Mencari

Dunia penuh akan pencarian

Mencari jati diri

Mencari tujuan hidup

Mencari arti dari teka-teki dimatamu

 

Mencari…

Hal yang jarang kulakukan

Namun menjadi sering bila kau ada

Mencari pesan di bola matamu

Mencari kunci di gerak-gerikmu

Mencari jawaban dari suaramu

Mencari hati yang tersasar di lubuk hatimu

Mencari bilamana ada cinta lain yang menikung

Mencari bilamana ada kursi tersisa di tribun cintamu

Mencari kepastian untukku lanjut atau mundur

 

Mencari …

Aku selalu mencari bila itu tentangmu

Karena mencarimu adalah tujuanku

Dengan mencarimu aku tak perlu kemana-mana lagi

Bingung

Sumpah mati berkali-kali ku bingung

Akan engkau yang seperti itu

Kita saling kenal, namun tak saling menyapa

Kita saling tahu, namun seolah-olah tak tahu

Kita saling suka ? Enah masih ku ragu akan itu

 

Sumpah mati berkali-kali ku bingung

Akan kita yang ambigu

Sebenarnya kita ini apa ?

Teman, sahabat, saudara atau apa?

Musuh, saingan, rival atau apa?

Atau jangan-jangan bukan itu semua??

Atau jangan-jangan…

Sebenarnya kita ini saling suka ?

Saling suka lagi ?

Aaahh… aku makin ragu

 

Ayolah jangan begini lagi

Aku makin bigung, melihatmu yang rancu

Aku makin nelangsa, melihatmu yang abstrak

 

Sebenarnya kamu itu apa ?

Manusia ? Malaikat ? Dewa ?

Atau belahan jiwa saya ?

 

 

Serunya Diklat Ikapema 2016 !

Halo teman-teman !!
Kali ini aku bakal menceritakan pengalamanku dua hari terakhir ketika mengikuti Diklat Ikapema Ke-13 Tahun 2016 !! Yeyeyeye…. pada Excited kan ?? Yakaannn ??!! Yakaannnn!!!!

Kontrol deb.

Plis.

Ehmmm..

Oke. Serius.

Jadi teman-teman, hari Sabtu sampai Minggu kemarin, aku bersama kurang lebih 60-an lebih mahasiswa Malang lainnya mengikuti Diklat Ikatan Pelajar Kepri Malang yang ke-13. Yaps, jadi, kami adalah para maba asal Kepri yang sekarang kuliah di Malang…Ada yang kuliah di UB, UM, UMM, ITN, dan perguruan tinggi keren lainnya di kota Malang.

Mempersiapkan Perlengkapan Diklat

Jadi, sebelum mengikuti diklat, aku dan kelompokku mempersiapkan apa-apa saja yang harus kami persiapkan untuk diklat yang diadakan pada tanggal 15-16 Oktober ini. Banyak yang harus kami persiapkan, mulai dari bawaan pribadi, bawaan kelompok, bawaan hati yang gundah ketika dia tak ada(?) dan lain sebagainya…

Berikut adalah list apa-apa saja yang harus dipersiapkan….

Screenshot_20160913-203940.jpg

Selain itu, aku dan kelompokku (called it kelompok abu-abu) mendapat tugas seni yaitu menari..

Hahaha… Me..Na..Ri…

Jujur aku ngga suka nariiii…AAAAAA..

Namun karena tugas tersebut diberi satu bulan sebelum diklat, aku pun yakin bisa melakukannya..Hasilnya ? wehehe boro-boro ah

Awalnya pengen nari Zapin, terus ganti Serampang 12, terus ganti yang lain, ganti ini, ganti itu, intinya tiap ketemu buat latihan pasti ujung-ujungnya ganti tarian lagi, gitu gitu aja wkwkwk

Sampai akhirnya kami pun menari PPAP yang baru kami sepakati beberapa jam sebelum acara pensi berlangsung.

Bener kata orang, Karena yang dadakan biasanya jadi

Kerajinan Tangan

Selain pensi, hal lain yang harus dipersiapkan adalah kerajinan tangan. Khusus kerajinan tangan kelompokku, 100% semuanya diurus oleh bang Dedi.Berikut adalah penampakan kerajinan tangan yang bang Dedi buat

I’m Ready For Diklat !

