Ulasan Buku “Killer, Nyentrik, Tapi Asik – 1001 Pengalaman dengan Para Dosen”

Guru yang biasa saja memberitahu

Guru yang baik menjelaskan

Guru yang bagus menunjukkan caranya

Tetapi, guru yang luar biasa menginspirasi murid-muridnya (William A Ward)

Judul Buku : Killer, Nyentrik, Tapi Asik – 1001 Pengalaman Dengan Para Dosen

Penulis : Nurul Asmayani, dkk

Penerbit : PT Grafindo Media Pratama

Cetakan ke : I (Pertama)

Ukuran : 13 x 19 cm

Jumlah Halaman : 200 halaman

Tahun terbit : 2011

ISBN : 978-602-8458-78-3

Harga : Kebetulan buku perpus, jadi nggak tahu harganya hehe 😀

Kategori : Fiksi

Kehidupan mahasiswa tampak begitu menyenangkan. Kuliah tanpa seragam, mata kuliah yang bisa dipilih sendiri, hingga hiruk pikuk dunia kampus terlihat begitu menarik.

            Ada sebuah komponen di dunia kampus yang tak bisa dihilangkan, yaitu guru yang disebut dosen. Ada dosen killer, jutek, tentu bikin bete dan resah. Namun ada pula dosen yang baik hati, senang membantu mahasiswa dan tak pelit nilai. Maka, mata kulaih yang diampunya bisa dipastikan akan dibanjiri mahasiswa.

            Seperti apa sebenarnya gambaran dosen itu? Buku antologi ini menghadirkan sosok dosen itu lewat kisah-kisah nyata yang dituliskan para penulisnya dari pengalaman nyata. Hadirlah sosok dosen inspiratif, dosen yang membuat jatuh cinta, hingga dosen killer namun ternyata dikemudian hari tetap dikenang.

         Bagaimanakah para penulisnya melalui hari-harinya bersama para dosen yang selalu memberi inspirasi dan motivasi. Atau bagaimanakah penulisnya menyiasati kondisi terjepit ketika berhadapan dengan dosen yang tak menyenangkan. Di buku ini semuanya lengkap dan di ceritakan secara lugas dan bernas.

Yaps. Itulah yang kubaca di sampul belakang buku kecil ini. Aku membalikkannya lagi dan melihat cover lucu bergambar seorang dosen yang memegang penggaris dan sebuah eh seorang cewek berambut pink (ada iya cewek berambut pink?).

Akhirnya aku pun memutuskan untuk membaca buku kecil ini. Lumayan untuk mengganjal perut yang belum sarapan *eh.

Saat membuka lembar pertamanya, aku baru sadar bahwa buku ini dibuat keroyokan oleh beberapa orang penulis. Aku pun membuka halaman selanjutnya yang menyuguhkanku dengan cerpen-cerpen seputar hubungan antara seorang manusia dengan dosennya. Berbagai tipikal dosen yang diceritakan pun semua ada disini, mulai dari yang baik banget sampai yang baik aja *eh.

 

Setelah ku hitung dengan rumus statistika yang dipadukan dengan rumus trigonometri ditambah sedikit campuran rumus termodinamika, akhirnya ku ketahui bahwa di dalam buku ini terdapat 22 cerpen yang semuanya diceritakan dengan bahasa yang santai dan tak jarang membuatku ketawa sendiri. (Bayangin, aku diliatin sama teman gara-gara ketawa sendiri di perpustakaan yang kala itu lagi sepi banget) bahasa yang digunakan dalam buku ini santai banget dan tak jarang mengundang tawa sehingga tidak membuat pembacanya mengantuk.

Dari dua puluh dua cerpen yang ada di buku ini, ada satu buah cerpen yang paling aku sukai, yaitu cerpen berjudul ‘Dosenku Manis Sekali’ karangan Ade Anita. Di dalam cerpen ini, tokoh ‘Aku’ diceritakan diterima di salah satu universitas negeri yang populer di negeri ini, Universitas Indonesia (disini ketertarikanku mulai bangkit). Lalu, tokoh aku pun bercerita tentang gambaran dosen menurut dirinya yang semuanya sama : tua dan sudah berumur. Suatu ketika, saat ia akan menghadiri pertemuan dengan dosen-sebenarnya si Aku males juga sih pengen ikut kuliah umum karena berpikir pasti bakal ketemu dosen tua lagi-, ia bertemu dengan seorang kakak kelas eh senior yang cakep, ganteng, manis, ramah dan baik (aku pun berpikir kira-kira senior tersebut masih kuliah disana nggak ya pas aku lulus SMA, lumayan kan ntar aku bisa ngejar *eh) intinya sang senior tersebut digambarkan seperti seseorang yang perfect.

Singkat cerita, si Aku mengobrol sebentar dengan sang senior dan secara kebetulan, si Aku bertemu kembali dengan sang senior saat pertemuan beberapa saat kemudian (rupanya nggak jadi bolos hehe). Si Aku pun berbincang-bincang santai dengan sang senior sambil mengomentari dosen yang mengisi pertemuan, sang dosen disebut ngaret karena sudah beberapa menit berlalu sang dosen tak tampak juga batang hidungnya, sedangkan sang senior mendengarkan tersenyum (pokoknya tipikal teman ngobrol yang enak banget). Setelah 30 menit berlalu akhirnya sang senior yang mengambil alih pertemuan tersebut.

