Tentang Sebuah Amanah

Pernah ngerasa jenuh ketika menjalankan sebuah amanah ??

Mungkin sebagian besar dari kita merasakannya

Apakah wajar kejenuhan itu ?

Dan bila kita berniat untuk berhenti di jalan itu, apakah itu wajar ??

.

Selintas pemikiran muncul..

“Coba pikirkan lagi akan niatmu, bila niatmu untuk mencari keridhaan Allah. Apakah wajar kamu jenuh ? Hanya sampai segitu sajakah semangatmu dalam mencari ridha Nya ? Hanya sebegitu saja perjuanganmu ? Coba lihat lagi niatmu, niatmu tulus untuk Allah, atau untuk yang lainnya ?”

Advertisements

Kata Kata Terkait Baper #DebbyGaboet

yaps setelah sebelumnya aku sudah sedikit curcol tentang baper, kali ini aku akan nge share poster yang berhubungan dengan baper. tujuannya tak lain dan tak bukan adalah menyelesaikan resolusi 2017 ku untuk menulis 500 postingan di blogku yang imut ini. So mohon maap lah ya kalo bakal banyak bertebarang postingan ga jelas dan unfaedah di blog ku ini karena ku lagi bingung milih topik apa dan lagi marathon nge posting blog

baper 211baper3baper4baper6baper7baper8baper9

 

Baper ???

Baper baper baper.. hmmmm

awalnya aku bingung apasih arti dari kata ‘Baper’

“Baper itu artinya Bawa Perasaan , Deb”
Bawa perasaan??? emang perasaan itu barang gitu ? bisa dibawa-bawa ?

hmmmm

mungkin karen dulu ku taktahu apa dan bagaimana baper itu

namun lama kelamaan aku mulai mencoba memahami arti dari baper itu

ciee, spesial amat ya si baper ampe ku pahami

ah sudah lanjut

intinya

aku merasa terkadang mengalami yang namanya baper

atau jangan-jangan sebenernya cewek itu emang baperan yak ?

entah lah

baper itu apa sih ?

yang kutahu, baper itu adalah…

ketika kita butuh orang, tapi ngga ada yang dateng, kita sedih, akhirnya baper

ketika kita suka sama orang, tapi terlalu menanggapi serius orang itu, padahal sebenernya orang itu biasa2 aja dan ga ada maksud lain, terus kita kepikiran yang lain, terus teringat-ingat, terbayang-bayang… akhirnya baper

duh rumit ya jadi cewe

pengen jadi cowo aja deh

eh

hehe

namun terkadang ku berpikir …

baper itu perlu ga sih ???

di satu sisi sebenernya ku melihat banyak sekali dampak negatif dari baper

tapi di sisi yang lain aku melihat positifnya dari baper itu sendiri.

Dampak negatif baper????
yaaa ga perlu di sebutin kayanya masing-masing kita juga bisa menyebutkannya sendiri

baper bikin kita dipenuhi aura negatif, suudzonan terus bawaannya, dan bikin mood jadi jelek. ga enak banget kan ya

baper juga bikin aktivitas kita jadi terhambat gara-gara mood yang jelek tadi.

merugikan banget kan ya ?

positifnya ??

positifnya sih sebenernya dari kebaperan itu kita bisa belajar bahwa sebagai makhluk sosial kita harus peka terhadap sesama kita. Ketika kita merasa baper, kita juga harus muhasabah diri sendiri, apakah selama ini kita sudah peka terhadap perasaan saudara kita ?

gimana kita bisa berharap orang lain peka dengan kita bila kita sendiri belum bisa peka dengan orang lain ? 🙂

contoh kecilnya baper baperan ini biasanya bisa kita temui di organisasi

dimana terkadang kita baper tapi orang yang di baperi ga peka

sedih.

namun kalo di pikir-pikir

kenapa sih harus baper ?

kalo masalah yang masih simpel aja di baperi, gimana bisa menghadapi masalah di masa depan yang mungkin jauh lebih besar nantinya ?

yaaa seperti masalah keluarga, rumah tangga (hmm kejauhan tampaknya), masalah2 rumit lainnya yang pokoknya lebih rumit di banding sekedar masalah di organisasi.