Mendekati H-7 Diklat, para peserta diminta untuk mengepost foto di IG menggunakan twibbon Diklat 2016 Ikapema. Selain H-7, saat H-1 kami juga diminta untuk mengepost foto satu kelompok.

Dan Diklat pun Tibaaaaa

Pada tanggal 14 Oktober yang setara dengan dua gelas susu, eh salah, yang artinya sama dengan H-1 Diklat, aku baru nyadar kalo diklat udah deket banget -_-. Padahal baru aja kemarin nyeletuk santai kalo males mikirin diklat yang masih sebulanan lagi. Eh, tau tau udah datang aja dia. Jujur, kuliah membuat waktu terasa begitu cepat, bukaann, bukan karena terlalu sibuk dengan aktivitas di kampus, namun karena terlalu sibuk tidur-tiduran di kos sehingga pas bangun tau-tau hari udah berganti aja 😦

Pada hari itu, aku pun jadi sok sibuk. Mulai dari pulang pergi sardo dan pergi ke supermarket lainnya untuk mencari perlengkapan kelompok dan pribadi, sampai ke perpus malem-malem karena sadar batas peminjaman buku udah habis. Ga sampai disitu, setelah sampai di kos aku pun berubah jadi malaikat rajin bersih-bersih kamar sambil dengerin lagu muhasabah cinta semalam suntuk dan akhirnya baru tidur jam 1 malam.

Mungkin ‘excited’ banget ya karena besoknya mau diklat … hmm

Keesokan harinya, aku pun bersiap ini itu dan akhirnya pada pukul setengah tujuh lewat meluncur ke aspura bersama Zuzu dan teman baruku bernama Novia yang juga asal Kepri dan juga sama-sama Ilmu Pemerintahan bareng Zuzu.

Singkat cerita, kami pun naik angkot ke Tlogomas dan akhirnya sampai di Aspura setelah jalan kaki sedikit dari depan komplek. Setelah sampai di aspura, kami disambut beberapa teman salah satunya bang Dedi, ketua kelompokku. Lalu, bang Dedi bertanya dimana keberadaan barang kelompok yang sudah kubeli kemarin dan aku baru sadar bahwa barang kelompokku ketinggalan di kos, tepatnya di bawah kursi belajar

——_________——–

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Singkat cerita setelah teriak ga jelas ala orang frustasi, bang Dedi mengantarkanku pulang ke kosan untuk mengambil barang kelompok. Di sepanjang perjalanan aku meratapi akan ke-sembrono-anku dalam melakukan kegiatan.

Setelah mengambil barang kelompok, kami pun kembali ke aspura dan menunggu sampai sekitar jam 8 kurang sebelum akhirnya kami dikumpulkan untuk diabsen dan masuk ke dalam angkot yang sudah disewa untuk mengantarkan kami ke Dieng Atas…

Walau aku ga pernah tau Dieng Atas itu gimana, pasti kayanya bakal asyik deh hehe.

Sekitar pukul 10-an kami pun sampai di Dieng Atas, tepatnya di Padepokan Bi’rul Takziyah. Sesampainya disana, kami dibariskan perkelompok dan masuk ke Aula untuk mengikuti acara pembukaan. Setelah mengikuti acara pembukaan, kami mengambil tas dan masuk kedalam kamar yang sudah ditentukan acak oleh panitia.

Namun menurutku pengacakan kamar ini kurang efektif karena walaupun panitia mengacak dengan tujuan agar satu kamar gaada yang saling kenal, toh ada juga yang emang satu sekolah atau udah kenal dari dulu sekamar juga pada akhirnya.

Maka dari itu, hal ini mungkin bisa dijadikan catatan agar tahun depan (yang tak lain dan tak bukan adalah giliran kami-para peserta diklat- sebagai panitia diklat tahun depan) perihal pengacakan kamar ini dapat lebih diperhatikan, mungkin disusun dengan sistematis, tajam dan terpercaya (udah kayak berita aja ya wehehe).

Namun aku senang pada akhirnya sekamar dengan Gina yang dulunya ga begitu ku kenal. Gina ini adalah anak asrama putri, juga penari,, manteppss kaann…anaknya juga lucu dan dia selalu memanggilku dengan “Deboy” entah kenapa aku gatau juga wehehe.

