oleh ibu X. Setidaknya itu adalah salah satu bentuk demokrasi, setiap orang kan memiliki kebebasan dalam menyampaikan pikirannya. Toh dengan begitu akan tercipta kesalingpahaman antara penjual dan pembeli. Pengamalan Pasal sekian.. Sila ke sekian..

Ketika mengingat wajah oom kasir tadi. Tiba-tiba aku teringat bahwa di kelas 10 aku pernah ikut ekskul debat. Kata bu guru, ketika menyampaikan argumen, kita harus menyertakan data yang akurat, bukan hanya sekedar opini. Pengen rasanya aku ngusulin sama oom kasir untuk menyertakan pasal, ayat dan undang-undang nomor berapa yang mengatur peraturan tentang ‘pake-plastik-bayar-200’ ini, kalo perlu sertakan tanggal pengesahannya biar lain kali oom nya ga mati kutu ngehadepin ibu-ibu X yang lain.

Gayamu Deb..

Biacara tentang ‘pake-plastik-bayar-200’ ini, aku sih setuju banget sama pemerintah. Malahan aku ngusulin aja kalo perlu jangan 200, tapi 1000 aja, biar efeknya lebih ngena. Tapi untuk permulaan gapapa deh. 200 dulu juga boleh. Semua kan butuh proses. Hehe

Apalagi ngingat ibu X tadi. Baru 200 rupiah aja protes. Gimana kalo harga plastiknya 1000 ya? Bisa-bisa beliau malah bawa warga satu RT demo di depan Endobalet.

Kan kasihan si Endobalet L

Susah juga yang jadi pemerintah. Dari sini aku belajar bahwa ketika kita membuat suatu keputusan, pasti selalu ada pihak yang mendukung dan ada juga yang tidak. Kita juga tidak bisa memaksakan semua orang setuju dengan apa yang kita lakukan. Lumayan susah menyatukan isi pikiran dari jutaan kepala di tanah air ini. Namun, kembali lagi ke niatnya, kalo emang niat dan tujuannya juga baik, Inshaallah kedepannya dilancarkan.

Bicara tentang ‘pake-plastik-bayar-200’ ini, aku juga teringat bahwa sebenarnya aktivitas ini sudah kupelajari sejak SD. Ketika itu guru IPA ku menyampaikan bahwa salah satu cara mengurangi pencemaran lingkungan adalah dengan mengurangi penggunaan kantong plastik dan menggantinya dengan tas belanja. Beliau juga menjelaskan dampak yang terjadi akibat kantung plastik dan lain sebagainya.

Sampai-sampai soal ujiannya juga ada materi itu.

Namun walau sudah mempelajarinya, bisa dibilang aku hanya tahu teori namun tidak dengan praktiknya, toh ketika menerima kantong plastik setiap belanja. Aku anteng-anteng aja.

Peraturan PPB2 ini (kusingkat aja yah hehe) seakan menamparku. Seakan-akan dia berkata..

“Helloww.. kenapa baru sekarang ketika udah keluar peraturan baru lo mau nurut ngurangin pemakaian plastik? Dulu-dulu kemana aja? Dasar ya, tunggu udah ada ancaman, baru tobat”

Kan aku ngeri sendiri…

Setidaknya aku bersyukur sudah diberi pemahaman seperti sejak dahulu sehingga nggak syok seperti Ibu X.

“Eh, sana ! Kalian mau ngapaian ? Keluar !”

Eh.

Ternyata salah seorang petugas sedang menyuruh si anak kecil yang tadinya sempat minta duit kepadaku.

“Ahh.. Nggak mau ! Ngapa kau? Aku mau belanja” ujar sebuah suara khas anak kecil yang menantang teman sebayanya.

Astagfirullahaladzim. Tadi tuh anak suaranya lemes banget pas minta duit. Kenapa sekarang suaranya jadi kuat gitu. Pengen kusumpal pake apa ya enaknya? Kasihan oom petugasnya, pasti kewalahan ngadepin anak kayak gitu, tugasnya si oom disana udah banyak, jangan ditambah-tambah. Baru kecilnya aja udah kayak gitu, besar mau jadi apa kamu nak ?

Sesampainya dirumah, aku pun iseng googling.

Dan akhirnya aku ketemu deh apa yang aku cari

“Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan surat edaran di bawah Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya bernomor: SE-06/PSLB3-PS/2015. Surat tersebut ditujukan kepada kepala daerah dan pelaku usaha; tentang penerapan plastik berbayar di seluruh gerai pasar modern di Indonesia. Tidak kurang, Presiden Jokowi memberi perhatian khusus dengan memerintahkan agar ada regulasi yang dapat mendorong Pemerintahan Daerah secara konkret menyelesaikan persoalan sampah beserta percepatannya pada tahun 2016 dan 2017 ini. Bahkan, tahun 2011, Kementerian Lingkungan Hidup-kini KLHK- telah mewacanakan penerapan cukai pada kantong plastik. Plastik diberlakukan seperti rokok dan minuman beralkohol yang membahayakan bagi kesehatan. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas UU No 11/1995 tentang Cukai, cukai bisa diterapkan terhadap barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik tertentu, di antaranya konsumsinya perlu dikendalikan dan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup. Plastik satu di antaranya.”

