Inikah Rasanya Disengat Lebah ?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Halo teman-teman.. udah lama juga nih aku nggak ngisi blog lagi hehe

Kali ini aku ingin cerita nih, tentang pengalaman pertamaku disengat lebah. Pertama dalam hidup.

Kejadian itu bermula tadi pagi, ketika aku ingin mengembalikan buku perpus. Pas aku lagi berdiri di depan kelas dan nanya sesuatu (bahkan aku jadi lupa tadi pagi nanya apaan), tiba-tiba teman-temanku udah berteriak histeris gitu ngeliat aku – lebih tepatnya ngeliat sesuatu di kepalaku. Aku bingung. Beberapa saat kemudian otakku baru ‘ngeh’ dan langsung mengibaskan buku di tanganku ke kepala. Bukuku jatuh berserakan di depan pintu kelas, diikuti oleh sebuah benda yang terbaring menggelepar seperti tak berdaya. Ekornya ada garis-garis kuning. Tak salah lagi. Lebah.

Aku hanya sempat melihat lebah itu selama satu detik, karena detik berikutnya kepalanya nyut-nyutan, nyeriiii banget. Aku lompat-lompat nggak jelas di depan kelas karena sengatan si lebah di kepalaku , berharap dengan melompat sengatannya jadi hilang – karena jujur aku nggak pernah disengat lebah sebelumnya, dulu mungkin pernah, disengat tawon tapi, yang hitam-hitam gitu, ah gataulah aku bedanya lebah sama tawon apa. 😦

Kemudian, temanku Oci datang dan langsung mengajakku ke UKS. Sayangnya di UKS gaada guru. Pak Chaidir, kepala sekolahku yang kebetulan berada disana menyuruhku mengoleskan minyak kayu putih di bekas sengatannya – mungkin karena di UKS gaada minyak tawon. Aku pun menurut. Beberapa saat kemudian, Oci datang sambil membawa air gula hangat, katanya bu Merri (atau bu Korry ya?) menyuruhku mengoleskan air gula itu di bekas sengatannya. Aku pun menurut juga sambil sesekali mendesis karena — ya Allah,, sessakit dan segatal digigit semut api, masih lebih lebih sangat sakit disengat tawon.

Oci bilang aku tinggal di UKS aja. Namun aku gak mau. Ntar kalo aku sendiri gimana ?. Akhirnya aku balik ke kelas. Pas dikelas, efek sakitnya disengat tawon makin bertambah. Awalnya aku masih semangat belajar Matematika Peminatan dengan Pak Aris. Namun lama kelamaan aku jadi kayak orang gila. Pengen teriak-teriak tapi nggak bisa – ya iyalah kan lagi belajar. Akhirnya setelah jam pelajaran MTK Peminatan selesai, aku langsung meluncur ke meja piket untuk izin pulang. Kebetulan mamak juga sudah sampai ke sekolah karena sebelumnya aku sudah mengirim pesan pada mamak bahwa anak sulungnya ini tersengat lebah, dan tumben-tumbenan mamak jawab ; Jdi mau izin pulang? mamak jemput.

Awalnya gamau, tapi karena tiba-tiba seluruh kepalaku jadi gatal semua- gatau kenapa- akhirnya aku pun memutuskan untuk pulang walau hari ini ada ulangan Fisika. (Hmm, nanti sajalah kuurus masalah itu, kesehatan lebih penting kan ? *edisipembelaandiri *sekalianmauhindarinUHfisika *yanggininihcalonmabateknik?

Dan sekitar pukul 9 akhirnya aku pulang YEY. Awalnya agak nyesel karena ninggalin pelajaran.

Namun beberapa jam kemudian aku nggak nyesal.

Gimana nggak nyesal ?

Setelah sampai dirumah, sekujur tubuhku bengkak-bengkak semua. Kayak digigit nyamuk tadi bekasnya itu lebih lebar, beda dengan gigitan nyamuk yang cuma kecil kecil dan diamaeternya paling setengah senti lah.

Awalnya ku kira ada semut dibajuku, namun beberapa saat kemudian bengkaknya makin banyak. Kata mamak itu darah kotor. Kata bapak (via telepon) itu alergi, sama kayak bapak, karena debby dan bapak sama-sama alergi.

Akhirnya mamak pun ke Apotek dan membeli minyak Tawon serta obat ‘Dextamin’. Entah deh ya fungsinya untuk apa. Setahuku sih mungkin buat alergi, namun anak sekolah yang imut sepertiku ini nggak boleh konsumsi banyak-banyak karena efek jangka panjangnya.

Setelah minum obat, aku memakan bekalku dan tidur. Aku pun tidur satu harian ini. Jam lima aku mengakhiri prosesi tidurku. Rasa nyeri karena sengatannya sudah lumayan berkurang, aku pun ngga ngerti lagi bau rambutku ini, campuran minyak putih, minyak tawon, dan air gula. Bengkak-bengkak nya pun sudah agak mengecil, namun masih ada dan terasa sedikit gatal.

Namun…

Masalah baru muncul, Bagian wajahku sebelah kanan terasa sedikit bengkak dan kelopak mata sebelah kananku juga bengkak, lebih bengkak dari orang bintitan. Rasa gatal di bagian kepala kananku juga masih ada. Agak terasa panas gitu.

Namun sekarang (9.43 PM), Alhamdulillah udah agak berkurang – sedikit.

Setidaknya, ini pelajaran bagiku juga – entah aku juga bingung sebenarnnya kenapa lebah tadi tiba-tiba nyengat aku, apa karena habitatnya di hutan telah rusak sehingga ia menyerangku ?

Yaudah deh. Mungkin hikmahnya aku harus lebih hati-hati, sering-sering ngibas jilbab disekolah biar ga dihinggapin lebah lagi, Atau mungkin membersihkan ruang kelasku agar steril dari lebah sehingga kelangsungan hidup di kelas dapat berjalan dengan makmur.

Btw, kira-kira tadi dikelas jadi ujian Fisika ga ya ? kalo aku minta susulan fisika boleh ga ya? Mengingat pak Awal dengan slogannya “Mending kalian hadir Ulangan tapi nilai Jelek daripada nggak hadir sama sekali”

Semoga saja masih bisa ulangan susulan deh, semoga pak Awal ngerti bahwa hari ini ada seorang anak bangsa yang terpaksa tidak bisa mengikuti pelajaran disekolah dikarenakan bersua dengan seekor lebah di sekolah. Hmm,,,

Sekian dulu ya Teman curhatanku hari ini. Sampai ketemu di lain waktu 🙂 *LambaiTangan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s