Setelah masuk ke kamar, kami melakukan Ishoma. Jujur aku paling suka bagian makannya #eh. Walau kami ramai, panitia tetap memberi makanan yang menurutku lumayan enak dan bergizi untuk kami (terimakasih kakak panitia !!!) dan kurasa sebanding (atau bahkan lebih ?) dengan uang 30k yang kami bayar dengan fasilitas yang ada selama diklat ini.

Setelah Ishoma, kami dibariskan perkelompok dan kelompok kami, Abu-abu, mendapat pos nomor berapa gitu aku juga lupa dan setelah kami datang ke pos tersebut kami melakukan sharing singkat bersama kakak panitia. Kami membahas seputar bagaimana caranya menjadi pengurus harian ikapema, apa saja proker dari Ikapema dan apakah mahasiswa di luar asrama juga bisa menjadi pengurus harinnya yang biasanya disebut juga PH. Setelah sharing singkat, kami pun diberi materi sampai sekitar jam 5-an. Banyak banget materi yang kudapat sampai-sampai aku lupa apa aja wkwkwk…

Ga ding,hehehe

Materi yang kami dapat antara lain adalah materi tentang Kesekretariatan Umum oleh Kak Yeni (Sekretaris umum Ikapema) yang isinya tentang apa saja yang dilakukan oleh seorang sekretaris, lalu ada materi tentang “Mengapa Harus Ikapema?” yang disampaikan oleh Bang Zaid (Ketua Ikapema) dimana bisa dibilang lebih ke diskusi dibanding materi, kata beliau sih biar para pesertanya ga ngantuk hehe, lalu ada materi tentang “Teknik Persidangan” oleh kak Astriviana dan disambung dengan simulasi sidang tentang ‘Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Tempat Pakir’ dimana aku dapat kelompok yang berpihak pada tukang parkir. Oh iya hampir lupa, ada juga pengenalan tentang jajaran pengurus Ikapema yang disampaikan oleh bang Sautju yang lucu dan selalu ceria.

Setelah sidang, kami  latihan sebentar untuk Pensi dan disaat itulah kami baru menemukan ide tentang apa yang akan kami tampilkan nantinya yaitu tarian PPAP. Setelah latihan, kami pun Ishoma dan diberi waktu istirahat sampe bada Isya sebelum akhirnya kami berkumpul di taman padepokan. Di taman padepokan, kami mengikuti pensi dan menampilkan apa yang sudah ditugaskan dari sebulan lalu. Hue he he.

Ada beragam penampilan dari kelompok lain seperti musikalisasi puisi, pantun, gurindam, drama dan yang paling susah menurutku yaitu tak lain dan tak bukan adalah Tari … hikzzzz..

Kau dan Masa Lalu

Kau dan masa lalu

Adalah sepaket lengkap luka dalam hatiku

Yang mengiris pedih dinding hati

Yang membunuh cintaku hingga kini

 

Kau dan masa lalu

Adalah saksi akan bodohnya aku

Yang saking lugu bisa menyukaimu

Yang sama sekali tak sadar akan adanya aku

 

Kau dan masa lalu

Sebongkah luka yang masih ada

Dalam sudut hati yang meringis

Meringis akan keadaan yang tak lagi sama

 

Kau dan masa lalu

Kau adalah masa lalu

Begitupun masa lalu adalah kau

Tak dapat kupisah

Tak dapat kuhapuskan

Tak dapat ku lepas

Dan membuatku makin merana

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dinding Antara Kita

 

Kurasakan amat sangat

Akan dinding diantara kita

Makin lebar, makin melebar

Membuatku gundah, sepi, gelisah

 

Kurasakan amat sangat

Akan dinding diantara kita

Tiap ku mencoba menatap bola matamu

Dan kau balas dengan tatapan kejam

Entah apalah lagi salahku

 

Kurasakan amat sangat

Dinding ini menebal kian menebal

Ku tak tahu mengapa

Sikapmu membuatku takut

Memaksaku menjauh

Walau hati berseru

Apa yang kulakukan selalu bertolak

Dengan apa yang kurasa dalam diri

 

Aku selalu padamu

Dari dulu hingga kini

Namun kau memaksaku begini

Jujur ku tak ingin

Namun aku pun makin tak ingin

Jika kau makin menjauh dariku

Lantas aku harus apalagi ?

 

Biarlah kuikuti alur ciptaanmu

Sekali lagi

Percayalah

Aku selalu padamu

Walau ku tak tahu apakah kau juga begitu