 

 

 

Tentang Meluangkan dan yang Diluangkan

“Waktu adalah salah satu hal terindah yang bisa “diberikan” dari seorang manusia kepada manusia lainnya. Kau tahu mengapa? sebab ia rela memberikan sebagian jatah hidup “miliknya” yang tak kan pernah kembali “hanya” untuk mengurus manusia lainnya. Maka untuk siapapun yang selalu ada untukmu, menjawab segala ocehanmu, mendengarkan segala keluh kesahmu, dan bersabar dengan segala tingkah kekanakanmu, doakan agar ia memiliki waktu yang berkah. Berterimakasihlah atas pilihannya untuk selalu “ada” bagimu”
.
Aku pernah mengalami keadaan dimana aku membutuhkan bantuan, mencari seseorang, dua orang, tuk memberiku petunjuk akan hal yang kuhadapi. Ku mencari di sana sini, namun tak ku temui. Semuanya sibuk sendiri.
.
Dan Aku juga pernah mengalami keadaan, dimana seseorang, dua orang, banyak orang membutuhkanku. Entah karena mereka butuh bantuaku, atau pun hanya butuh sekeping keberadaannya aku saat itu. .
.
Terkadang kita berpikir, kemana orang-orang ? kemana mereka disaat aku membutuhkan ?
.
Namun terkadang ku juga berpikir, apakah aku ada di saat mereka membutuhkanku ?
.
Terkadang aku berpikir, mengapa mereka datang hanya di saat butuh bantuan? ketika ada apa-apa ?
.
Namun terkadang ku juga berpikir, sejauh mana kepekaanku untuk selalu ada untuk mereka, butuh atau tidaknya mereka.
.
Mungkin ini tentang sudut pandangku. Tentang bagaimana aku menyikapi akan hal-hal di sekitarku.
Menyikapi tentang sikap yang ku dapati,
Menyikapi tentang arti sebuah kehadiran,
Menyikapi tentang arti dari ada dan tidaknya aku,
atau mungkin tentang hal hal lain

Resolusi 31 Hari Kedepan

28

Assalamu’alaikum wr wb

Wah, udah bulan Agustus ajaa nih, hehehe.

Di bulan yang spesial ini, aku ingin memulai postingan blog ku dengan sesuatu yang sedikit bermanfaat yaitu “Resolusi 31 Hari Kedepan” ~ yeyy,,, berfaedah sekali ya…

Ya setidaknya sedikit lebih bagus deh ketimbang buat postingan puisi galau gara-gara chat di read doang atau galau gara-gara dibaik2in terus sampe baper dan insiden lainnya.

Okeydah. Sebelum aku menuliskan resolusi apa saja yang akan kujalani satu bulan kedepan, terlebih dahulu aku akan menyampaikan latar belakang, rumusan masalah serta tujuan dari dibuatnya postingan ini.

Yaps, Jadi, latar belakang dari dibuatnya postingan berisi Resolusiku satu bulan kedepan ini, tak lain dan tak bukan adalah untuk ….

pencitraan aja sih sebenernya..

eh ga ding

jadi, tujuanku membuat postingan ini adalah semata-mata untuk mengingatkan diriku pribadi khususnya tentang pentingnya mengorganisir segala sesuatu, baik sekecil apapun, apalagi sebesar apapun.

Yaaa kita tau sendiri kan Ali bin Abi Thalib pernah bilang, “Kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah dengan kejahatan yang terorganisir” sebagaimana yang kita tahu setan punya 1001 cara untuk menggoda manusia agar menjadi hamba yang lalai ~

Maka dari itu, dibuatlah resolusi ini, mungkin resolusi ini ga semuanya tercapai, (tapi moga aja tercapai semua dah) namun setidaknya udah ada catatan dalam sejarah bahwa seorang Debby pernah berusaha untuk memperbaiki dirinya menjadi pribadi lebih baik dengan membuat resolusi  (lebih baik melakukan walaupun hasilnya tidak maksimal daripada tidak sama sekali kan ya ? hehe). aa….to….the…siq…#asiq

Baiklah untuk tidak memperpanjang waktu, kuy langsung ke list resolusiku di bulan Agustus ini…. cekidoottttttt