Hingga beberapa bulan setelahnya, si Aku bertemu kembali dengan sang senior. Kebetulan mereka akan menaiki bis yang sama, mereka pun kembali mengobrol-ngobrol. Namun sayangnya obrolan tersebut tak berlanjut pula di dalam bis karena sang senior duduk di samping seorang dosen UI juga yang kebetulan naik bis juga.

Disanalah sebuah kenyataan terkuak…

Si aku tak sengaja mendengar pertanyaan si dosen kepada kakak kelasnya tentang berapa banyak mata kuliah yang akan diajarkan sang seniornya. Awalnya tokoh Aku berpikir bahwa si senior hanyalah asisten dosen, bukan dosen beneran. Eh ternyata emang dosen beneran ding, dan lucunya lagi, sang senior adalah dosen yang mengisi pertemuan beberapa bulan sebelumnya, pantas saja ya sang senior mengambil alih pertemuan tersebut. Si Aku sendiri merupakan orang yang lupa menanyakan nama saat berkenalan sehingga dalam rentang waktu selama itu si Aku tak mengetahui nama dari seniornya –yang ternyata bukan senior tapi dosen- itu.

Sebuah kenyataan lagi, bahwa si Aku dan sang senio alias dosen itu kini adalah suami istri (yaah, padahal tadinya jadi kepengen masuk UI biar bisa ketemua sama si dosen manis yang diceritakan itu, hehe – nggak ding bercanda aja)

Itu baru cerita tentang dosen manis. Belum lagi cerita lainnya. Tentang kisah mahasiswa dengan dosen yang penyabar banget(saking sabarnya dikerjain sama terus sama para mahasiswanya), ada juga dosen yang suka ngambek lalu malas ngajar, ada dosen yang lucu banget dan santai kalo ngajar-tapi pas hasil semester keluar nilai mata kuliah dengan dosen tersebut malah jelek banget, dosen yang punya geng, dosen yang suka tebar pesona, dosen yang perhatian banget, sampai dosen yang genit dengan mahasiwanya juga ada, ada pula dosen yang diberikan nama unik oleh mahasiswanya seperti : Pak Bintang Kecil, Dosen Ajaib, Mr.Kecambah, Mr.Killer, Mr. Ngiler, Mr.Vijay, Mr.Expired, Profesor Penjaga Labor dan lain sebagainya.

Selain memberikan gambaran tentang lika-liku dunia perkuliahan, buku ini juga mempunyai banyak pelajaran buku ini juga menyuguhkan pelajaran penting yang mungkin bisa kita ambil baik bila kita menjadi mahasiswa ataupun dalam kehidupan sehari-hari, seperti  :

  •      Salah satu cara jitu mengusir rasa grogi bin gugup bin gemetar adalah dengan memikirkan sesuatu yang menyenangkan dan kuasai hatimu (hal.19)
  •    Manusia memiliki daya jiwa yaitu cipta, karsa dan karya. Pengembangan manusia seutuhnya menuntut pengembangan semua daya secara seimbang. Pengembangan yang terlalu menitikberatkan pada satu daya saja akan menghasilkan ketidakutuhan perkembangan sebagai manusia. Beliau mengatakan bahwa pendidikan yang menekankan pada aspek intelektual belaka akan menjauhkan peserta didik dari masyarakatnya. Ternyata, pendidikan sampai sekarang ini hanya menekankan pada pengembangan daya cipta dan kurang memerhatikan pengembangan olah rasa dan karsa. Jika berlanjut terus akan menjadikan manusia kurang humanis atau manusiawi (hal.22)
  •     Kekhasan manusia yang membedakannya dengan makhluk lain adalah manusia itu berbudaya sedangkan makhluk lain tidak berbudaya. Salah satu cara yang efektif untuk menjadikan manusia lebih manusiawi adalah dengan mengembangkan kebudayannya. Persoalannya, budaya dalam masyarakat itu berbeda-beda. Dalam kebudayaan berlaku pepatah ‘lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya’. Manusia akan benar-benar menjadi manusia kalau dia hidup dalam budayanya sendiri. Manusia seutuhnya antara lain dimengerti sebagai budaya itu sendiri ditambah dengan budaya masyarakat yang melingkupinya (hal 23)
  •      Dari beliau aku belajar bahwa menjadi dosen harus mempunyai nilai jual. “Selain otak, muka juga nggak boleh jelek”(hal 30)
  •      Mahasiswa kan agent of change, ngomongnya harus ilmiah dong (hal 33)
  •      Kalau sedari muda kalian sudah berani mengambil keputusan untuk bekerja, kalian tak perlu bingung mau jadi apa setelah menjadi sarjana nanti. saya dulu begitu, tidak malu meski harus membopong manula yang ingin melempar jumrah. Semuanya saya lakukan agar bisa tetap kuliah. Hikmahnya, setiap tahun saya bisa berumrah atau berhaji. Siapa yang menyangka hari ini saya jadi dosen dan dekan kalian? Jadi semuanya harus lurus dari niat. Allah selalu mengikuti prasangka hamba-Nya (hal 37)
  •      Selagi masih muda, manfaatkan teknologi dan informasi. Giat bekerja demi menuntuk ilmu akan melipatgandakan pahala dan rezeki dari sudut-sudut yang tak diketahui (hal 38)
  •     Nilaiku tertinggi dalam mata kuliahnya, berarti benar dong, sayangi dosenmu maka kamu akan menyayangi mata kuliahnya (hal 46)
  •     Ternyata, masa kuliah dan masa SMA itu beda banget. Tidak ada perbedaan kasta antara dosen dan mahasiwa. Yang penting kita saling menghormati, menghargai, dan memenuhi semua tugas. Sisanya adalah sebuah hubungan kesetaraan yang mendukung hidup satu sama lain. Jadi jangan underestimed dan overestimed pada dosen. Siapa tahu suatu hari nanti kita bisa jadi rekan kerjanya dan diikutsertakan dalam semua proyek penelitiannya. Asyik, kan? ilmu dapat, pengalaman bertambah, duitnya juga. Alhamdulillah ada (hal 79)

