Belajar Memahami dan Dipahami

Belajar Memahami dan Dipahami

Terkadang kita terlalu menuntut orang lain

Terkadang kita terlalu egois

Berharap oranglain mencapai ekspektasi yang kita yakini tercapai, namun ketika ia gagal, kita kecewa, kecewa karena merasa selama ini paling capek sendiri.

Dimana salahnya ? komunikasi kah ? mungkin

Dimana salahnya ? salah dia kah ? mungkin

Dimana salahnya ? salah kita kah ? mungkin juga

.

Karena terkadang, ketika kita merasa mengapa mereka yang kita harapkan bisa, malah mengecewakan, seakan dia tidak memprioritaskan urusan yang dimiliki bersama kita.

Namun benarkah demikian ?

Bisa jadi iya, bisa jadi tidak.

Terkadang, orang yang tidak menunjukkan masalahnya, bukan berarti tidak punya masalah, mungkin ia sedang mencoba menahan diri, mencoba berpikir bahwa dunia tak selalu melulu tentang masalah yang harus di tangisi.

Terkadang, orang yang kita lihat selalu terlihat senang, tanpa masalah, bukan berarti hidupnya selalu santai.

sampai terkadang kita berfikiran negatif mengapa ia lebih mementingkan yang lain dibanding urusannya dengan kita.

mungkin, ia hanya mencoba fokus pada kebahagiaan yang datang padanya

mungkin ketika kita menghubunginya, malah menjadi beban tambahan diatas beban-bebannya yang selama ini ada.

Pertanyaannya lagi , sudah seberapa jauh kita memahami saudara kita ?

Mungkin perlu menjadi pertanyaan ketika dia tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik, mungkin karena dia punya fokusan lain, mungkin dia ditekan sana-sini
Pertanyaannya, sudah seberapa peduli kah kita terhadap saudara kita ?

Mungkin perlu menjadi pertanyaan kenapa dia selalu tidak cepat tanggap, selalu susah jika sedang dibutuhkan, kita tidak tau sebesar apa masalah yang sedang ia hadapi kan ?
Pertanyaannya, sudah seberapa peduli kah kita terhadap saudara kita ?

Mungkin perlu diingat, bahwa kita selalu akan menerima seperti apa yang kita berikan kepada oranglain.

Bagaimana mungkin kita bisa dipahami bila kita tidak memahami ?

 

Advertisements
Diterima SBMPTN tidak bisa ikut UTUL ?

Diterima SBMPTN tidak bisa ikut UTUL ?

hmm aku lupa sih kebijakan nya dulu gimana persisnya, yang jelas, dulu kan pengumuman SBM lebih awal ketimbang UTUL, dan memang aku ada baca berita gitu sih kalo sistem penerimaan UTUL itu otomatis, jadi mahasiswa yang keterima UGM lewat SBMPTN ga bakal ke double lolos UTUL juga (kalo dia juga ikut UTUL) sehingga meminimalisir kekosongan kursi gitu. tapi untuk tahun ini, monggo di tabayyunkan ya 🙂 mungkin sistem nya bisa beda

kalo bisa apa engga nya, dulu pas jamanku itu masih bisa, karena SBM sama utul cuma beda jarak beberapa hari doang.

Sabtu di GBTI

Sabtu di GBTI

14213

Jam di laptop menunjukkan pukul 8.22 AM.

Sekarang aku lagi duduk di Gazebo TI. Tepatnya minggu pagi ini, Langit terlihat cerah.

Aku memesan Bubur Saluyu, makanan kesukaanku lewat Go-Food (Hfft, dasar kids jaman now yang pengen instan terus). Sekarang, layar laptop menunjukkan dua objek. Satunya adalah laman Blog dimana aku sedang menulis tulisan ini, dan sebelah nya adalah tayangan anime Hyouka episode 19 (amat sangat multitasking sekali ya -_-).

Hangat. Cahaya matahari menerangi Gazebo tempatku duduk. Yak. Kayanya aku pengen menghabiskan seharian di Gazebo TI yang amat sangat nyaman ini, dilengkapi dengan Wifi yang cepat dan colokan listrik yang memadai. (Ku bersyukur kuliah di TI)

Disebelah kanan laptopku terdapat list anime rekomendasi dari teman-teman followers IG ku yang ku dapat dari menggunakan fitur baru IG (apa ya namanya itu, hehe. Yang ala ala ask fm gitu deh)

Hari ini aku pengen download anime (karena Wifi kosan lagi mati), baca buku JKLN dan Jamu LPDP yang sudah kubeli dari sebulan yang lalu namun belum kebaca sampe sekarang, dan juga mengerjakan PR Operation Research, matkul yang seakan-akan jadi sangat menarik dan asyik di Semester Pendek ini.

Bicara tentang anime, jujur sebelumnya aku sama sekali ga pernah nonton anime. Namun entah kenapa rasanya pengen aja melakukan sesuatu yang baru, salah satunya dengan nonton anime.

Aneh aja sih kadang, ketika lihat temen-temen yang suka nonton anime bahkan sampe larut malam, aku jadi penasaran, seberapa mengasyikkan sih anime itu.

But, sejauh ini, setelah nonton Hyouka sampai episode 19 (baru satu judul anime doang, belum nyicipin yang lain), aku menemukan sebuah keasyikan yang ada di sela-sela kartun jepang yang unyu itu.