  1. Berat badan turun 5 kg

Yak, setiap cewe pasti selalu punya masalah tentang berat badan, yang kurus pengen gendut, yang gendut pengen kurus. Begitu pula aku ~ mengingat berat badanku sangat2 tidak ideal ~ yah walaupun masih ideal buat ikut kontes miss Indonesia ~ aku pun memiliki tekad dan keinginan untuk menurunkan berat badanku sebanyak 5 kg di bulan ini. Bisa ? Bisa dongg ~

2. Khatam Al-Quran 2 kali

Yaps, karena Agustus adalah bulan yang cukup spesial, maka aku harus melakukan banyak ibadah dan meningkatkan amal yaumi. Maka dari itu, aku menargetkan untuk bulan ini dua kali khatam. Masa iya khatam Quran nya pas ramadhan doang ? Abis ramadhan ibadah juga harus meningkat dong :), minimal tetap. Gaboleh turun. Dan kebetulan aku baru bisa ngusahain khatam dua kali. Mudah2an bulan depan bisa nambah yaa jumlah khatamannya.

3. Ikut minimal 10 lomba

Sebagai seorang gabut-ers yang nyata, aku harus mulai menghilangkan kebiasaan membuang-buang waktu dan menggantinya dengan kegiatan yang bermanfaat dan positif. Salah satunya mengikuti lomba-lomba. Gatau dah menang apa kagak yang penting ikut aja. Toh kata pepatah “Tuhan tidak mengharuskan kita sukses, Tuhan hanya mengharapkan kita mencoba”. So… banyak-banyaklah mencoba.

Btw. Aku juga ngga tau mau ikutan lomba apa.

4. Buat catatan kuliah

Yaaps, sebagai mahasiswa yang baik dan rajin menabung, tidak ada salahnya aku mulai mencicil untuk mempelajari mata kuliah yang akan dipelajari di semester depan. Betewe ada beberapa mata kuliah yang akan kupelajari antara lain sebagai berikut  :

  • Matematika Optimisasi
  • Penelitian Operasional I
  • Statistika Industri I
  • Kimia Industri
  • Akuntansi Biaya
  • Mekatroni
  • Ergonomi dan Pengukuran Kerja

Waaah banyak juga ya, untuk bulan Agustus ini aku rencanya pengen ngulas minimal pengantar atau bab2 awal dari semua mata kuliah ini.

#azeq #yakalideb

Rajin banget ya kayanya ? Gapapa deh kan rencana. Jadi harus se keren-keren dan setinggi-tinggi mungkin. Moga bisa dijalanin deh ~

5. Buat minimal 50 postingan blog

Sebagai blogger yang rajin dan suka menabung, juga karena resolusiku di tahun 2017 salah satunya adalah membuat ratusan postingan di blog untuk meramaikan blog ini. Aku pun harus mencicil untuk memperbanyak postingan blog mengingat tinggal 4 bulan lagi 2017 akan berakhir. 50 ? Bisa kok, InsyaAllah 🙂 Kebetulan untuk memotivasiku menulis blog dibulan ini, aku membuat list blogging challenge yang isinya daftar tema postingan apa aja yang bakal ku tulis. So… tetap pantengin blog Debby yaaaaak

6. Baca minimal 10 Buku dan membuat ulasannya

Agar libur ini lebih produktif, aku harus membaca banyak buku sebagai nutrisi tambahan bagi otakku. Bagaimanapun, aku harus membiasakan untuk rajin membaca sejak dini (dini ?… udah tua atuh ini mah), bila tidak, bagaimana aku bisa memotivasi anak-anakku kelak bila ibunya saja disaat muda dahulu males-malesan baca buku ?

ya. gitu dah intinya

7. Rutin minum teh hijau tiap hari

Sebenernya ini masuk dalam proker menurunkan berat badan, namun karena urgensi menurunkan berat badan di bulan ini sanga-sangat genting sehingga ada banyak resolusi yang berkaitan dgn penurunan ukt tersebut… eh.. berat badan maksudnya.

Doain aja ya gaes aku bisa kurus kaya Pevita Pearce

Mungkin segini dulu aja kali ya resolusinya. Ntar kalo kebanyakan resolusi malah bingung hehehe. Sekiaaaaaaannnn

Sampai jumpa di postingan Debby Berikutnya.