 

Selain itu ada juga sisi negatif yang nggak boleh diikuti seperti titip absen, bolos dan lain sebagainya.

Di akhir buku ini disisipkan tips mencari beasiswa dan alamat-alamat beserta persyaratan instansi yang menyediakan beasiswa bagi para mahasiswa seperti Paramadina Fellowship, Beastudi Etos, Beasiswa Eka Tjipta Foundation, Beasiswa Djarum dan lain sebagainya

Secara keseluruhan, buku ini dapat dikatakan bagus dan cocok di baca semua umur dan kalangan, khususnya anak-anak SMA yang mungkin akan menghadapi masa-masa perkuliahan nantinya. Setelah buku ini, aku merasa lebih pengen jadi dosen ketimbang guru *eh(-_-kan labil lagi)

Baca Yukk 😀

Jika cara mengajar dan apa yang kita ajarkan kepada murid-murid kita hari ini sama saja dengan yang kemarin, maka kita merampas masa depan anak didik kita 

(John Dewey)

 

Mendidik bukanlah sebuah seni atau keterampilan yang semakin menghilang. Masih banyak orang yang melakukannya sampai sekarang. Namun, semakin sedikit orang yang mampu menghargai peran ini (Jaques Bazun)

Advertisements

Lakukan 7 Tips Efektif Ini Untuk Memulai Tahun Ajaran Baru

Sebentar lagi, kita akan memasuki tahun ajaran baru disekolah, bagaimana persiapanmu menghadapinya? Apakah dengan senang hati? Biasa aja? Rada males karena masih kebawa suasana libur? Atau malah memulai tahun ajaran baru di luar lingkungan sekolah alias nambah libur? Hehe.
Yang pasti, hendaknya dalam memulai sesuatu, mulailah dengan yang baik-baik. Bila kita dapat memulainya dengan baik, InsyaAllah kita juga dapat mengakhirinya dengan baik. Lantas, bagaimanakah cara agar kita dapat memulai tahun ajaran baru ini dengan baik? Yuk simak tips-tips berikut !
 1. Berdoa
Setiap melakukan suatu tindakan, pasti harus diawali dengan doa. Minimal baca basmallah. Sama seperti ketika kita memulai tahun ajaran baru. Alangkah lebih baiknya bila kita berdoa terlebih dahulu kepada Tuhan sekaligus meluruskan niat kita agar apa yang akan kita hadapi enam bulan kedepan dapat berjalan dengan lancar, agar hati kita tetap teguh dan fokus dengan sekolah tanpa terganggu hal-hal yang terkadang membuat kita lalai. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.
Alangkah lebih baik pula bila kebiasaan berdoa tidak hanya dilakukan ketika awal masuk sekolah saja tetapi setiap hari sebelum melangkahkan kaki keluar rumah untuk berangkat sekolah. Berdoalah dan pasanglah niat sungguh-sungguh untuk menuntut ilmu di hari itu.  Bila bersungguh-sungguh, niscaya Allah akan memudahkan jalan kita seperti hadis
“Barangsiapa menempuh suatu jalan yang padanya dia mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan dia menempuh jalan dari jalan-jalan (menuju) jannah, dan sesungguhnya para malaikat benar-benar akan meletakkan sayap-sayapnya untuk penuntut ilmu, dan sesungguhnya seorang penuntut ilmu akan dimintakan ampun untuknya oleh makhluk-makhluk Allah yang di langit dan yang di bumi, sampai ikan yang ada di tengah lautan pun memintakan ampun untuknya. Dan sesungguhnya keutamaan seorang yang berilmu atas seorang yang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan pada malam purnama atas seluruh bintang, dan sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidaklah mewariskan dinar ataupun dirham, akan tetapi mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengambilnya maka sungguh dia telah mengambil bagian yang sangat banyak.” (HR. Abu Dawud)
Sudah siapkah kamu menuntut ilmu di jalan-Nya ? J
           