 


Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/webe/kantong-plastik-berbayar-atau-tutup-pabrik-kantong-plastik_56c9aefb5b7b612c1198e678

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan surat edaran di bawah Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya bernomor: SE-06/PSLB3-PS/2015. Surat tersebut ditujukan kepada kepala daerah dan pelaku usaha; tentang penerapan plastik berbayar di seluruh gerai pasar modern di Indonesia. Tidak kurang, Presiden Jokowi memberi perhatian khusus dengan memerintahkan agar ada regulasi yang dapat mendorong Pemerintahan Daerah secara konkret menyelesaikan persoalan sampah beserta percepatannya pada tahun 2016 dan 2017 ini. Bahkan, tahun 2011, Kementerian Lingkungan Hidup-kini KLHK- telah mewacanakan penerapan cukai pada kantong plastik. Plastik diberlakukan seperti rokok dan minuman beralkohol yang membahayakan bagi kesehatan. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas UU No 11/1995 tentang Cukai, cukai bisa diterapkan terhadap barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik tertentu, di antaranya konsumsinya perlu dikendalikan dan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup. Plastik satu di antaranya.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/webe/kantong-plastik-berbayar-atau-tutup-pabrik-kantong-plastik_56c9aefb5b7b612c1198e678

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan surat edaran di bawah Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya bernomor: SE-06/PSLB3-PS/2015. Surat tersebut ditujukan kepada kepala daerah dan pelaku usaha; tentang penerapan plastik berbayar di seluruh gerai pasar modern di Indonesia. Tidak kurang, Presiden Jokowi memberi perhatian khusus dengan memerintahkan agar ada regulasi yang dapat mendorong Pemerintahan Daerah secara konkret menyelesaikan persoalan sampah beserta percepatannya pada tahun 2016 dan 2017 ini. Bahkan, tahun 2011, Kementerian Lingkungan Hidup-kini KLHK- telah mewacanakan penerapan cukai pada kantong plastik. Plastik diberlakukan seperti rokok dan minuman beralkohol yang membahayakan bagi kesehatan. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas UU No 11/1995 tentang Cukai, cukai bisa diterapkan terhadap barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik tertentu, di antaranya konsumsinya perlu dikendalikan dan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup. Plastik satu di antaranya.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/webe/kantong-plastik-berbayar-atau-tutup-pabrik-kantong-plastik_56c9aefb5b7b612c1198e678

(http://www.kompasiana.com/webe/kantong-plastik-berbayar-atau-tutup-pabrik-kantong-plastik_56c9aefb5b7b612c1198e678)
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan surat edaran di bawah Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya bernomor: SE-06/PSLB3-PS/2015. Surat tersebut ditujukan kepada kepala daerah dan pelaku usaha; tentang penerapan plastik berbayar di seluruh gerai pasar modern di Indonesia. Tidak kurang, Presiden Jokowi memberi perhatian khusus dengan memerintahkan agar ada regulasi yang dapat mendorong Pemerintahan Daerah secara konkret menyelesaikan persoalan sampah beserta percepatannya pada tahun 2016 dan 2017 ini. Bahkan, tahun 2011, Kementerian Lingkungan Hidup-kini KLHK- telah mewacanakan penerapan cukai pada kantong plastik. Plastik diberlakukan seperti rokok dan minuman beralkohol yang membahayakan bagi kesehatan. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas UU No 11/1995 tentang Cukai, cukai bisa diterapkan terhadap barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik tertentu, di antaranya konsumsinya perlu dikendalikan dan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup. Plastik satu di antaranya.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/webe/kantong-plastik-berbayar-atau-tutup-pabrik-kantong-plastik_56c9aefb5b7b612c1198e678

 

Rasanya aku pengen nyoba daftar jadi pertugas kasir di Endobalet

Terus kalo aku ketemu ibu-ibu X yang lain (atau mungkin juga bapak-bapak X) aku bakal ngebalesnya kira-kira gini.

“Bu, menurut surat edaran Dirjen Pengelolaan Sampah no sekian pasal sekian yang telah tertera diatas, ini memang sudah kebijakan yang disahkan oleh pemerintah dan dijalankan diseluruh Indonesia. Jadi mohon ibu mendukung karena dengan begitu kita dapat mewujudkan gaya hidup ramah lingkungan demi masa depan anak dan cucu kita nanti”

*sambil pasang wajah imut dan senyum semanis gula*

“Oh iya bu, satu lagi. Saya sarankan pada ibu. Sekali-kali, channel TV di rumah ibu harus diganti. Jangan hanya menayangkan drama turki, india, sinetron abg dan gossip gossip yang ‘fresh from oven’ serta tayangan hiburan lainnya karena akan berpengaruh pada kurangnya frekuensi tayangan berita di tv ibu dan berdampak pada ketidaktahuan ibu tentang informasi terkini. Setelah ibu menggantinya, kalo ibu ngajak saya debat, saya ladenin deh”

Dialog terakhir akan aku ucapkan ketika aku sudah bosan dan lelah jadi kasir.