Aku Harus Semangat !!!

tumblr_static_tumblr_static_5567g08ealssgc0csgcokgwo0_640

Dua bulan di TI – UB cukup mengasyikkan. Namun aku masih bisa dikatakan belum begitu produktif dalam menjalani dunia perkuliahan. Kegiatanku sehari-hari masih berkutat pada mengerjakan tugas hasil tumpukan berminggu-minggu, perjalanan hanya kuhabiskan dengan jalur kuliah-warung-kos-kuliah-warung-kos dan berulang-ulang tanpa ada variasi. Aku ga pernah ikut kajian keagamaan dan aku benar-benar ga produktif di dua bulan pertama ini.

Ada dua asistensi yang sedang kujalani. Asistensi Optimasi dan Asistensi ICL. Di Asistensi Optimasi pun aku ga begitu aktif karena mungkin kemarin-kemarin aku kurang bersemangat entah apa alasannya. Namun akhir-akhir ini aku sadar bahwa Mas Mbak asisten sudah begitu baik menyediakan waktu luang di tengah-tengah kesibukan mereka hanya untuk membimbing kami dua kali seminggu. Padahal mbak mas asistenku juga sibuk di organisasi dan juga ada yang menjadi asisten laboratorium. Entah kenapa rasanya aku serasa jadi anak yang kurang bersyukur karena sudah diberi kemudahan dengan diberi bimbingan dari mas mbak asisten namun ga memanfaatkannya sebaik mungkin, contohnya ketika asistensi bisa dibilang aku paling pasif dan pendiam dalam menjawab pertanyaan. Jika aku jadi mas mbaknya, mungkin aku juga bakal kecewa karena sudah meluangkan waktuku namun ga di hargai. Aku juga pasti bakal seneng banget kalo jadi asisten dimana pesertanya pada aktif. Jadi, sepertinya mulai hari ini aku akan bertekad untuk lebih aktif di kegiatan asistensi optimasi, aku harus aktif karena itu juga demi kebaikanku, karena dengan aktif aku bisa belajar untuk berbicara di hadapan umum, belajar berbicara yang sesuai dengan etika dan belajar mengemukakan pendapat.

Di Asistensi ICL, aku juga bertekad untuk lebih aktif lagi karena sebentar lagi kelompokku akan maju dosen (ceritanya insyaf ._.). Lupakan potongan nilai 15% karena telat ngumpulin laporan, yang pasti kedepannya aku harus berusaha lebih keras lagi untuk mengejar ketertinggalan.

Di perkuliahan, aku bertekad untuk tidak menunda-nunda tugas lagi karena rasanya ga enak banget, lebih ga enak daripada dicuekin di grup line wehehehe.

Oke… sebenarnya aku mau curhat aja nih, malam ini ada banyak deadline diantaranya :

  • Proposal PKM
  • PR Alprog 1
  • PR Alprog 2
  • PR Alprog Kelompok
  • Program ICL
  • BAB 4 dan 5 ICL
  • PR asistensi Optimasi
  • Cuci baju satu minggu terakhir -_-

deadline-deadline diatas adalah  bukti nyata fenomena kemalasanku dua bulan ini.

Maka dari itu, aku bertekad pada malam ini, pukul 11.49 hari Senin 7 November 2016, aku akan bertekad untuk belajar lebih keras. Tidak mengawang-awang ga jelas mau ngapain, ngga bengong dan banyak tidur serta lebih rendah hati untuk membaca buku. Aku sadar bahwa aku gatau kapan aku bakal mati, umurku ga panjang dan aku gaada sama sekali memberikan manfaat bagi sekitarku. Maka dari itu dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku berdoa semoga bisa menyelesaikan deadline malam ini. Aamiin 🙂

Bismillah, karena di setiap kesulitan ada kemudahan.

Dan Allah memberiku masalah karena tahu aku bisa menyelesaikannya 🙂

Wassalamualaikum wr wb

 

 

 

Apa Cita-citaku ?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Pertama-tama kuucapkan puji dan syukur kepada Allah Swt yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepadaku sehingga aku memiliki kekuatan untuk menulis blog ini dan menjauhkanku dari godaan untuk bobo cantiQ seperti yang biasa kulakukan setiap malamnya.