 2.  Bersilaturahmi dengan sesama anggota sekolah
Biasanya awal tahun pelajaran masih kental dengan nuansa lebaran Idul Fitri bahkan biasanya diadakan acara halal bi halal, maka dari itu, alangkah baiknya bila sesampainya kita disekolah,kita saling bersalaman dengan teman-teman, saling bermaafan, menghubungkan kembali silaturahmi yang terpisah ketika liburan. Bukan hanya pada teman sebaya, namun juga kepada guru-guru, bude kantin, bahkan penjaga sekolah, hehe.
3.  Bawa cemilan

Oh iya, kalo masih ada cemilan kue di rumah, bawa aja ke sekolah, lalu makan bareng-bareng dengan teman sekelas, lumayan kan, sekalian bantu ngehabisin sisa kue di rumah *eh
            Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat mempererat rasa kekeluargaan antar anggota kelas dan dapat memberikan aura positif kepada sekeliling kita sehingga kita dapat memulain tahun ajaran baru dengan riang gembira.
            Riang gembira … ………(?)
Auk ah, Lanjut J

4. Catat Pengalaman Liburanmu 

             Lho? Pengalaman liburan ? Buat apa?
Buat jaga-jaga aja sih, soalnya terkadang setiap awal tahun ajaran, pasti ada saja tugas menulis pengalaman liburan *pengalaman. Kalo pake bahasa Indonesia mungkin masih bisa ngikutin walaupun kadang bingung juga mau nulis apa karena saking gregetnya karena waktu yang tidak cukup. Kalo disuruh pake bahasa inggris? Bahasa jepang? Arab? Spanyol? *eh kelewat..
             Setidaknya, bila kita sudah memulainya terlebih dahulu, mungkin kita tidak akan tertekan apabila tiba-tiba diberi tugas menceritakan pengalaman liburan, terlebih bila harus dikumpul dan dipresentasikan hari itu juga. Syukur syukur kalau kamu termasuk tipe orang yang terbiasa dan tenang walaupun diterjang badai dan gelombang dahsyat akibat cuaca ekstrem yang mengakibatkan bakteri berkembang biak dengan cepat, namun kalo ada teman-teman kita yang belum terbiasa?
Terkadang bikinnya sambil ngurut dada dan kepala karena syok.
 (yha. Sya. Jga. Sprti. Ithu)
 5. Guru Baru !
Biasanya, bila berganti tahun ajaran baru, berganti pula guru-gurunya. Eitss, mentang-mentang udah nggak ada kepentingan lagi dengan guru yang sebelumnya mengajar kita, jangan di lupain gitu aja ya hehe.
Semua guru yang ada di sekolah kan harus kita hormati J
Nah, karena baru kenalan dengan guru-guru yang dulunya belum mengajar kita, alangkah lebih baik apabila kita mencatat data diri beliau seperti nomor telepon, nomor rumah, nomor baju, nomor sepatu *eh
Setidaknya….
Jangan sampai udah sebulan gurunya ngajar tapi masih lupa nama gurunya siapa. Kelewat jauh thu
 Jangan sampai kita nggak tahu kalo guru kita ternyata tinggal bersebelahan dengan kompleks perumahan kita.
Data diri tersebut mungkin akan diperlukan kedepannya, seperti ketika kita mau bersilaturahmi saat lebaran, menelpon ketika ada hal penting dan lain sebagainya
 Atau mungkin ketika kita sekedar ingin mengirim hadiah, boleh juga tuh
          Selain data diri, catat juga hal-hal yang disukai atau yang tidak disukai oleh guru-guru kita. karena belum tentu karakter setiap guru sama, sebagai contoh, guru A selain mengutamakan isi juga mengutamakan estetika dalam membuat tugas, di jilid serapi mungkin , namun ada pula guru yang suka praktis, ga perlu pake jilid ribuan rangkap yang penting isinya. Itu contoh..
Catat juga jumlah buku yang di perlukan, sampulnya warna apa, buku referensi yang diperlukan, metode belajar yang digunakan.
Semuanya deh.
6. Oh iya, walaupun baru masuk minggu pertama tahun ajaran, belum tentu satu minggu pertama kita bakal ‘free’ di sekolah, biasanya ada juga sebagian sekolah yang sudah mulai belajar. Maka dari itu, alangkah lebih baik apabila kita sudah stand by buku kosong di dalam tas agar ketika guru akan memulai pelajaran, tidak ada alasan
“Nggak bawa buku bu… kirain belum belajar.. di koperasi belum jual buku bu.. “ dan seabrek alasan imut lainnya.
Toh,nggak ada ruginya kan memulai pelajaran sesegera mungkin (apalagi yang udah kelas 3) karena biasanya pasti ada aja materi pelajaran yang tertinggal di ujung semester nantinya.
Nah, tak ada salahnya pula bila kita memulai dahulu pelajaran yang akan kita pelajari di sekolah sembari mengulang pelajaran yang sudah lewat. Ingat pepatah ‘Alah Bisa Karena Biasa”. Setidaknya, hal tersebut mungkin dapat membuat kita lebih mengerti pelajaran yang akan diajarkan ketimbang tidak belajar sama sekali.
Apalagi sudah hampir sebulan lebih liburnya, yakin ingatan yang dulu-dulu itu masih nempel?
7. Tuliskan Resolusi Kecil dan Resolusi Besar-mu untuk Tahun Ajaran kali ini
Segala sesuatu yang kita lakukan pasti akan lebih terarah bila memiliik tujuan. Sama halnya ketika kita memasuki tahun ajaran baru. Bagaimana kamu ingin melewatinya? apa dengan santai? ikuti saja seperti air yang mengalir? atau dengan target-target yang ingin kamu capai sehingga kamu bisa memaksimalkan kemampuanmu di sekolah?
Nah, resolusi tersebut bisa beragam, seperti
Resolusi Kecil : Mencicipi minimal dua buah soal latihan di setiap mata pelajaran (resolusi harian)
Resolusi Besar : Nilai ulangan di atas 90 (resolusi mingguan)
Itu salah satu contohnya, kamu bisa membuat sendiri resolusi yang ingin kamu laksanakan. Tidak perlu muluk-muluk, yang penting memungkinkan untuk dicapai. Setidaknya, dengan membuat resolusi, pencapaianmu lebih terarah dan terkendali dibanding tidak membuat resolusi sama sekali hehe.
Intinya , Mari kita mulai apa yang ada di depan kita dengan baik. Mulai dari hal kecil maupun hal besar sekalipun. Kalo kata Mario teguh sih, gimana bisa menyelesaikan hal-hal besar bila hal-hal kecil saja tidak bisa diatasi ?