Entahlah, mungkin selama ini aku terlalu serius mikirin hal hal lain sehingga aku jadi rada “kurang hiburan” wkwk

Aku jadi teringat dengan sebuah kutipan buku yang kubaca :

“Terkadang ada kalanya hidup harus di jalani dengan serius, dan ada kalanya hidup harus di jalani dengan santai”

Ketika kita terkadang merasa jenuh, mungkin karena kita terlalu serius menjalani hidup kali ya ? hehe

Gatau sih, entah kenapa setelah nonton 19 episode Hyouka, pikiranku seakan terbuka, bahwa belajar pun sebenernya bisa dimana aja. Salah satunya belajar lewat anime. wkwk (apakah ini alibi biar bisa nonton anime terus ? entahlah hehe)

Aku pernah menanyakan salah seorang temanku yang suka banget nonton anime

“Kenapa sih, suka banget anime?”

“Hidup ini indah deb”

Lagi-lagi aku teringat kutipan buku, lanjutan kutipan buku di atas tadi :

“Hidup ini penuh dengan keindahan yang diciptakan oleh Allah, sesekali berhentilah sejenak dari rutinitas dan sadarilah bahwa di setiap ciptaan Allah, terdapat tanda-tanda kekuasaannya bagi orang yang mau berpikir”

Btw, aku bingung sebenernya ini postingannya tentang apa wkwkwkwk

Oke sekian disini dulu ya, mungkin postingannya bakal kulanjutin ntar siang, karena kalo nulis blog terus aku gabisa download anime ntar h3h3h3

 

Materi Ekonomi Teknik

Materi Ekonomi Teknik

Ekonomi teknik 01 sd 03

Ekonomi teknik 04 & 05. bunga nominal, efektif, majemuk kontinu – ekuivalensi

Ekonomi teknik 06 Inflasi

P9 – ROR

P10 – Analisis Sensitivitas

P10 – Analisis Titik Impas

P11 – Analisis Risiko & Ketidakpastian

P12 – Depresiasi

P13 – Pajak

P14 – Analisis Penggantian

P15 – Analisis Manfaat Biaya

Materi Perancangan Produk

Materi Perancangan Produk

1 Introduction

2 Development_Processes_and Organizations

3 Opportunity_Identification

4 Product_Planning

5 Customer_Needs

5a Kano Model

6 Product_Specifications

7 Concept generation new

8 Concept_Selection

9 Concept_Testing

10 Product_Architecture

11 Industrial_Design new

12 Design_for_Environment

13 Design_for_Manufacturing

14 Prototyping

21 Juni 2018

21 Juni 2018

Teh Beracun

Hari ini aku bangun jam setengah 4 pagi. Gils. keren banget kan ? Pejuang Subuh banget (gadeng) hahaha.

Yak, aku bangun lebih tepatnya kebangun, karena pertama, hidungku meler-meler (aku emang alergi dingin, dan kalo tidur emang selalu meler gitu). Kedua, dibangun bapak yang ngomel, karena aku tidur di deket pintu, sedangkan beliau mau keluar kamar (mohon maqlum kamarnya kecil) ditambah lagi aku tadi malem ketiduran gara2 nungguin chat dia (gadeng) lebih tepatnya ya ketiduran karena belaian dinginnya AC pas lagi baca novel Dilan 2 (maklum, menyelesaikan resolusi baca 500 buku yang emang rada gila namun semoga terwujud *soalnya 2017 juga bikin resolusi 500 buku, tapi boro2 terwujud, 50 buku aja ga ada wkwk*)

Yak, setelah di omelin bapak gara2 menganggu akses pintu masuk kamar, aku pun ke meja makan, tempat kekuasaanku selama liburan ini, disini pun meja makan beralih fungsi jadi meja belajar. Buku-bukuku bertumpukan disini semua ehehe.

Dan aku pun menghabiskan waktu sampai pagi untuk nyelesain baca buku Dilan 2 (iye, tetep sholat subuh kok, disini subuhnya jam 5 kurang gitu)

Dan pagi nya, bapak nongkrong di tempat kekuasaannya (meja belajar adek), mainin hape. Terus tak lama kemudian bapak nyuruh aku bikin teh. Setelah kubuatin teh (teh yang ada di toples. cuma ada teh itu doang). Bapak bertanya

“Ini teh apa , Bi ?”

“Teh yang di toples pak ”

“Ini teh yang tadi ?” (tadi aku menunjukkan teh yang kutemui di mika plastik, dari aroma nya, kaya teh pahit gitu)

“Bukan, teh yang ada di toples teh”

“Ini teh beracun ini” kata Bapak menghakimi

“Lah, beracun ?” (padahal saat itu aku lagi meneguk teh buatanku juga , emang kerasa aneh sih, terlalu pekat)

“Iya, beracun”

“Bapak gak jadi minum

Aku juga ga ikutan minum.

Beli sarapan 

Taq lama kemudian, aku pun beli sarapan di deket Centre Park

“Lontong Sayurnya 2 ya bu”

ujarku sebelum akhirnya melamun memandangi jalan, tak berapa lama kemudian si Ibu berujar

“Baru pulang atau mau pergi mba ?”

aku menoleh, ibunya bicara sama aku ?

“Eh, mm, iya bu?”

“Baru pulang atau mau pergi ?”

Baru pulang atau mau pergi ? Pulang darimana, pergi darimana ?

Mmm, maksud ibunya apa ya ?

Aku memperhatikan wajah ibunya lagi, apakah kita pernah kenal sebelumnya bu ?

masa ibu nya tau kalo aku kuliah di Malang, dan lusa udah mau balik ke Malang lagi ?

masa aku sebegitu terkenalnya di Batam sampe2 ibu yang jual Lontong tersebut aja tau aku kuliah di Malang ?

“Emm, baru pulang sih bu, hehe” jawabku ngasal

“Oalah, kerja shift malam tadi ya mba” ujar ibunya

“iya bu, hehehehe”

beberapa detik kemudian baru ngeh

Kerja shift malam ? :””””””””