Okelah sobat. Dimalam minggu yang agak dingin ini (karena tadi agak gerimis), aku akan mencurahkan sedikit isi hati dan pikiran yang ada di dalam raga ini, karena agak sesak juga dipendam sendirian, ntar bawaannya baper *apasihdebby*

Jadi, aku pengen curhat nih..

Dengerin ya..

Eh, nggak ding,, baca ya maksudnya.. Jangan buru-buru ngantuk

PLISSSS

Baca ya Baca . BACA

Okehh. Jadi gini (bingung mau mulai dari mana – gregetan)

Jadi begini…

Kalo kita nanya ke anak SD apa cita-citanya, pasti sebagian besar dari mereka bilang pengen jadi dokter kan ya?. Memang ada sih yang bilang pengen guru, polisi, atau lainnya. Namun menurut penelitian singkat yang kulakukan, pasti kebanyakan dari anak-anak SD bilangnya kalo mereka pengen jadi dokter, entah itu karena niat mereka sendiri dari lubuk hari mereka yang paling sunyi, atau karena doktrin dari lingkungannya yang seakan menumbuhkan mindset bahwa cita-cita yang bagus itu adalah menjadi dokter.

Kalo penelitianku ini kurang akurat.. yaudah maklumi aja dan anggap penelitianku ini memang benar-benar sebuah fakta umum dan teruji secara klinis. Habis,, disini kan aku yang lagi cerita, jadi suka-suka daku mau nulis apa ya, hehe :3

Okeh jadi ceritanya, dulu,,, saat aku duduk dibangku SD, aku pernah bercita-cita jadi dokter..

CITA-CITA PERTAMA : DOKTER

Okeh, untuk bagian ini, sejujurnya aku juga bingung darimana asalmula keinginanku ini. Dulu sekali, ketika masih duduk dikelas satu dan dua, sepertinya mamakku pernah bilang,

“Kalo nanti ditanya orang cita-citanya apa, bilang aja mau jadi dokter ya”

Dan sejak saat itulah cita-cita dokter melekat di diriku,

“Debby mau jadi apa?”

“Dokter mak”

“Debby benaran mau jadi dokter atau Cuma ikut kata-kata mamak aja?”

“Memang benaran mau jadi Dokter”
Begitulah jawabanku ketika sekitar 2-3 tahun kemudian mamakku bertanya tentang cita-citaku. Bahkan saat itu aku pun tak terlalu berpikir tentang masa depan, bakal jadi apa dan lain sebagainya. Yha, maklum, masa-masa SD kan masa-masanya main petak umpet, main ‘Cip’ siapa kena ‘Jadek’, main ‘Tam-tam Buku’ dan lain sebagainya.

Bahkan, saat bapakku mendaftarkanku ke SMP, aku seperti ga ada yang istimewa aku bersikap seperti air, mengikuti arus. Begitulah kurangnya pemahamanku terhadap masa depan. Yang ada di otakku saat itu adalah “Oh, udah lulus SD ya? Terus sekarang lanjut SMP ya? Oh ya udah lah. Mungkin memang gitu peraturannya”

Maklum,masih otak-otak anak SD

CITA-CITA KEDUA : GURU

Okeh, cita-cita keduaku adalah guru.Cita-citaku menjadi dokter seakan pudar. Aku ragu apakah bisa jadi dokter, bukan, bukan karena tidak percaya diri, namun aku tidak berminat masuk jadi dokter, kuliah 6 tahun, banyak praktek ini itu, bahkan aku aja takut lihat darah, takut jadi catat, luka dikit aja aku udah khawatir tuh luka dijahit atau ngga (maklum, pengalaman kelas 6 SD, kakiku luka besar dan dijahit karena kena Cutter, dan itupun aku sendiri yang megang Cutternya karena saat itu lagi mau mutusin tali layangan yang nyangkut di sepeda)

Cita-cita ini mulai muncul sejak aku duduk di bangku SMP dan bertahan sampai aku duduk di kelas 2 SMA. Saat melihat guru-guru menjelaskan pelajaran, rasanya pengen aja jadi seperti mereka, mengajar, berbagi ilmu, dikenal oleh banyak anak didiknya, mengatur kelas, memeriksa tugas siswa, bercengkrama, memotivasi mereka, dan lain sebagainya. Terlebih lagi menurut buku-buku yang kubaca, yang isinya seputar mencari jati diri, aku sepertinya memang cocok jadi pengajar, karena aku suka bicara dan menjelaskan sesuatu. Ya, aku suka bila semua perhatian (dalam kelas) tertuju padaku.