 

Semoga Bermanfaat

Mengenang Pak Moh (Almarhum)

Namanya pak Mohardi. Biasanya dipanggil Pak Moh.

Aku pertama kali mengenal beliau ketika pelajaran Penjas di kelas satu. Ketika itu beliau masuk kedalam kelas dan beliau memberikan beberapa peraturan di pelajarannya.

Setelah lama mengenal beliau, aku menyadari beliau adalah guru yang hebat dan berwawasan luas. Dengan beliaulah aku benar-benar seperti belajar Penjas, bukan hanya sekedar olahraga, namun beliau juga memberikan edukasi seputar kesehatan jasmani ketika belajar di kelas.

Seperti ketika beliau berkata bahwa daging ayam lebih cepat terurai di perut dibandingkan daging sapi.

Beliau mengajarkan kami untuk berpikir kritis terhadap masalah seputar kesehatan jasmani.

Walau begitu, aku selalu bingung, mengapa beliau menjadi guru Olahraga padahal di belakang namanya tertera gelar M.IT.

Sayangnya di kelas dua beliau tidak mengajar penjas di kelasku.

Setelah naik kelas tiga, beliau kembali mengajar Penjas. Jujur aku senang sekali bertemu saat tahu akan belajar bersama beliau. Kabar gembiranya lagi, beliau menjadi Wali Kelasku. Katanya sih gak sengaja, sebenarnya beliau menjadi wali kelas IIS dan bu Komariah yang menjadi Wali Kelasku, namun entah kenapa bu Komariah berganti menjadi wali Kelas IIS dan pak Muh menjadi wali Kelasku.

Kabar gembira itu terjadi di suatu hari.

Seperti kebiasannya, ia masuk ke kelas. Pandangannya menerawang, seketika terlihat agak galak. Namun kegalakan itu mencair ketika ia menyengir.

Saat itu beliau bilang. Inilah pertama kalinya ia menjadi wali kelas XII sekaligus wali kelas MIA sepanjang mengajar di Smansa, karena dahulunya ia selalu ditugaskan menjadi Wali Kelas X dan selalu kelas IIS, entah apa alasannya. Singkatnya, ia berkata bahwa akhirnya ia naik kelas juga.

Dan begitulah seterusnya. Di buku batas kelasku, tertulis nama pak Mohardi.

Pak Moh seakan memberi nuansa baru dikelas. Beliau selalu masuk ketika jadwal budi pekerti pagi berlangsung (setiap hari selasa sampai kamis). Aku seakan merasa mempunyai orang tua beneran. Maklum, di kelas dua wali kelasku adalah non muslim sehingga ketika kelas lain menjalankan budi pekerti di dampingin wali kelasnya, kelasku menjalankan budi pekerti tanpa pembimbing dan sesadarnya. Kadang anggota Rohis juga ngingatin buat budi pekerti ketika yang lain sedang sibuk menggunakan waktu budi pekerti buat ngerjain tugas (saking rajinnya). Namun dalam sebagian pertemuan bu Nani juga masuk untuk memimpin budi Pekerti.

Selain punya peraturan di pelajarannya, pak Moh juga punya peraturan di kelasnya, yaitu kelas kami, XII MIA 4.

“Kalau saya udah masuk kelas, nggak ada yang boleh masuk lagi, apapun alasannya itu”

Itulah alas an kenapa terlihat beberapa anak XII MIA 4 yang duduk didepan kelas ketika kelas lain sedang menjalankan budi pekerti.

“Pokoknya saya mau, kelas ini harus selalu bersih ya. Jadwal piket ada kan ? Kalau kelas ini kotor, saya nggak mau masuk lagi disini”

Dan ini bukan Cuma omongan saja. Pernah disuatu hari, tepatnya hari Rabu, pak Moh masuk kelas, namun ketika ia duduk di meja guru, ia melihat kumpulan sampah sisa menyapu yang belum di bersihkan di bawah sebuah meja, karena ceritanya saat pak Moh datang, temanku sedang piket di dekat meja tersebut. “Itu sampah apa?” Tanya beliau. Beliau pun langsung keluar kelas tanpa mengucapkan kata apa-apa lagi. Seketika itu aku merasa bersalah, karena kebetulan hari itu adalah hari dimana aku ditugaskan untuk piket, namun aku belum piket pagi lantaran datang tepat waktu, tepat ketika bel masuk berbunyi.

Kini pak Moh telah tiada. Tepat hari ini, Minggu, 20 September 2015. Aku mengetahuinya pertama kali di grup Line dewan ambalan Pramuka Smansa. Awalnya kukira yang meninggal adalah orang tua pak Moh, namun bingung juga kenapa teman-teman grup malah shock sendiri. Aku pun membaca jelas-jelas pesan yang disampaikan sebelumnya oleh temanku, Thami. Aku pun terdiam sendiri.

Namun beberapa menit kemudian aku merenung dan menangis juga.

Bagaimana tidak?

Baru hari Kamis lalu kami belajar Penjas dengan Pak Moh. Saat itu kami sedang ambil nilai servis Volli. Beliau pun terlihat biasa-biasa saja. Bahkan sering tersenyum juga. Saat itu beliau memakai kaos yang terdapat tulisan ‘Intel’. Aku seakan teringat kembali tentang kebingunganku akan gelarnya.

Baru senin lalu juga aku belajar Penjas Teori di kelas bersama pak Moh. Namun hari itu tidak ada materi atau presentasi melainkan beliau hanya menyuruh kami mengisi LKS dan beliau duduk di meja guru dan memakai kaca matanya. Beliau terlihat lebih tua ketika memakai kacamata, namun sekaligus terlihat lebih bersahaja. Namun saat itu tampaknya beliau lagi agak marah, mungkin karena isu di kelas kami yang agak tidak mengenakkan, yaitu hilangnya HP salah seorang temanku yang hingga kini tak diketahui siapa pencurinya. Sampai beliau pun menegur salah seorang teman perempuanku yang berisik saat yang lain disuruh mengerjakan LKS. Tak berapa lama setelah itu, beliau keluar sambil memanggil Nico dan Mufid serta Roselyn, mungkin masih membahas tentang isu hilangnya HP temanku, Fitrah.

Bahkan di akhir-akhir hidupnya beliau masih sibuk mencari pelaku yang mencuri HP anak didiknya, namun beliau juga katanya telah tahu siapa-siapa saja yang kemungkinan mencuri HP Fitrah.

Bahkan di akhir hidupnya beliau masih peduli dengan anak didiknya. Kasih seorang guru.

Aku merasa menyesal ketika mengingat kejadian dimana pak Moh keluar dari kelas dan kejadian hilangnya HP Fitrah. Aku seakan ikut membuat pak Moh kecewa.

Masih terngiang-ngiang kata-kata beliau di kelas di suatu hari dimana HP Fitrah hilang.

“Saya hanya ingin meluruskan yang ada di kelas ini. Jika ada kejadian seperti ini, bagaimana kelas ini bisa kompak bila tidak bisa saling menjaga?. Saya anggap tidak ada yang mencuri, mungkin ada yang menyimpankan HP itu.”

Namun sayangnya tetap gak ada yang ngaku.

Dan kini aku juga bingung tentang kelanjutan hariku disekolah.

Kelasku kehilangan bapaknya, orangtuanya. Mungkin, dalam beberapa waktu kedepan, kelasku akan kembali menjalankan budi pekerti tanpa pembimbing disekolah. Mungkin, dalam beberapa waktu kedepan, jam olahragaku akan diisi dengan olahraga bebas terus menerus.

Ketika aku sedang merasakan punya wali kelas yang menyenangkan, sosok wali kelas itu dipanggil Allah.

Tak akan ada lagi seorang bapak yang akan kutemui duduk di dekat pos satpam setiap harinya dengan kacamatanya dan membaca Koran, sambil menunggu anak didiknya lari keliling sekolah.

(kegiatan rutin di sekolahku saat pelajaran penjas berlangusng adalah berlari keliling lingkungan sekolah, pemanasan, dilanjutkan praktek)

Tak akan ada lagi seorang bapak yang akan mengingatkanku untuk menyetor infak mesjid ke koperasi hari Kamis.

“Debby, nanti infak mesjidnya di setor ke bu Nur ya. Setiap hari kamis aja”

“Debby, sudah di setor infak mesjidnya?”

Tak akan ada lagi bapak yang akan memarahi anggota kelasku ketika melihat kelas kotor.