Intinya aku suka dengan pekerjaan ini, pekerjaan yang menurutku merupakan perwujudan cita-cita negara secara langsung, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan seperti ‘mereka’ yang hanya mengatasnamakan pendidikan dalam kampanyenya namun tak pernah terlibat secara langsung dalam pendidikan itu sendiri. Maju tidaknya sebuah negara kan bergantung pada SDM nya, kalo kualitas SDM nya masih rendah, bagaimana bisa maju? aku pernah membaca bahwa aspek penting yang harus dilakukan di Indonesia adalah memajukan pendidikannya, bukan memajukan ekonominya. Bila kualitas SDM sudah maksimal, pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat karena masyarakatnya sudah memilliki pola pikir tersendiri untuk memajukan bangsanya.

Maka dari itu aku ingin menjadi guru, setidaknya apa yang akan kulakukan ketika menjadi guru nanti dapat memberikan sumbangsih sepersekian persen bagi peningkatan kualitas SDM Indonesia kedepannya, *efek belajar lintas minat ekonomi*. Selain itu, alasanku ingin menjadi guru karena adanya sebuah hadist yang mengatakan bahwa ilmu yang bermanfat adalah salah satu amalan yang tidak terputus walaupun seorang hamba Allah sudah meninggal. Aku suka menganalogikan hadis ini dengan sebuah kondisi, dimana dapat kita bayangkan berapa banyak pahala yang didapatkan oleh sebuah guru yang mengajar sekitar 30 otak dalam sebuah kelas, namun itu baru satu kelas, jika guru tersebut mengajar beberapa kelas, otomatis pahalanya nambah toh? Kan lumayan juga, mendapat banyak pahal untuk menyaingi bahkan mungkin melebihi dosa-dosa diriku ini yang tingginya kayak gunung Everest. Terlebih ketika ilmu yang didapat oleh otak-otak itu disebarkan lagi kepada yang lainnya, nambah pahala lagi dong ya ? *kayak bisnis MLM deh jadinya*

Namun, saat duduk di kelas 3, aku baru sadar bahwa aku hanya memikirkan ‘enak’-nya dari pekerjaan guru, aku ngga memikirkan bahwa banyak resiko juga ketika menjadi seorang guru, dimana kita tidak boleh salah dalam memberikan ilmu, bertanggungjawab atas paham tidaknya pelajaran kita di otak para siswa kita karena sukses atau tidaknya seorang guru dapat dilihat dari siswanya. Aku pernah menjelaskan presentasi di depan kelas, pernah juga mengajari temanku beberapa soal MTK dan akibarnya suaraku berubah jadi serak karena ngejelasin panjang lebar.

Adapun sesuatu yang membuatku mikir-mikir lagi untuk menjadi guru.

Aku baru sadar bahwa aku adalah anak pertama, tumpuan harapan keluarga, panutan bagi adik-adikku yang masih kecil. Aku harus lebih banyak bekerja keras untuk menghidupi keluargaku mengingat ketika 4 tahun lagi, bila aku telah lulus kuliah, dapat diperkirakan bahwa bapak dan mamak takkan kuat untuk bekerja, otomatis aku sebagai anak sulung juga harus bekerja lebih keras untuk menghidupi keluarga agar adik-adikku dapat menjadi orang yang terpelajar, minimal S1 deh. Aku tidak mengatakan bahwa gaji guru kecil, gaji guru besar kok, namun dengan menjadi guru, aku merasa peluang kerjaku jadi sempit. Aku nggak memupuskan cita-cita guruku ini, aku tetap ingin jadi guru, tapi yang bebas, seperti Dosen misalnya. Dengan menjadi dosen otomatis aku juga sedang memacu diriku sendiri untuk tetap menomorsatukan pendidikan selain mencari uang.

Dan Akhirnya bingung sendiri deh akunya…. huhuhu 🙂