Tak akan ada lagi kudengar suaranya ketika budi pekerti berakhir,

“Ya. Baik. Assalamualaikum”

Tak akan ada lagi bapak yang akan mengelilingi, mengawasi muridnya ketika sedang melakukan pemanasan saat pelajaran olahraga akan dimulai, sambil sesekali menutup hidung seakan mencium bau aneh ketika kami sedang pemanasan dengan mengangkat tangan.

Tak ada lagi guru Penjas senior yang penuh humor disekolahku.

Tak kan lagi kudengar suaranya ketika pemanasan telah berakhir.

“Ya. Baik. Siap…Gerak. Setengah lancang kanan…Gerak. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”

Walau begitu, beliau akan selalu ada dalam hati kami. Nasihat-nasihat beliau. Peraturan-peraturan beliau. Lembar tugasku yang terdapat tulisan B+ kecil beserta parafnya, paraf terakhir beliau yang aku dapatkan, akan selalu kusimpan.

Aku memang tak begitu mahir ketika disuruh merangkaikan kata doa yang indah.

Namun doaku sama seperti yang lainnya. Semoga Allah menempatkan beliau di tempat yang indah di sisi-Nya. Semoga beliau tetap menjadi inspirasi kami, anak didiknya. Beliau akan selalu kami kenang, beliau akan selalu ada di sekolah sekaligus rumah kami, SMA Negeri 1 Batam, karena beliau adalah bapak kami, anggota keluarga besar kami.

Biologi XII SMA : Contoh Pedigree (Peta Silsilah)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Haloo blog-ku… udah lama nih nggak ngisi blog hehe

Kali ini aku ingin nge-share salah satu tugas sekolahku nih, yaitu membuat pedigree (peta silsilah) mengingat di google kayaknya masih kurang deh info seputar itu.

Peta silsilah biasanya digunakan untuk mengetahui alur keturunan sebuah generasi (ini versih bahasaku sih, untuk lebih akuratnya teman-teman bisa lihat di mbah gugel hehe #edisi #males #posting #blog)

Dan inilah dia penampakan pedigree buatanku

Hehehe… gimana ??? keren kaannn ???
Biasa aja sih sebenernyaa…

Oke.. agar postingan ini sedikit memiliki nilai, aku juga akan sekalian nge-share cara membuat pedigree yang baik dan benar (berpedoman dari guru biologiku)

1. Bedakan jenis kelamin perempuan dan laki-laki dengan simbol bentuk yang berbeda.
Contoh : pada umumnya perempuan berbentuk bulat dan laki-laki berbentuk persegi

2. Bila ada keluarga yang meninggal, coret simbol dan tambahkan keterangan penyebab sakit dibawah pedigree.
Contoh : Nenek meninggal karena  asma, jadi di arsir simbol bulat nenek di dalam pedigree dan buat keterangan arti arsiran tsb di bawah pedigre yang menjelakan bahwa nenek sakit karena asma

3. Awali membuat pedigree dengan basmallah, sudahi dengan alhamdulillah dan buatlah pedigree dengan sepenuh hati dan penuh sukacita seluruh jiwaraga

Agar terlihat lebih cantik bisa diwarnai juga sesuai selera hehehe

Sekian potinganku kali ini, semoga bermanfaat 🙂

Wassalam,
Debby Imut

Hasil TryOut SBMPTN, Ceritanya..

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Ini sebuah kabar baik yang kudapat di hari Sabtu lalu, (24/10). saat itu aku sedang berada di GO (Ganesha Operation, tempat bimbingan belajar favoritku) unit Tiban yang letaknya tak jauh dari sekolah. Jadi saat menunggu gurunya masuk, aku iseng-iseng aja baca-baca poster yang di tempel di ruang TST. Saat itu aku sedang membaca sejarah kepemimpinan Otorita Batam ketika salah seorang temanku, Gideon, bilang kalo nilai Try Outku paling tinggi. Awalnya tidak percaya – beneran deh, pas ngerjain soal try outnya aja aku udah kayak butiran pasir di tepi pantai yang terinjak dan teraniaya – intinya – Soal Try Outnya susaaah bangeete !!

Aku pun iseng-iseng datang ke CS (Costumer Service) yang berada di sebelah gedung tempatku belajar tambahan (GO Tiban terdiri dari dua ruko yang digabung jadi satu) dan saat itu aku melihat beberapa temanku juga sedang sibuk melihat nilai try out yang ternyata berada di komputer kakak CS nya. Dan ternyata benarrr.. Aku peringkat pertama ! Yeay ! walau sebenarnya nilai passing grade-ku belum bisa dibilang tinggi-tinggi amat >>> 55%. But, setidaknya udah meningkat deh dari sebelumnya yang cuma 39,50%. Berikut adalah pilihan jurusanku di Try Out ketiga tersebut :

Pilihan ke 1 : Pendidikan Matematika – UNS (40,27%)
Pilihan ke 2 : Matematika – UGM (sekitar 42% kalo gasalah)
Pilihan ke 3 : Biologi – UGM (33,57 %)

Dan Alhamdulillah aku lolos ketiga-tiganya. Yipii  !!!

Sebelumnya, di Try Out kedua, aku memilih jurusan sebagai berikut :

Pilihan ke 1 : Biologi UGM – (33,57%)
Pilihan ke 2 : Biologi UNS – (31,41%)
Pilihan ke 3 : Agribisnis UNS – (33,54%)

Dan Alhamdulillah aku juga lolos ketiga-tiganya. Namun sayangnya saat itu aku salah mengisi Nomor Induk sehingga ketika pengumuman di tempel, aku hanya tahu passing grade dan peringkatku (ke-9) namun di kolom jurusan tertulis ‘Pilihan Kosong’. Miris kan? gapapa deh

Tetapi sebenarnya aku nggak boleh terlalu puas sih. Bagiku, nilai Try Out ini hanyalah sebagai gambaran kemampuan sekaligus pemacuku agar bisa belajar lebih giat lagi, kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya bukan ? Mungkin di GO aku juara, namun belum tentu di SBMPTN sebenarnya nanti aku bisa lolos. Maka dari itu sebenarnya aku juga ga begitu puas sih, mengingat aku sadar bahwa kekuranganku masih banyak sekali. Semoga dengan hasil Try Out kali ini aku bisa lebih giat belajar sehingga memang bener-bener bisa lolos di SBMPTN benerannya tahun 2016 nanti. Aamiin 🙂

Wassalam,

Bahasa Indonesia XII SMA : Contoh Teks Berita

Pembangunan Masjid SMAN 1 Batam Sudah Selesai 75%

SMANSA.CO, Batam – Bendahara Panitia Pembangunan Masjid, Nurfatma mengatakan bahwa pada bulan Oktober 2015, SMAN 1 Batam sudah melunasi sepertiga dari jumlah dana pembangunan masjid kepada kontraktor. “Beberapa waktu yang lalu, saya sudah menyetor uang pembangunan masjid kepada kontraktor sebesar Rp 505 juta” ujar Nurfatma saat ditemui di SMAN 1 Batam, Selasa (13/10).

“Untuk lantai satu kita membutuhkan dana sebesar Rp 986 juta, sedangkan untuk lantai dua kita membutuhkan dana sebesar Rp 800 juta dan untuk pembuatan kubah, kita memerlukan dana sebesar Rp 180 juta.” ujar Nurfatma, “Untuk sumber dana pembangunan itu sendiri, pada tahun 2012 kita sudah mengumpulkan dana sebesar Rp 47 juta, namun pada tahun selanjutnya pemungutan infak terhenti, barulah pada tahun 2014 sampai sekarang pemungutan infak kembali berjalan ditambah lagi dengan sumbangan yang diberikan oleh wali murid melalui proposal pembangunan masjid”

Pembangunan Masjid SMAN 1 Batam sudah dilaksanakan sejak satu tahun yang lalu. Saat ini, pembangunan Masjid SMAN 1 Batam ditunda untuk beberapa waktu. Salah satu faktornya adalah kurangnya dana sehingga kontraktor belum bisa menjalankan kerjasama dalam waktu dekat. Saat ini, lantai dasar masjid sudah dapat digunakan para siswa untuk melaksanakan ibadah. Namun, lantai dua masjid tersebut belum bisa digunakan lantaran belum dipasang marmer.

Pembangunan Masjid SMAN 1 Batam direncanakan akan dilanjutkan dengan finishing. Maka dari itu, panitia pembangunan Masjid SMAN 1 Batam menghimbau bagi para siswa untuk turut mendukung pembangunan masjid ini dengan memaksimalkan infak yang dikumpulkan setiap minggu. Dengan begitu, siswa-siswi SMAN 1 Batam dapat segera menggunakan fasilitas masjid dengan maksimal.

Hello guysss !!!

Kali ini aku bakal nge-share salah satu berita yang aku dan temanku (Fitrah) Produksi. Bisa dilihat diatas ya gayyysss !! Alhamdulillah pas kami memberikan berita tersebut untuk dinilai benar atau salahnya oleh Bu Komariah, guru bahasa Indonesia kami, beliau bilang berita kami udah bener dan ga perlu di ralat lagi gayysss !!! *pilingponi *sokcool *pasangwajahkalem biasa aja sih padahal ya ? hehehe

Puisi : Terjebak

Aku terjebak dalam lubang buaya

adakah yang bisa menolongku ?
Dingin menggigil dibawah sini
Mana mentari ? ia tak ingin menolongku?
Aku terjebak kembali dalam lubang buaya
aku tak melihat sang buaya
namun ku yakin sebentar lagi ia kan menerkam
duh,, tak ada yang bisa menolongku?
bahkan aku pun tak dapat menolong diriku sendiri
Aku terjebak kembali
setelah sebelumnya Tuhan turun tangan menolongku
Hamba seperti apa aku ini?
Haruskah kini aku kembali meminta Tuhan menolong?
Ah, bahkan ku taktahu bagaimana perasaan-Nya padaku
Kenapa tiang hati ini roboh begitu saja?
Ah Hamba apa aku ini?
Kapan aku bertobat?
Tanya hatiku pada diriku